CIMAHI, TUGUBANDUNG.ID – Untuk membekali siswa dengan keterampilan komunikasi yang relevan di dunia kerja, Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pasundan mengadakan pelatihan public speaking di SMK Pasundan 3 Cimahi, Selasa (18/02/2025).
Acara dibuka secara resmi oleh Dr. H. Rasman Sonjaya, S.Sos., M.Si., mewakili Universitas Pasundan sebagai pendamping dan Kepala Sekolah SMK Pasundan 3 Cimahi. Dalam sambutannya, Dr. H. Rasman Sonjaya, S.Sos., M.Si. menyampaikan pentingnya pelatihan keterampilan non-akademik seperti public speaking sebagai bekal kompetitif menghadapi dunia kerja yang dinamis dan penuh tantangan.
Pelatihan bertajuk “Public Speaking for Ambassador” ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan siswa dalam berbicara di depan umum, terutama dalam konteks wawancara kerja, presentasi profesional, hingga komunikasi interpersonal di lingkungan kerja.
“Public speaking adalah soft skill esensial. Kunci dari kemampuan ini bukan hanya soal berbicara, tapi bagaimana menyampaikan pesan dengan intonasi, artikulasi, penekanan, dan penggalan kalimat yang efektif,” ungkap narasumber PKM, Dr. Almadina Rakhmaniar, S.Psi., M.I.Kom., CPS, CDM
Dalam pemaparannya, Almadina Rakhmaniar mengupas tuntas empat elemen kunci dalam public speaking: intonasi, artikulasi, aksentuasi, dan pemenggalan kalimat. Para siswa juga diajak mempraktikkan latihan seperti membaca “tongue twister,” simulasi artikulasi seperti “1 sate 7 tusuk,” hingga strategi mengelola rasa gugup saat berbicara di depan umum.
Ia juga membagikan teknik pernapasan seperti 478 breathing dan teknik meniup lilin untuk membantu peserta mengelola suara dan ritme saat presentasi. Ia menekankan pentingnya PREP preparation (persiapan), reasons (alasan kuat), dan elaboration (penjelasan dan contoh) dalam menyusun pidato atau presentasi yang meyakinkan.
“Ketika menghadapi momen blank, jangan panik. Hindari filler words, ajak interaksi audiens, ulangi poin sebelumnya, atau langsung lanjut ke poin selanjutnya. Kuncinya adalah tetap percaya diri dan kendalikan panggung,” ujarnya.
Menjelang akhir sesi, kegiatan ditutup dengan ice breaking seru dan pembagian reward bagi peserta paling aktif dan berani tampil di depan. Suasana kelas menjadi hangat dan penuh semangat, menunjukkan tingginya antusiasme siswa untuk terus mengasah kemampuan berbicara mereka.
Para siswa menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan membekali mereka dengan kepercayaan diri yang sebelumnya belum mereka miliki. Mereka berharap pelatihan serupa bisa menjadi program berkelanjutan yang membantu transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja. ***










Komentar