Menu

Mode Gelap

Berita · 2 Mar 2022 15:44 WIB ·

PLN Bangun GITET 500 kV di Indramayu, Perkuat Keandalan Sistem Jawa-Bali

 GITET 500 kV Indramayu ini juga dipasang salah satu peralatan penting yang mendukung keandalan jaringan 500 kV jalur Utara, yakni shunt reactor. Perbesar

GITET 500 kV Indramayu ini juga dipasang salah satu peralatan penting yang mendukung keandalan jaringan 500 kV jalur Utara, yakni shunt reactor.

INDRAMAYU– Guna memperkuat keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali, PLN tengah membangun Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV. Lokasinya di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Target rampung pada Mei 2021, Proyek Strategis Nasional (PSN) ini telah mencapai progres 85 persen.

“Fungsi dari pembangunan GITET ini adalah sebagai jalur evakuasi daya 500 kV untuk pembangkit IPP baru di jalur utara pulau Jawa untuk masuk ke sistem kelistrikan Jawa-Bali. Meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi industri dan masyarakat. Serta dapat mencegah terjadinya pemadaman meluas pada sistem kelistrikan Jawa-Bali,” ungkap General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah I (UIP JBT I), Octavianus Duha dalam siaran persnya, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, nilai investasi pembangunan GITET ini berkisar Rp 385 miliar dan telah menyerap lebih dari 250 orang tenaga kerja lokal.

Andal dan Aman

Pada GITET 500 kV Indramayu ini juga terpasang peralatan penting yang mendukung keandalan jaringan 500 kV jalur Utara, shunt reactor.

Shunt reactor merupakan komponen penting sebagai penstabil lonjakan tegangan pada jalur transmisi 500 kV. Memiliki panjang, yakni 600 kilometer-route (kmr), mulai dari Tanjung Jati – Batang – Mandirancan – Indramayu – Cibatu. GITET 500 kV Indramayu sendiri berada di tengah sistem kelistrikan Jawa Bali jalur utara, aliran berdaya besar sehingga harus lengkap dengan peralatan-peralatan yang andal dan aman,” jelas Octavianus.

Lebih lanjut, Octavianus menyampaikan bahwa teknologi dalam pembangunan GITET dan Shunt Reactor ini telah sesuai dengan standar konstruksi sistem 500 kV dan dalam pekerjaannya selalu mengutamakan prosedur Kemanan, Kesehatan dan Keselamatan kerja (K3).

“Kami menggunakan beberapa peralatan sesuai standar konstruksi 500 kV seperti penggunaan man lift atau alat bantu bekerja di ketinggian, crane dan alat berat lainnya untuk membantu tenaga kerja memasang peralatan. Setiap pekerjaan juga dengan APD yang lengkap dan sesuai standar,” ujar Octavianus.

Dia menambahkan, proses pembangunan kedua infrastruktur kelistrikan ini juga menghadapi sejumlah tantangan terutama dalam masa pandemi covid-19 .

“Semoga pembangunan GITET dan Shunt Reactor GITET 500 kV PLTU Indramayu dapat diselesaikan tepat waktu dan mendukung sistem kelistrikan Jawa-Bali. Selain itu juga keberadaan proyek ini dapat memberi manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat setempat,” tutup Octa.

Artikel ini telah dibaca 294 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Optimalkan Kehadiran di Provinsi “Nyiur Melambai”, Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Sampaikan Sharing Komunikasi di Tiga Lembaga Berbeda di Sulawesi Utara

24 Juli 2024 - 05:57 WIB

Motivator Kawakan Dr Aqua Dwipayana Kini Berada di Provinsi “Nyiur Melambai” Sulawesi Utara Lanjutkan Safari Sharing Komunikasi di Lingkungan Ditpolairud

24 Juli 2024 - 05:45 WIB

Ratusan Personel TNI Angkatan Laut  Menyimak Sharing Komunikasi dan Motivasi dari Dr Aqua Dwipayana di Kota Bitung, Sulawesi Utara

23 Juli 2024 - 17:56 WIB

MyTelkomsel Hadir Sebagai Super App yang Mudahkan Transaksi, Ini Kelebihannya!

23 Juli 2024 - 17:54 WIB

Program Baktiku Negeriku Telkomsel Manfaatkan Teknologi dan Solusi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi Desa

23 Juli 2024 - 11:17 WIB

Bergerak Bersama Masyarakat Desa Kertasari Tasikmalaya sebagai Kritik Mahasiswa IAIT Terhadap Rezim

23 Juli 2024 - 06:39 WIB

Trending di Berita