Menu

Mode Gelap

Feature · 21 Mar 2022 09:24 WIB ·

Ridwan Kamil Titip Pesan Ini Saat Menemui Warga Sunda di NTB

 Ridwan Kamil di Grand Royal BIL Hotel, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/3/2022) malam.  Perbesar

Ridwan Kamil di Grand Royal BIL Hotel, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/3/2022) malam. 

TUGUBANDUNG.ID – Ridwan Kamil menyempatkan diri menemui warga Sunda di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Berbagi kebahagiaan lantaran produk UMKM Jawa Barat terjual habis di arena Mandalika Experience Expo. Ridwan Kamil menuturkan produk UMKM karya santri yang mengikuti program One Pesantren One Produk (OPOP) telah menarik minat pembeli. 

Di hadapan warga Sunda, Gubernur Jawa Barat itu membeberkan selama kepemimpinanya kemajuan Provinsi Jawa Barat terasa kebermanfaatannya termasuk dalam kondusivitas.

“Hari ini, saya membawa berita baik UMKM Jabar laku dan kuliner pun laku. Setengahnya hasil karya santri melalui produk One Pesantren One Product  (OPOP). Jabar juga selama tiga tahun banyak kemajuan bahkan indeks kondusivitasnya naik dari 83 persen ke 88 persen,” kata Kang Emil — sapaan akrabnya — di Grand Royal BIL Hotel, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (20/3/2022) malam.

Gubernur bercerita tentang kemajuan berbagai infrastruktur dan kondisi sumber daya manusia di Jabar. Ridwan Kamil dinobatkan sebagai Bapak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Indonesia, dikarenakan jumlah desa di Jawa Barat semakin banyak yang maju mandiri.

Kang Emil menitipkan pesan kepada warga Sunda yang tinggal di NTB. Hidup itu harus silih asih silih asah silih asuh dan silih wawangi. Karena sejatinya, warga Sunda itu tidak pernah menimbulkan kegaduhan di mana pun berada.

“Pesan saya kepada bapak dan ibu, saya mendengar orang Sunda khususnya dari Jawa Barat tidak pernah mendengar satu pun coretan merah. Harus silih asih silih asuh silih asah dan silih wawangi. Silih wawangi itu artinya, bicaralah yang baik atau diam,” katanya.

Selain itu, warga Sunda harus bisa menjaga nama baik Jawa Barat. Demi mewujudkan hal itu, Kang Emil meminta warganya untuk someah hade ka semah.

“Titipan saya itu sing someah hade ka semah saling kompromi, hade goreng ku basa. Karena warga Sunda di Lombok sedang jadi musafir dalam jangka waktu yang panjang,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Novelet Religi “Sang Tokoh”: Debat di KPK (17)

31 Maret 2024 - 06:11 WIB

Novelet Religi “Sang Tokoh”: Panggilan dari KPK (16)

31 Maret 2024 - 05:51 WIB

Novelet Religi “Sang Tokoh”: Laporan Pengemar (15)

29 Maret 2024 - 04:39 WIB

Novelet Religi “Sang Tokoh”: Bukti Menohok (14)

26 Maret 2024 - 15:34 WIB

Novelet Religi “Sang Tokoh”: Tas Hermes dan Paket Misterius (13)

25 Maret 2024 - 21:04 WIB

Novelet Religi “Sang Tokoh”: Keindahan Tari Kecak (12)

25 Maret 2024 - 20:43 WIB

Trending di Feature