KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menghadirkan Sistem Akselerasi dan Evaluasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (SAE PTK), sebuah inovasi berbasis digital untuk memperkuat pembinaan guru secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi hingga kesejahteraan psikologis dan pengembangan karier.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P3TK) Disdik Kota Bandung, Ahmad Asikin, mengatakan SAE PTK dikembangkan untuk menjawab kebutuhan transformasi tata kelola pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), tuntutan regulasi, serta berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.
Berdasarkan hasil Asesmen Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (AKPTK) 2025 terhadap 15.977 guru, masih terdapat pendidik dengan tingkat kompetensi dasar hingga menengah. Kondisi tersebut mendorong Disdik Kota Bandung menyiapkan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru.
“Dari latar belakang tersebut maka bagaimana kita mengembangkan untuk intervensi kekurangan tersebut, sehingga guru yang levelnya menengah ke bawah itu bisa naik level kompetensinya,” kata Ahmad, Jumat (23/10/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah aspek kompetensi masih perlu diperkuat, baik dalam ranah pedagogik maupun profesional. Pada kompetensi pedagogik, misalnya, guru perlu meningkatkan kemampuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Sementara itu, penguasaan konten pembelajaran, penerapan strategi mengajar, serta pemahaman terhadap karakteristik peserta didik menjadi bagian dari kompetensi profesional yang terus dikembangkan.
Selain peningkatan kompetensi, SAE PTK juga memperhatikan kesejahteraan psikologis guru. Hasil skrining sederhana menunjukkan adanya pendidik yang terindikasi mengalami masalah kesehatan mental dengan tingkat keparahan beragam sehingga membutuhkan pendampingan.
Karena itu, pembinaan guru melalui SAE PTK tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja, tetapi juga pada dukungan terhadap kesejahteraan psikologis agar pendidik dapat menjalankan tugas secara optimal.
Kebutuhan sistem pembinaan terintegrasi ini semakin besar karena Disdik Kota Bandung membawahi sekitar 2.052 satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP, dengan jumlah sekitar 19.053 pendidik dan tenaga kependidikan.
Menjangkau seluruh PTK melalui pelatihan tatap muka membutuhkan waktu dan biaya yang besar. SAE PTK pun dikembangkan dalam bentuk aplikasi daring agar proses pembinaan dapat menjangkau lebih banyak pendidik secara lebih efisien.
“Hadirnya SAE PTK ini agar para guru bisa meningkatkan sesuai kebutuhan kompetensinya kemudian bisa menyentuh seluruh pendidik yang ada di Kota Bandung tanpa harus melakukan pelatihan secara tatap muka, karena sistemnya dirancang secara online berupa aplikasi,” jelas Ahmad.
Melalui platform tersebut, profil kompetensi setiap PTK dapat dipetakan berdasarkan hasil AKPTK. Guru yang membutuhkan penguatan dapat mengikuti pembelajaran melalui Learning Management System (LMS), dengan modul digital yang disesuaikan dengan kebutuhan peningkatan kompetensi masing-masing.
SAE PTK memiliki empat pilar utama, yakni Competency Development, Performance Monitoring, Teacher Well-being, serta Talent & Career Management. Keempatnya mengintegrasikan pengembangan kompetensi, pemantauan kinerja, kesejahteraan psikologis, serta pengelolaan talenta dan karier dalam satu sistem.
Pada tahap awal, implementasi SAE PTK melibatkan 1.394 guru dari 40 sekolah percontohan (piloting). Pelaksanaan ini menjadi langkah awal untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pendidik.
“Melalui empat pilar ini, SAE PTK menjadi platform yang mengintegrasikan kompetensi, kinerja, kesejahteraan psikologis, dan pengembangan karir dalam satu sistem yang saling terhubung,” pungkasnya.***







Komentar