LEMBANG (TUGUBANDUNG.ID) – DHIS Secondary Lembang semakin mempertegas posisinya sebagai sekolah berstandar global dengan pendekatan pendidikan berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Melalui implementasi STEM Learning, penyelenggaraan STEM Exhibition Project, hingga partisipasi aktif dalam STEM Competition, sekolah ini konsisten melahirkan inovasi sekaligus prestasi gemilang.
Tahun 2024 menjadi tonggak bersejarah ketika DHIS Secondary Lembang berhasil meraih Juara Nasional kompetisi STEM dan terpilih sebagai perwakilan resmi Indonesia pada ajang bergengsi dunia The 8th Belt & Road Teenager Maker Camp & Teacher Workshop di China.
Acara ini diselenggarakan oleh China Association for Science and Technology (CAST) bersama Ministry of Science and Technology of the People’s Republic of China (MOST) dan People’s Government of Yunnan Province.
Ajang tersebut mempertemukan pelajar terbaik dari negara-negara Belt & Road Initiative untuk berbagi inovasi, berkolaborasi dalam riset, serta menampilkan proyek-proyek teknologi masa depan.
Memasuki 2025, DHIS Secondary Lembang kembali meraih prestasi dengan dua pencapaian penting. Tim SMA yang terdiri dari Andhika, Benito, Luqman, dan Ihsan (kelas 12) mewakili Indonesia dalam World GreenMerch Competition 2025 di Taiwan, kompetisi global yang menekankan inovasi ramah lingkungan dan produk berkelanjutan.
Tim SMP diwakili Ghazi dan Azhar meraih Juara 1 Nasional STEM Creativity Competition 2025 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, sekaligus memastikan diri sebagai wakil Indonesia dalam 19th International Mathematical Science Creativity Competition (IMSCC) 2025 di Gyeonggido Business & Science Accelerator (GBSA), Korea Selatan.
Kepala Sekolah DHIS Secondary Lembang, Ilyas Nasruloh, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian para siswa:
“Ini adalah bukti nyata bahwa pendekatan STEM yang kami terapkan telah membekali siswa dengan keterampilan abad 21: berpikir kritis, kolaboratif, inovatif, dan global. Kami berkomitmen untuk terus menjadi sekolah yang mendorong siswa bukan hanya untuk berprestasi, tetapi juga memberi dampak nyata di dunia,” katanya.
Dengan capaian berturut-turut selama dua tahun terakhir, DHIS Secondary Lembang kian mantap menjadi pelopor pendidikan berbasis STEM di Indonesia. Komitmen ini sekaligus memperlihatkan kesiapan sekolah dalam menyiapkan generasi muda Indonesia untuk bersaing di tingkat global.***







Komentar