Menu

Mode Gelap

Berita · 22 Agu 2022 07:08 WIB ·

Edukasi Lingkungan dengan Metode “Transect Walk” di Desa Sanca, Ciater, Subang

 KEGIATAN Asesmen Kesehatan Lingkungan di Desa Sanca Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, 15 Maret 2022.* Perbesar

KEGIATAN Asesmen Kesehatan Lingkungan di Desa Sanca Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, 15 Maret 2022.*

SUBANG (TUGUBANDUNG.ID) – Tim Dosen dan Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, 15 Maret 2022 lalu.

Kecamatan Ciater Kabupaten Subang menjadi salah satu objek mitra kerjasama FISIP Universitas Pasundan Bandung. “Bentuk kerjasama yang dilakukan adalah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Kegiatan PkM dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Unpas. Lokasi yang menjadi objek kegiatan PkM adalah Desa Sanca Kecamatan Ciater Kabupaten Subang,” demikian disampaika Dekan FISIP Unpas Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Drs. H. Sumardani, M.Si, di sela-sela kegiatan PKM.

Pada kegiatan tersebut, beberapa dosen dan mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial terbagi ke dalam beberapa kelompok dengan mengusung tema masing-masing. Langkah awal yang dilakukan adalah kontak awal yang meliputi pemberian informasi kepada pemerintahan Desa Sanca dan pengumpulan informasi mengenai kondisi lingkungan masyarakat Desa Sanca. Setelah informasi terhimpun kemudian ditentukan beberapa tema yang menjadi kegiatan masing-masing kelompok.

Salah satu kelompok kegiatan PKM tersebut terdiri dari Dr. Riany Laila Nurwulan, M.Si, Dr. Abu Huraerah, M.Si, dan dua orang mahasiswa yaitu Zilda Dzikriya dan Aria Andika. Tim PKM tersebut mengusung tema “Edukasi Kesehatan Lingkungan”. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Sebagian besar masyarakat Desa Sanca bekerja sebagai petani. Selain itu, Desa Sanca merupakan Desa Wisata karena di antaranya terdapat objek wisata Curug Bentang dan Kampung Adat Banceuy,” ungkap pembimbing PKM, Dr Abu Huraerah.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Balai Desa Sanca mulai pukul 10.00 yang dibuka oleh Wakil Dekan FISIP Unpas Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Drs. H. Sumardani, M.Si. dan Kepala Desa Sanca, serta dihadiri para peserta kegiatan yang terdiri Ketua RT, Ketua RW, pengurus LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), tokoh masyarakat, tokoh adat, Kader PKK dan Posyandu, serta tokoh pemuda.

Transect Walk

Metode Transect Walk digunakan oleh tim PKM tersebut. “Transect ini adalah salah satu metode dari Participatory Rural Appraisal (PRA). Bisa juga dikatakan sebagai pendekatan, metode ataupun teknik, karena memang di dalamnya terdapat unsur-unsur itu. Unsur-unsur tersebut seperti beberapa teknik- teknik identifikasi, pengukuran dan pelibatan masyarakat secara partisipatif,” kata Dr Abu Huraerah menguraikan.

SALAH seorang warga menyampaikan peta dan potensi wilayah dengan teknik “Transect Walk”.*

Sebagai pembuka kegiatan, peserta terlebih dahulu dilibatkan dalam permainan (game), guna menjalin keakraban antara tim pelaksana kegiatan dengan peserta agar peserta lebih mudah mengikuti kegiatan asesmen kesehatan lingkungan dengan menggunakan teknik Transect Walk.

Teknik Transect Walk dilaksanakan dengan cara membagi peserta ke dalam dua kelompok. Masing-masing kelompok diminta untuk berdiskusi dan menggambarkan peta kondisi lingkungan di wilayah mereka masing-masing selama 30 menit. Setelah itu, ketua kelompok mempresentasikan berbagai hal penting yang terdapat dalam gambar tersebut serta disaksikan oleh semua peserta dan tim pelaksana kegiatan, dan dilakukan tanya-jawab. Selanjutnya, disimpulkan terkait dengan masalah, kebutuhan, dan potensi yang terdapat di lingkungan tersebut.

Hasil asesmen menunjukkan terdapat beberapa masalah yaitu kurang terawatnya lingkungan seperti saluran air kotor yang tidak lancar dan kurangnya tempat sampah. Hal ini membuat masyarakat  membuang sampah sembarangan, seperti ke sungai dan halaman rumah, serta masih rendahnya kepedulian masyarakat dalam kebersihan lingkungan. Kondisi seperti ini berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

“Hasil asessmen ini dapat dijadikan sebagai dasar bagi tim pelaksana kegiatan PKM untuk menentukan rencana tindak lanjut. Rencana tindak lanjut yang perlu dilakukan antara lain pendampingan dalam edukasi kesehatan lingkungan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan lingkungan dan pemberian bantuan alat untuk kebersihan lingkungan,” kata Abu Huraerah.***

 

Artikel ini telah dibaca 299 kali

Baca Lainnya

Keren, Ada Tempat Nugas dan Nongkrong Ideal untuk Mahasiswa di Bandung Timur

21 Februari 2024 - 10:45 WIB

PT. INTI Catatkan Penghematan Fixed Cost Lebih dari 30 Persen

21 Februari 2024 - 09:18 WIB

Vuelta Andalucia Ke-70/2024: Petugas Sibuk Atasi Aksi Protes Petani, Lomba Hanya Bisa Satu Etape

21 Februari 2024 - 05:47 WIB

Satpol PP Beri Edukasi, Terduga Pembuang Sampah ke Sungai Cipamokolan Beri Klarifikasi

20 Februari 2024 - 22:17 WIB

Pemkot Bandung Pastikan Beras SPHP Sudah Masuk Toko Ritel

20 Februari 2024 - 19:47 WIB

Dua Polisi Aktif di Dua Polres Berbeda Terlibat Pencurian dengan Kekerasan

20 Februari 2024 - 17:53 WIB

Trending di Berita