Menu

Mode Gelap

Berita · 5 Jun 2022 18:51 WIB ·

Hadapi ASO, Kreativitas dan Inovasi Lembaga Penyiaran Jadi Kunci

 SUMBER: SHUTTERSTOCK Perbesar

SUMBER: SHUTTERSTOCK

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Stasiun penyiaran televisi di tingkat lokal atau regional  dituntut untuk selalu bersikap visioner dan kreatif ketika program digitalisasi sudah dijalankan komprehensif. Hal ini mutlak karena perkembangan teknologi bergerak sangat pesat.

Hal tersebut disampaikan pengamat dunia penyiaran yang juga guru besar ilmu komunikasi dari Universitas Islam Bandung (Unisba) Prof Dr Atie Rachmiatie, MSi di Bandung, Minggu 5 Mei 2022. Ia dimintai pendapatnya tentang program Analog Switch Off (ASO) yang sekarang sedang berjalan.

“Bisa saja eksistensi televisi free-to-air meski sudah terdigitalisasi akan redup bahkan hilang jika tidak melakukan inovasi seperti beberapa media masa lainnya yang pernah mengalami masa kejayaan. Peluang yang paling besar adalah pada aspekperan baru sebagai stasiun penyiaran yang juga dapat berfokus pada aspek content creation,” ungkap Atie Rachmiatie.

PROF Dr Atie Rachmiatie.*

Atie yang juga menjabat Dekan Fikom Unisba tersebut melanjutkan bahwa potensi kedua adalah menciptakan ekosistem digita terestrial yang memungkinkan perluasan ceruk baru dunia perikalanan, terutama dalam ranah lokal atau regional. “Ini memang memerlukan kolaborasi dan kontribusi semua pihak, terutama kalangan dunia usaha di tingkat lokal dan regional. Maukah kita semua bahu-membahu mendukung kemajuan dunia penyiaran di daerah,” ucapnya.

Atie Rachmiatie juga  berharap langkah revisi Undang-Undang Penyiaran mengikuti perkembangan digitalisasi dapat dijalankan dengan optimal. UU baru harus dapat mengakomodasi kedaulatan ekosistem digital nasiona. Bukan dimonopoli oleh platform global sebagai sekarang terjadi.

“Model bisnis yang baru diharapkan dapat melibatkan lebih banyak industri baru yang turut serta dalam siaran digital, karena sebuah cabang ilmu dapat dipecah menjadi lebih tersegmen sesuai kebutuhan zaman dan perkembangan peradaban manusia,” ungkapnya.

Strategis

Sementara itu, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat Dr Adiyana Slamet kembali menegaskan , ASO ini merupakan kebijakan strategis untuk kemajuan bangsa. “Bagi kami, program ASO ini merupakan kebijakan yang sangat strategis dan bermanfaat besar tidak hanya untuk masyarakat tapi juga untuk kemajuan bangsa,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 341 kabupaten dan kota di Indonesia direncanakan akan berpindah ke siaran televisi digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika  membagi tiga tahapan migrasi itu mulai 30 April 2022 di 56 wilayah layanan siaran di 166 kabupaten dan kota.

Sebanyak 12 kota dan kabupaten di antaranya berada di Jawa Barat. Wilayahnya meliputi Kabupaten Garut, Cirebon, Kuningan, Kota Cirebon, Ciamis, Pangandaran, Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya, Cianjur, Majalengka, dan Sumedang. Karena berbagai kendala, Jawa Barat menggeser pelaksanaan ASO tahap pertama dari semula 30 April 2022 menjadi akhir Juni atau awal Juli 2022,

Tahap kedua ASO paling lambat 25 Agustus 2022 di 31 wilayah layanan siaran di 110 kabupaten dan kota. Sedangkan tahap ketiga pada 2 November 2022 di 25 wilayah layanan siaran di 65 kabupaten dan kota. Siaran televisi digital dikelola oleh lembaga penyiaran atau TVRI dan lembaga penyiaran swasta yang mengelola grup stasiun televisi. ***

 

 

Artikel ini telah dibaca 101 kali

Baca Lainnya

Didepan Warga Ciamis Ono Surono Nyatakan Siap Maju di Pilkada Jabar!

13 Juni 2024 - 05:29 WIB

BSI Umumkan Imbal Hasil Sukuk ESG, 6,65%-6,8% Per Tahun

12 Juni 2024 - 22:26 WIB

Ketua Komisi Informasi Jabar Ikuti Rakornas Komisi Informasi Se-Indonesia

12 Juni 2024 - 18:42 WIB

Bey Janjikan Pembersihan Lautan Sampah di Sungai Citarum Bandung Barat Tuntas Satu Pekan

12 Juni 2024 - 12:41 WIB

Hari Ini, Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Berada di Kota Palu Sulawesi Tengah, Sampaikan Sharing Komunikasi kepada Personel Tiga Institusi Berbeda

12 Juni 2024 - 07:49 WIB

Perbaikan Pipa Selesai, Air Baku dari Cikalong Sudah Dialirkan Kembali

12 Juni 2024 - 07:36 WIB

Trending di Berita