FEKDI X IFSE 2026: Inovasi Digital Perkuat Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi Jawa Barat

JAKARTA (TUGUBANDUNG.ID) – Inovasi digital menjadi salah satu penggerak peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi Jawa Barat. Pemanfaatan teknologi yang semakin luas membuka peluang bagi pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk meningkatkan efisiensi, memperluas akses pasar, serta menciptakan nilai tambah baru.

Untuk memastikan manfaat tersebut semakin optimal, pengembangan inovasi digital perlu diiringi dengan penguatan ekosistem, talenta, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan. Hal tersebut sejalan dengan pesan yang mengemuka dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) di Jakarta.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, menyampaikan bahwa inovasi menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai tambah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pengembangan inovasi juga perlu diarahkan agar menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian.

Di Jawa Barat, penguatan inovasi digital terus dilakukan melalui kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat (KPwBI Jabar) bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempertemukan perkembangan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat dan dunia usaha, sehingga inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap gagasan, tetapi dapat memberikan nilai tambah dan mendukung peningkatan produktivitas ekonomi daerah.

Salah satu aspek yang terus diperkuat adalah sinergi antara dunia pendidikan, regulator, dan industri dalam pengembangan teknologi dan sumber daya manusia. KPwBI Jabar memperkuat kolaborasi dengan akademisi dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Training of Trainers guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi Jawa Barat serta sekolah PAKAI QRIS. Selain itu, kolaborasi dengan Perguruan Tinggi juga dilakukan melalui percepatan dan perluasan digitalisasi di area Perguruan Tinggi dengan menyelenggarakan Bandung QRIS Art & Cullinary (BQAC) bersama Pasar Seni ITB, yang memadukan edukasi dan literasi digital dengan seni, ekonomi kreatif, dan kuliner lokal dengan mengusung pembayaran berbasis QRIS.

Penguatan ekosistem tersebut juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan Jawa Barat sebagai salah satu hub industri nasional dengan basis ekonomi yang beragam. Pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan artifisial (AI), sistem pembayaran digital, dan berbagai solusi digital lainnya memiliki peluang untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis, memperluas akses pasar, serta mendukung pengembangan model usaha baru.

Dalam implementasinya, KPwBI Jabar juga terus mendorong pemanfaatan inovasi digital pada aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha. Salah satunya melalui perluasan penggunaan QRIS sebagai inovasi sistem pembayaran pada berbagai kegiatan ekonomi, termasuk sektor perdagangan, pariwisata, pendidikan, serta UMKM. Hingga Agustus 2026, tercatat 10,54 juta merchant QRIS di Jawa Barat dengan 3,58 miliar transaksi. Pemanfaatan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi sekaligus mendukung pelaku usaha dalam mengadopsi sistem pembayaran yang lebih efisien dan terdokumentasi.
Pemanfaatan inovasi digital juga diperkuat melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat serta pelaku usaha. KPwBI Jabar bersama pemerintah daerah, Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP), perbankan, komunitas, dan berbagai mitra strategis melaksanakan berbagai program edukasi dan aktivitas digitalisasi sistem pembayaran yang mencakup edukasi keamanan transaksi digital, pemanfaatan QRIS, literasi digital, serta perluasan akseptasi digital.

Sepanjang tahun 2026, program tersebut telah menjangkau masyarakat, mahasiswa, peserta/pelaku UMKM dan menghasilkan peningkatan pemahaman dalam penggunaan QRIS dalam berbagai aktivitas ekonomi.
Di sisi lain, pengembangan inovasi digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan aspek keamanan, pelindungan konsumen, dan tata kelola. Ekosistem digital yang sehat membutuhkan kolaborasi regulator, industri, akademisi, serta masyarakat agar inovasi dapat berkembang secara berkelanjutan sekaligus tetap menjaga kepercayaan pengguna.

Ke depan, KPwBI Jabar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, industri, dan komunitas untuk mendorong inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan daerah. Pengembangan inovasi diharapkan tidak hanya meningkatkan adopsi teknologi, tetapi juga menghasilkan solusi yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, menciptakan nilai tambah, dan memperkuat daya saing ekonomi Jawa Barat.
FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, pada 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang yang mempertemukan kebijakan, inovasi, talenta, serta kebutuhan industri dan masyarakat untuk mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital nasional. (Pun)***

Komentar