Menu

Mode Gelap

Didaktika · 25 Mei 2022 00:42 WIB ·

Wagub Jabar Dorong Petani Generasi Zilenial Mampu Bangkitkan Jawa Barat Swasembada Pangan

 Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (Foto: Apun).* Perbesar

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum. (Foto: Apun).*

KABUPATEN SUMEDANG (TUGUBANDUNG.ID) – Pendidikan di bidang pertanian cenderung kurang diminati masyarakat. Umumnya masyarakat meminati pendidikan bidang teknologi informasi. Padahal, bidang pertanian sangat penting karena mengemban kelangsungan ketersediaan pangan untuk masa yang akan datang.

Demikian disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat menjadi Pembina Apel Pagi, di SMK Pertanian Pembangunan Negeri (PPN) Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Selasa (24/5/2022).

Pak Uu –sapaan akrab Wagub—menuturkan, siswa sekolah pertanian merupakan generasi langka yang akan menentukan kebangkitan swasembada pangan Jabar di masa depan sebagai calon-calon petani Zilenial atau  generasi Z, yakni mereka yang lahir tahun 1997 hingga tahun 2012.

“Saya bangga adik-adik menjadi siswa SMK PPN karena tak banyak orang yang melirik bidang pertanian. Kebanyakan fokus pada industri teknologi,” ujar Uu.

“Padahal kita manusia tidak makan handphone canggih, gedung beton, atau mobil mengkilap, tapi kita makan hasil petani. Kalian adalah generasi langka,” tuturnya.

Pak Uu memaparkan, Jabar menghadapi permasalahan genting di bidang pertanian, diantaranya regenerasi petani yang semakin menurun, menyempitnya lahan pertanian, hingga citra petani di mata masyarakat yang tak kunjung membaik.

Menurutnya, permasalahan ini diduga yang menjadikan Jabar terdorong mundur ke posisi ketiga sebagai penyumbang beras nasional. Sebelumnya, Jabar selalu di posisi pertama.

“Masalah pertanian kita saat ini adalah regenerasi petani yang semakin menurun, serta menyempitnya lahan pertanian. Petani sekarang anak-anaknya sudah tidak ada yang mau jadi petani,” sebut Uu.

“Sebelumnya, Jabar mempunyai 1,1 juta hektar lahan pertanian. Yang terbaru saat dicek hanya tinggal sekitar 900.000 hektar tanah basah milik Jabar untuk pertanian. Sekarang Jabar juga tergeser ke posisi tiga penyumbang beras nasional,” paparnya.

Untuk itu, Uu berpesan agar pelajar SMK Pertanian terus mengasah diri dan mempersiapkan kemampuannya, sehingga lebih siap menjawab tantangan mengembalikan Jabar sebagai juara swasembada pangan di Indonesia.

Ia juga berpesan agar siswa harus memegang kunci kesuksesan, yakni menguasai teknologi dan media sosial, terbiasa dalam berorganisasi, pererat silaturahmi dengan rekan-rekan, menguasai teknik berbicara di depan umum, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan.

“Pandangan masyarakat umumnya, bahwa petani adalah orang miskin. Ini bisa kita jawab dengan kegigihan para siswa sebagai kaum Zilenial, dengan lahirnya ahli-ahli pertanian masa depan,” harap Uu.

“Ingat, kunci kesuksesan adalah kuasai teknologi, latih berorganisasi, perluas relasi dengan silaturahmi, latih kemampuan public speaking, sempurnakan dengan keimanan dan ketaqwaan,” pungkasnya.***

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ikuti Stem Camp Darul Hikam, Ratusan Siswa se-Jabar Asah Kreativitas

19 Februari 2024 - 22:37 WIB

Mimbar Gagasan dan Pernyataan Sikap: Kesaksian Gunung Djati!

10 Februari 2024 - 09:41 WIB

Peringati Isra Mi’raj, Ratusan Siswa TK Darul Hikam Bandung Jalan Kaki ke Dago

10 Februari 2024 - 06:46 WIB

Kreativitas Mahasiswa Fasilkom UBJ Mengintegrasikan Wisata GeoPark Bayah Dome Melalui Aplikasi SITAMAN BUMI

25 Januari 2024 - 15:56 WIB

4000 Peserta Akan Meriahkan Darul Hikam Run 2024

23 Januari 2024 - 16:36 WIB

Tahun Ajaran Baru Sudah Dekat, Ini Tips Memilih Sekolah untuk Anak!

16 Januari 2024 - 11:49 WIB

Trending di Berita