Puncak Pekan QRIS Nasional 2026, QRISKeun The Hallway Space di Bandung

Puncak Pekan QRIS Nasional 2026, QRIS-keun The Hallway Space, Wujudkan ‘QRIS-na Hiji, Mangpaatna Réa’

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – QRISKeun The Hallway Space menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 di Jawa Barat. Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan ini menghadirkan pengalaman transaksi digital yang semakin dekat dengan keseharian masyarakat, melalui berbagai aktivitas interaktif. Masyarakat diajak  merasakan bahwa pembayaran digital telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari yang praktis, cepat, aman, dan inklusif.

“Pekan QRIS Nasional menjadi momentum untuk semakin mendekatkan QRIS kepada masyarakat. Melalui semangat QRIS-na Hiji, Mangpaatna Réa, Bank Indonesia ingin menunjukkan bahwa satu standar pembayaran dapat memberikan banyak manfaat dan hadir di berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pasar, UMKM, pendidikan, pariwisata, hingga ruang kreatif,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, Senin (17/8/2026) pada acara QRISKeun The Hallway Space, di Pasar Kosambi Kota Bandung.

Mengusung semangat ‘QRISKeun Jabar’, rangkaian PQN 2026 diawali dengan QRISKeun Pasar Parahyangan, dengan program Pasar PAKAI (Praktis, Aman, Kekinian, Andal dan Inklusif) QRIS dan diperluas dengan QRISKeun Pasar Modern Batununggal untuk memperluas transaksi digital di sektor perdagangan.

Pada segmen generasi muda, QRISKeun Universitas Padjadjaran dan QRISKeun STIE Pasundan menghadirkan edukasi QRIS dan Pelindungan Konsumen (PeKA), kepada lebih dari 9.000 mahasiswa. Sinergi dengan pemerintah daerah diperkuat melalui QRISKeun Pemda Kabupaten Cianjur dalam High Level Meeting TPID dan TP2DD, sekaligus QRISKeun UMKM Kabupaten Cianjur untuk mendorong literasi digital pelaku usaha.

Literasi publik juga diperluas melalui QRISKeun Sararea di Radio Dahlia.

Perluasan akseptasi QRIS di sektor pariwisata dilakukan melalui QRISKeun Wisata Bandung yang membekali pengemudi dan pemandu Bandros mengenai QRIS dan PeKA (Peduli, Kenali dan Adukan) dalam rangka edukasi perlindungan konsumen agar Masyarakat cerdas dan aman dalam bertransaksi digital. Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui QRISKeun Bandros pada 16–17 Agustus 2026, yang menggabungkan pengalaman wisata dengan transaksi digital melalui tarif khusus menggunakan QRIS. Pada 17 Agustus 2026, QRISKeun Dalapan Hiji turut menguatkan pesan satu QRIS , banyak manfaat dalam momentum peringatan HUT ke-81 RI. Keseluruhan rangkaian menunjukkan bahwa QRIS tidak berhenti sebagai instrumen pembayaran, tetapi terus hadir di berbagai ruang kehidupan masyarakat.

Di The Hallway Space, semangat tersebut ditutup melalui aktivitas yang memadukan transaksi digital, ruang kreatif, dan geliat ekonomi masyarakat. Junanto menjelaskan bahwa perluasan use case QRIS tercermin pada perkembangan transaksi di Jawa Barat.

“Pada triwulan II 2026, volume transaksi QRIS di Jawa Barat mencapai 1,46 miliar transaksi, tumbuh 187,06% (yoy), dengan nominal sebesar Rp125,35 triliun atau tumbuh 135,73% (yoy). Jumlah pengguna QRIS mencapai 14,49 juta atau 22,99% dari total nasional dan menjadi yang tertinggi di Indonesia, sementara jumlah merchant mencapai 9,87 juta dengan pangsa 22,01% secara nasional. Perkembangan ini menunjukkan bahwa QRIS semakin diterima dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Jawa Barat,” ujar Junanto.

“Setelah rangkaian Pekan QRIS Nasional berakhir, semangat QRISKeun Jabar tentu tidak berhenti di sini. Kami berharap penggunaan QRIS terus menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari dengan tetap mengedepankan keamanan dan pelindungan konsumen. QRIS-na Hiji, Mangpaatna Réa—satu QRIS, banyak manfaat untuk masyarakat dan kemajuan Jawa Barat,” lanjut Junanto.

Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, media, dan seluruh mitra yang telah mendukung PQN 2026. Sinergi tersebut akan terus diperkuat untuk mendorong ekosistem pembayaran digital yang semakin Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Andal (CeMuMuAH), sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang inklusif dan berkelanjutan. (Pun)***

Komentar