Menu

Mode Gelap

Berita · 7 Jun 2022 19:33 WIB ·

Analog Switch Off Berpotensi Hadirkan Bidang Pekerjaan Baru

 (KOMINFO.GO.ID)RAPAT Koordinasi antara Kementerian Kominfo dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kepala Daerah mengenai Data Rumah Tangga Miskin dalam rangka Migrasi TV Analog ke TV Digital, yang berlangsung secara virtual dari Jakarta Pusat, Jumat (03/06/2022).* Perbesar

(KOMINFO.GO.ID) RAPAT Koordinasi antara Kementerian Kominfo dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kepala Daerah mengenai Data Rumah Tangga Miskin dalam rangka Migrasi TV Analog ke TV Digital, yang berlangsung secara virtual dari Jakarta Pusat, Jumat (03/06/2022).*

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan penyelenggara multipleksing sangat dibutuhkan untuk mempercepat pelaksanaan Analog Switch Off  atau ASO 2022.

Dalam keterangan pers yang dikutip dari situs Kemenkominfo pada Selasa 7 Juni 2022, pada Rapat Koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kepala Daerah mengenai Data Rumah Tangga Miskin dalam rangka Migrasi TV Analog ke TV Digital, yang berlangsung secara virtual dari Jakarta Pusat, Jumat (03/06/2022), Menkominfo meminta perusahaan penyelenggara multipleksing untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait lainnya, terutama dalam distribusi bantuan Set-Top-Box (STB) bagi keluarga miskin.

“Karena fase-fase berikutnya kita akan lakukan Analog Switch Off juga. Saya minta mulai mendiskusikannya sekaligus memberikan tantangan kepada perusahaan-perusahaan televisi. Apa mungkin ASO dilakukan dari ibukota? Selama ini yang kita lakukan dari periferal atau pinggir. Kita bisa melakukan dari pinggir dan dari tengah, sehingga ini akan kita lakukan bersama-sama,” kata Menkominfo Johnny G Plate.

Menurut Menteri Johnny, koordinasi yang ketat diperlukan, salah satunya berkaitan dengan ketersediaan data penerima yang sangat krusial. Menkominfo menilai apabila hal itu telah dilaksanakan maka digitalisasi penyiaran nasional akan menjadi mudah.

“Makin cepat, makin baik. Pak Sekjen Kemendagri, saya harapkan bahwa ini kalau bisa nanti setelah rapat ini langsung dibentuk timnya dan bisa langsung koordinasi untuk memasukkan data-data yang bisa diberikan kepada nanti yang menyediakan STB untuk melakukan distribusinya lebih cepat,” tandasnya.

Menteri Johnny menyatakan saat ini seluruh perangkat televisi yang dimiliki masyarakat belum sepenuhnya digital. Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan untuk menyediakan perangkat STB agar perangkat televisi analog atau tabung dapat menerima layanan siaran televisi digital.

Menurut Menteri Johnny, Lembaga Penyiaran Swasta akan menyediakan perangkat berjumlah sekitar 4,2 juta STB. “Ketersedian 5,2 juta unit ini harus kita pastikan cukup bagi kebutuhan STB untuk televisi-televisi masyarakat miskin yang belum digital,” harapnya. Sedangkan bagi masyarakat yang tidak dikategorikan sebagai keluarga miskin, Menkominfo menyatakan penyediaan perangkat STB untuk televisi yang belum digital itu dilakukan dengan pengadaan sendiri.

Peluang baru

Sementara itu, setidaknya akan terdapat 240.000 lapangan kerja baru saat transformasi televisi analog ke televisi digital. Salah satu bidang yang paling dibutuhkan adalah profesi kreator konten yang nantinya akan menjadi bagian dari industri TV digital. 

Demikian terungkap dari Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion) “Sosialisasi Program Analog Switch Off (ASO) 2022: Migrasi TV Analog ke Siaran Digital” kerjasama Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat di Aula Kampus FISIP Unpas Jalan Lengkong Besar Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Anggota KPID Jabar Roni Tabroni mengungkapkan ada sisi positif dan negatif dari hadirnya digitalisasi. Akan tetapi, jauh lebih banyak manfaat alih-alih mudarat di baliknya. “Misalnya saja dari sisi lapangan pekerjaan. Memang, ada yang terdisrupsi tapi juga banyak akan hadir peluang-peluang baru dalam berbagai sektor. Potensi ini sejatinya bisa membantu dalam mengurangi pengangguran. Sebab, akan ada profesi baru yang bisa dijalani warga Jawa Barat ke depan,” kata Roni menguraikan.

Ia mengutip data yang pernah disampaikan dari hasil riset bahwa terdapat potensi  240.000 lapangan kerja baru saat transformasi televisi analog ke siaran digital Indonesia. “Bidang yang paling banyak yang dibutuhkan adalah profesi kreator konten atau content creator yang nantinya akan menjadi bagian dari industri TV digital. “Dengan transformasi digital akan lahir profesi-profesi baru yang diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru. Hal ini tentu akan bisa mengkompensasi disrupsi yang terjadi pada beberapa sektor lainnya,” ucapnya. ***

 

Artikel ini telah dibaca 49 kali

Baca Lainnya

Puting Beliung Terjang Jatinangor Sumedang, BPBD Langsung Lakukan Asesmen

21 Februari 2024 - 19:53 WIB

Revitalisasi Bahasa Daerah, Tingkatkan Antusiasme Masyarakat Menggunakan Bahasa Ibu.

21 Februari 2024 - 19:19 WIB

AMSI Harapkan Perpres Publishers Rights Dorong Ekosistem Bisnis Media Jadi Lebih Baik

21 Februari 2024 - 18:00 WIB

Cek cok dengan Istri, Pelaku Bacok Adik Ipar Karena Tidak Mau Membantu Meredam Pertengkaran Rumah Tangga

21 Februari 2024 - 16:19 WIB

Kembali, Belum Sepekan Ribuan Botol Miras Ditemukan Di Sebuah Kios Di Kawasan Guntur Garut

21 Februari 2024 - 15:59 WIB

Harga Beras Di Sejumlah Pasar Tradisional Mahal Di Beberapa Swalayan Stok Tidak Ada

21 Februari 2024 - 15:16 WIB

Trending di Berita