KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Pagi yang sejuk di kawasan Dago menjadi saksi bisu kekhidmatan ratusan siswa dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Bertempat di Masjid Al-Ihsan Darul Hikam, sebanyak 216 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SD 1 Darul Hikam berkumpul untuk mengikuti agenda tahunan Pekan Murajaah, sebuah program unggulan yang dirancang untuk memperkuat hafalan dan kedekatan spiritual siswa terhadap Al-Quran.
Program ini bukan sekadar ujian rutin, melainkan sebuah bentuk apresiasi terhadap perjalanan panjang para siswa dalam menghafal Al-Quran selama satu tahun terakhir. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SD 1 Darul Hikam, Ayat Hidayati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari asesmen kurikulum Tahfidz sekolah.
“Alhamdulillah anak kami ada yang sudah mencapai 17 juz di kelas 6, jauh dari target kami yang asalnya 4 juz,” ungkap Ayat Hidayati di sela-sela kegiatan di Masjid Al-Ihsan Darul Hikam, Senin, (20/4/2026).
Capaian luar biasa ini menjadi bukti bahwa metode pembelajaran yang diterapkan mampu mendorong siswa melampaui batas kemampuan standar mereka. Selama dua pekan ke depan, para siswa akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyetorkan hafalan mereka secara intensif. Proses ini dilakukan dengan teliti sebelum nantinya mereka dinyatakan lulus untuk mengikuti tahap selanjutnya, yakni Tes Munaqosyah yang akan dihadiri oleh orang tua serta penguji ahli dari tim internal dan Majelis Pendidikan Darul Hikam (MPDH).
Menariknya, semangat menghafal ini tidak hanya didominasi oleh kelas atas. Tahun ini, sebanyak tujuh siswa kelas 1 sudah mulai menunjukkan keberaniannya mengikuti Pekan Murajaah. Ayat Hidayati menekankan bahwa tujuan besar dari program ini adalah pembentukan karakter jangka panjang.
“Pekan Murajaah ini diharapkan membuat anak-anak senantiasa termotivasi untuk berinteraksi dengan Al-Quran dan menjaga hafalannya,” tambahnya.
Namun, Ayat Hidayati juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang anak dalam menjaga hafalan tidak bisa bertumpu pada sekolah semata. Sinergi antara guru dan orang tua menjadi kunci utama.
“Dalam proses menjaga hafalan ini kami memerlukan kolaborasi dari orang tua, tidak hanya di sekolah tetapi di rumah pun Ayah Bunda bisa memotivasi anak-anak,” tegasnya mengenai pentingnya dukungan keluarga.
Sebagai penutup, Ayat memberikan pesan motivasi yang sangat menyentuh bagi seluruh siswa. Pesan ini sekaligus menjadi pengingat akan kemuliaan bagi para penghafal Al-Quran di akhirat kelak.
“Anak-anak hebat, semangat terus untuk memurajaah hafalannya, setorkan hafalan yang terbaik. Insyaallah kalian adalah calon-calon hafiz-hafizah yang akan memberikan mahkota kepada orang tua kalian di surga nanti,” pungkasnya.***







Komentar