JAKARTA (TUGUBANDUNG.ID) – Transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) terus didorong untuk memberikan manfaat yang semakin nyata bagi peningkatan produktivitas, efisiensi, dan daya saing ekonomi daerah. Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital melalui perluasan transaksi nontunai, penguatan infrastruktur dan layanan pembayaran, serta sinergi dengan Pemerintah Daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Hal tersebut mengemuka dalam Casual Talk “Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Digital untuk Mendukung Produktivitas Ekonomi” yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menyampaikan bahwa penguatan EKD di daerah perlu disesuaikan dengan karakteristik, kesiapan digital, dan potensi masing-masing daerah agar mampu meningkatkan efisiensi, menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Sejalan dengan arah tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat (KPwBI Jabar) terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Bank Pembangunan Daerah (BPD), serta pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat transformasi EKD di Jawa Barat. Kolaborasi diarahkan untuk memperluas digitalisasi transaksi pemerintah daerah, meningkatkan akseptasi pembayaran digital, serta mendorong pemanfaatan inovasi sistem pembayaran dalam mendukung peningkatan kualitas layanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Di Jawa Barat, penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) terus dilakukan melalui sinergi KPwBI Jabar dengan Pemerintah Daerah dan BPD. Hingga Semester I 2026, sebanyak 27 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan 1 Provinsi di Jawa Barat telah mencapai kategori Digital, dengan berbagai upaya dilakukan untuk memperluas transaksi pemerintah secara digital, baik pada sisi penerimaan maupun belanja daerah. Digitalisasi transaksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, akuntabilitas, serta kualitas tata kelola keuangan pemerintah daerah.
Selain ETPD, KPwBI Jabar juga terus mendorong perluasan akseptasi QRIS dan implementasi QRIS Tap di berbagai sektor. Pemanfaatan QRIS tidak hanya mendukung transaksi masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga terus diperluas untuk mendukung layanan publik dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Jawa Barat. Hingga Agustus 2026, tercatat 10,54 juta merchant QRIS di Jawa Barat, sementara implementasi QRIS Tap telah dilakukan pada layanan transportasi umum dan pusat perbelanjaan.
Penguatan ETPD dan perluasan transaksi digital tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem EKD di Jawa Barat agar digitalisasi tidak hanya meningkatkan volume transaksi, tetapi juga memberikan dampak terhadap efisiensi layanan, optimalisasi penerimaan dan belanja daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Penguatan digitalisasi juga diharapkan mampu menghubungkan potensi ekonomi daerah dengan peluang ekonomi digital, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Barat.
Dalam implementasinya, penguatan EKD di daerah perlu mempertimbangkan karakteristik dan kesiapan masing-masing wilayah. Jawa Barat memiliki potensi ekonomi yang beragam, mulai dari sektor industri pengolahan, perdagangan, pariwisata, hingga UMKM. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperluas pemanfaatan transaksi digital sekaligus memperkuat integrasi antara sistem pembayaran, aktivitas ekonomi, dan layanan publik.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara KPwBI Jabar, Pemerintah Daerah, TP2DD, BPD, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan, transformasi EKD di Jawa Barat terus diarahkan untuk memberikan manfaat yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi menjadi kunci agar digitalisasi tidak berhenti pada adopsi teknologi dan peningkatan transaksi, tetapi mampu mendorong efisiensi, produktivitas, penciptaan nilai tambah, dan daya saing ekonomi Jawa Barat.
FEKDI x IFSE 2026 berlangsung pada 24–26 September 2026 di JICC Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi wadah sinergi nasional dalam memperkuat transformasi ekonomi dan keuangan digital melalui rangkaian seminar, talkshow, showcase inovasi teknologi, digital experience, serta jejaring antarpemangku kepentingan. Rangkaian kegiatan mengangkat penguatan sinergi nasional, pengembangan talenta dan inovasi digital, serta penguatan konektivitas ekonomi dan keuangan digital antarnegara. (Pun)***







Komentar