Dampak Perang di Kawasan Timur Tengah Antara AS + Israel vs Iran
PERANG di Timur Tengah antara AS -Israel vs Iran menyebabkan keamanan di kawasan ini dan sekitarnya menjadi tak terjamin disamping perekonomian pun sangat terdampak terlebih industri minyak mentah yang harganya pun membumbung tinggi naik dari 60 dolar as menjadi sekitar 100 dolar AS dan masih mungkin naik lagi bila pengangkutan minyak dengan kapal melalui serat Hormus terancam serangan bom Iran.
Kegiatan olahraga internasional di awasan ini pun terhenti, diantara yang terdampak dua seri GP F1/2026 di Kawasan Timur Tengan, seri ke-4 GP F1 Bahrain (12/4-2026) dan seri ke-5 GP F1 Saudi Arabia (19/4-2026) harus dibatalkan demi keamanan semua pihak yang terlibat. Dengan demikian lomba GP F1/2026 dari semula 24 seri menjadi 22 seri.
Pihak FIA (federasi olahraga mobil internasional) dan panpel GP F1 sepakat kondisi yang bergejolak saat ini di Kawasan Timur Tengah tak memungkinkan kegiatan balap mobil F1 bisa berlangsung karena situasi perang masih bergejolak dan penerbangan ke kawasan ini menjadi tak menentu.
Selain itu lomba balap motor, MotoGP Qatar 2026 jadwal semula 5 April 2026 di undurkan ke 8 November 2026 dengan harapan situasi kondisi perang di Kawasan Timur Tengah sudah reda.

Mercedes Dominasi 2 Seri F1/2026
Sementara pada dua seri pembukaan musim lomba GP F1/2026, tim pabrikan Mercedes-Petronas mendominasi pada GP Australia dan GP Tiongkok. Salah satu pembalapnya asal Italia, Kimi Antonelli (usia 19 tahun) menjuarai seri II GP Tiongkok dan mencatatkan diri sebagai pembalap termuda kedua sepanjang sejarah yang menjuarai GP F1.
Sementara itu juara dunia 7 kali, Lewis Hamilton sejak bergabung dengan Ferrari Tahun 2025 lalu baru kali ini bisa naik podium posisi ketiga pada GP F1 Tiongkok 2026 di sirkuit Shanghai.
Perubahan regulasi teknis mengenai pemakaian tenaga mesin bakar kombinasi mesin Listrik (booster) 50 :50 saat menyusul/melewati lawan menyulitkan bagi sebagian pembalap apalagi dari generasi lebih tua. Selain itu pengurangan kompresi rasio mesin menjadi 16.0 juga menjadi kendala, dimana Mercedes mampu “mengakali” nya dengan mesin tipe baru yang kapasitas CC-nya sama dengan tahun lalu sesuai regulasi 1.600cc namun diketahui saat termperatur mesin naik, kompresi rasio mesinnya bisa meningkat lebih dari 16.0 yang jadi regulasi.
Ditengarai tim pabrikan Mercedes jadi punya “advantage” atas tim lain dengan mesin pabrilkan lain seperti Red Bull Racing yag tahun ini tidak lagi memakai mesin Honda, Ganti memakai Ford. Tim lain seperti McLaren yang memakai mesin Mercedes kemungkinaan mendapat pasokan mesin yang berbeda dengan mesin Mercedes yang dipakai tim pabrikan Mercedes. Terbukti tim Mclaren – Mercedes kesulitan pada dua seri awal GP F1/2026, di Australia McLaren yang juara konstruktor 2025 hanya bisa finis ke-5 sedangkan pada seri II di GP Tiongkok (sirkuit Shanghai Internasional) dua pembalapnya Lando Norris dan Oscar Piastri malah gagal start karena kendala teklnis.
Demikian juga tim Red Bull Racing – Ford, tak mampu bersaing, mantan juara dunia Max Verstappen (Belanda) mengeluh tak bisa bersaing setelah Red Bull Ganti mesin memakai Ford dan adanya regulasi teknis baru yang semakin menyulitkan tim di luar Mercedes dan Ferrari.
Hasil seri I GP F1 Australia 2026
- George Russell (Mercedes- Petronas/Inggris)
- Kimi Antonelli (Mercedes -Petronas/Italia)
- Charles Leclerc (Scuderia Ferrari/Monako)
Hasil seri II GP F1 Tiongkok 2026
- Kimi Antonelli (Mercedes – Petronas/Italia)
- George Russell (Mercedes – Petronas/Inggris)
- Lewis Hamilton (Scuderia Ferrari/Inggris)
Klasemen pembalap s.d. seri II:
- George Russell (Mercedes -Petronas) 51 poin
- Kimi Antonelli (Mercedes – Petronas) 47
- Charles Leclerc (Scuderia Ferrari) 34
- Lewis Hamilton (Scuderia Ferrari) 33
- Oliver Bearman (Haas F1 Ferrari) 17. (Bambang Kunthady)***







Komentar