KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – SD 1 Darul Hikam bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung dan Laskar Darul Hikam menggelar edukasi serta simulasi mitigasi bencana, Jumat (23/10/2026). Kegiatan di lingkungan sekolah yang berlokasi di Dago, Kota Bandung, ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan siswa dan guru dalam menghadapi situasi darurat, khususnya potensi gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang.
Melalui sosialisasi dan simulasi, siswa dibekali pengetahuan mengenai langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi. Sementara itu, para guru mendapatkan pemahaman tentang prosedur pendampingan siswa, penanganan kondisi darurat, hingga proses evakuasi menuju titik kumpul yang aman.
Tim Humas dan Media BPBD Kota Bandung, Iqbal Fadillah Muhammad Noerman, mengatakan edukasi kebencanaan sejak usia sekolah penting untuk membangun kebiasaan yang dapat berkembang menjadi budaya sadar bencana.
“Karena kita membutuhkan yang namanya kebiasaan, ya. Kebiasaan atau nanti menjadi budaya akan sadar bencana,” ujar Iqbal.
Ia menjelaskan, pemahaman tentang mitigasi bencana perlu disertai latihan secara berkelanjutan agar siswa mampu menerapkan langkah penyelamatan diri ketika menghadapi keadaan darurat. Salah satu teknik yang diperkenalkan adalah drop, cover, and hold on, yaitu merendahkan tubuh ke posisi aman, berlindung di bawah tempat yang kokoh, serta berpegangan hingga guncangan berhenti.
“Kami ingin semua dari guru ataupun murid-murid atau siswa bisa akhirnya terbiasa melakukan drop, cover, and hold on,” jelasnya.
Selain teknik perlindungan diri, siswa juga diingatkan untuk tetap tenang dan tertib selama proses evakuasi. BPBD Kota Bandung memperkenalkan prinsip BBMK sebagai panduan menghadapi bencana, yakni tidak berisik, tidak berlari, tidak mendorong, dan tidak kembali ke lokasi berbahaya.
“Baik, anak-anak. Ketika bencana alam terjadi, maupun itu terjadi gempa, terjadi kebakaran, terjadi banjir, longsor, ataupun tsunami, ingat BBMK: Tidak berisik, Tidak berlari, Tidak mendorong, Dan tidak kembali,” tutur Iqbal.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD 1 Darul Hikam, Ayat Hidayati, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi bencana. Potensi bencana di Kota Bandung, termasuk ancaman gempa yang berkaitan dengan Sesar Lembang, menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi kebencanaan diberikan sejak dini.
“Nah, alasan kenapa kegiatan mitigasi bencana ini dilakukan, salah satunya karena maraknya bencana alam yang terjadi di Kota Bandung, dan salah satunya Kota Bandung itu rawan banget Sesar Lembang, dan anak-anak perlu edukasi untuk melakukan tanggap bencana ini, gitu ya,” ungkap Ayat.
Menurut Ayat, edukasi tidak hanya diberikan kepada siswa, tetapi juga kepada guru. Para pendidik perlu memahami cara mendampingi siswa saat bencana terjadi, membantu mereka tetap tenang, serta mengarahkan proses evakuasi sesuai prosedur keselamatan.
“Untuk edukasi tanggap bencana ini tidak hanya pada siswa, tapi kami pun melakukan edukasi terhadap guru. Jadi, hari ini guru-guru pun sama diberi edukasi oleh tim BPBD Kota Bandung terkait bagaimana penanganan ke siswa ketika terjadi bencana di sekolah, gitu ya,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, SD 1 Darul Hikam berharap seluruh warga sekolah semakin siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Latihan dan pemahaman yang diberikan diharapkan membantu siswa dan guru mengambil tindakan yang tepat, menjaga ketertiban, serta mengutamakan keselamatan ketika situasi darurat terjadi.
“Dan harapannya dengan adanya ini, anak-anak, anak-anak dan guru tentunya bisa lebih siap lagi ketika memang ada bencana terjadi, seperti itu mungkin,” pungkas Ayat.***







Komentar