KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Gelaran Pocari Sweat Run Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi turut mendorong aktivitas ekonomi dan perkembangan sport tourism di Kota Bandung.
Pemerintah Kota Bandung melihat berbagai event olahraga yang digelar di kota ini memiliki efek berantai terhadap perekonomian, terutama karena mendatangkan peserta dan pengunjung dari luar daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam Lunch Gathering Pocari Sweat Run 2026 di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026).
Pemkot Bandung berkomitmen terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga sebagai bagian dari pengembangan pariwisata olahraga sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Menurut Pemkot Bandung, Bandung dalam beberapa tahun terakhir semakin aktif menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga, baik berskala nasional maupun internasional.
“Event olahraga tidak sekadar event. Percaya atau tidak, tahun lalu kita menjadi tuan rumah kejuaraan internasional bridge. Yang datang sekitar 900 orang,” kata Farhan.
Ia mencontohkan kejuaraan bridge yang meski berlangsung dengan karakter pertandingan yang relatif tenang dan tidak banyak mendapat perhatian publik, tetap memberikan dampak ekonomi karena mendatangkan ratusan peserta.
“Ketika mereka bermain bridge harus tenang, makanya orang tidak banyak tahu. Tetapi itu menciptakan pergerakan ekonomi,” ujarnya.
Agenda olahraga di Bandung juga diperkirakan semakin padat. Selain Pocari Sweat Run Indonesia, Bandung akan menjadi salah satu daerah yang terlibat dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat. Pada Desember 2026, Bandung juga dijadwalkan menjadi lokasi Jambore Sepeda Lipat Nasional.
“Bandung akan semakin ramai menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga, baik yang kompetitif maupun yang berbentuk sport tourism,” ucapnya.
Pocari Sweat Run Indonesia sendiri telah hadir di Bandung sejak 2017. Dalam dua tahun terakhir, Pemkot Bandung turut terlibat langsung dalam penyelenggaraan melalui kolaborasi dengan pihak penyelenggara.
Di sisi lain, Pemkot Bandung menaruh perhatian pada aspek keamanan peserta selama pelaksanaan Pocari Sweat Run 2026, terutama bagi pelari yang menggunakan masjid di sepanjang rute untuk melaksanakan salat Subuh.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, terdapat laporan mengenai dua pelari yang kehilangan sepatu setelah menunaikan salat Subuh sehingga tidak dapat melanjutkan lomba.
“Saya sangat terkesan karena pengamanan masjid sangat baik. Beberapa bulan lalu ada dua pelari yang menangis karena tidak bisa mengikuti lomba karena sepatunya hilang setelah salat Subuh. Menurut saya, itu tidak boleh terjadi lagi,” kata Farhan.
Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, Pemkot Bandung telah mengoordinasikan camat, lurah, serta Linmas di wilayah yang berada di sekitar lintasan lomba.
Seluruh unsur kewilayahan diminta memastikan keamanan barang milik peserta yang menggunakan fasilitas masjid selama kegiatan berlangsung.
“Selama dua hari ini, kalau ada peserta yang menumpang salat di masjid, tidak boleh ada satu pun barang yang hilang,” jelasnya.
Pemkot Bandung dan penyelenggara juga telah mengidentifikasi sejumlah titik yang perlu mendapat perhatian khusus atau pinch point selama lomba berlangsung. Penyesuaian rute telah dilakukan, meski sebagian besar lintasan lama tetap digunakan.
Peserta juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat melewati sejumlah persimpangan, termasuk kawasan di bawah jalan layang.
Selain keamanan, interaksi antara pelari dan pengguna jalan juga menjadi perhatian. Komunikasi antara peserta, marshal, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga kelancaran kegiatan.
“Para pelari juga saya lihat berinteraksi dengan para pengendara dengan baik. Kekhawatiran bahwa marshal akan ikut emosi juga tidak terjadi,” tuturnya.***












Komentar