KABUPATEN BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) — Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Pasundan (Unpas) Bandung, menyelenggarakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk “Pengembangan Keorganisasian Pemuda Tanggap Bencana” di Desa Rancamulya, Kecamatan Pameumpeuk, Kabupaten Bandung. Program yang berlangsung selama delapan bulan ini menyasar Karang Taruna dan kelompok pemuda setempat yang selama ini belum aktif menjalankan fungsi organisasi maupun perannya dalam kesiapsiagaan bencana.
Kegiatan ini dipimpin oleh Imam Budiman, S.IP., M.IPol., selaku ketua tim pelaksana, bersama anggota Drs. Bulbul Abdurachman, S.IP., M.Si., serta tiga mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional, yaitu Fahira Yuki Aulia, Naila Essenza Quraniq, dan Talitha Sani Azmi. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat, yang difasilitasi oleh UPT Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) FISIP Unpas.
Menurut rilis dari FISIP Unpas, sebelum program berjalan, tim pelaksana mengidentifikasi sejumlah persoalan mendasar di tingkat organisasi kepemudaan desa, antara lain tidak aktifnya Karang Taruna, rendahnya partisipasi pemuda dalam agenda kegiatan desa, belum tersedianya sekretariat sebagai ruang legalitas kepemudaan, serta minimnya pelatihan kepemimpinan dasar bagi para pengurus. Kondisi ini dinilai menghambat potensi besar pemuda Kabupaten Bandung — yang jumlahnya mencapai sekitar 612 ribu jiwa untuk kelompok usia 15–24 tahun — untuk berperan sebagai kekuatan sosial dalam pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
Menjawab persoalan tersebut, program ini dirancang melalui dua jalur utama, yakni penguatan kompetensi keorganisasian dan penguatan kompetensi kepemimpinan. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, bimbingan teknis, pendampingan langsung, dan fasilitasi, yang mencakup materi struktur organisasi, penyusunan program kerja, komunikasi, kerja sama tim, mitigasi bencana, kesiapsiagaan darurat, manajemen risiko bencana, hingga simulasi penanganan bencana.
Setelah rangkaian kegiatan berlangsung, tim pelaksana mencatat peningkatan yang cukup signifikan pada dua indikator utama. Tingkat keorganisasian pemuda meningkat dari 20% menjadi 70%, sementara kompetensi kepemimpinan meningkat dari 30% menjadi 80%. Peningkatan ini tercermin dari kemampuan Karang Taruna Desa Rancamulya dalam menyusun kembali agenda kerja, merumuskan standard operating procedure (SOP) sederhana, serta membangun mekanisme kaderisasi kepemimpinan yang lebih partisipatif dan tidak lagi semata bergantung pada penunjukan dari struktur di atasnya.
“Program ini tidak berhenti pada pelatihan satu arah, tetapi diarahkan agar pemuda Desa Rancamulya benar-benar mampu mengelola organisasinya secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus siap berperan aktif dalam kesiapsiagaan bencana di tingkat komunitas,” ujar Imam Budiman selaku ketua tim pelaksana.
Selain peningkatan kapasitas organisasi dan kepemimpinan, program ini turut mendorong penguatan literasi digital di kalangan pemuda, khususnya dalam memanfaatkan media sosial untuk edukasi kebencanaan, koordinasi internal, dan penyebaran informasi kepada masyarakat desa secara cepat. Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, program ini juga menargetkan sejumlah luaran, di antaranya artikel ilmiah, publikasi di media massa daring, dokumentasi video kegiatan, serta Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Tim pelaksana menekankan bahwa keberlanjutan hasil program ini memerlukan dukungan lanjutan dari berbagai pihak. Pendampingan jangka panjang, keterlibatan pemerintah daerah, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta dukungan komunitas dan media dinilai penting agar penguatan organisasi kepemudaan di Desa Rancamulya dapat terus terjaga sebagai ujung tombak kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas
PKM “Pengembangan Keorganisasian Pemuda Tanggap Bencana di Lingkungan Desa Rancamulya, Kecamatan Pameumpeuk, Kabupaten Bandung” dilaksanakan oleh Program Studi Hubungan Internasional, FISIP Universitas Pasundan Bandung, bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Rancamulya sebagai mitra program, di bawah koordinasi UPT Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) FISIP Unpas. ***










Komentar