Menu

Mode Gelap

Diskursus · 22 Agu 2022 12:07 WIB ·

Pantai Baru, Generasi Baru Pantai di Bantul, DIY

 Pantai Baru, Kabupaten Batul, DIY. (Foto: Widodo A.).* Perbesar

Pantai Baru, Kabupaten Batul, DIY. (Foto: Widodo A.).*

Oleh Widodo Asmowiyoto*

MINGGU siang, 31 Juli 2022. Udara di Kota Yogyakarta, tempat kami menginap, terasa panas. Karena itu, rombongan kami ada keinginan untuk mencari tempat wisata yang sejuk. Akhirnya disepakati untuk piknik ke Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pantai Goa Cemara ini termasuk relatif baru dibanding Pantai Parangtritis dan Pantai Samas yang keberadaannya di Kabupaten Bantul sudah sejak puluhan tahun silam. Jaraknya sekitar 27 kilometer dari Kota Yogya. Kini fasilitas jalan menuju pantai yang menghadap Samudera Hindia itu sudah jauh lebih bagus dibanding masa lampau.

Akhirnya tibalah kami di mulut jalan masuk menuju Pantai Goa Cemara. Namun, antrean mobil dan bus begitu panjang, baik yang mau masuk maupun keluar dari area pantai. Daripada berlama-lama menunggu antrean, akhirnya kami sepakat untuk beralih tujuan menuju Pantai Baru, masih di wilayah Kabupaten Bantul. Lokasi Pantai Baru itu tidak terlalu jauh dari Pantai Goa Cemara. Hanya beberapa ratus meter ke arah barat.

Aktivitas mewarnai gambar di Pantai Baru, Kabupaten Bantul, DIY. (Foto: Widodo A.).*

Berbincang dengan kalangan pelaku wisata di pantai, mereka menyebutkan baik Pantai Goa Cemara maupun Pantai Baru merupakan generasi baru dibanding Pantai Parangtritis dan Pantai Samas. Pembukaan resminya baru sekitar lima tahun lalu. Disebut Pantai Goa Cemara karena memang ada semacam “lorong panjang” berkat berpadunya bagian atas pohon-pohon cemara.

Di area Pantai Baru sebetulnya juga tumbuh banyak pohon cemara, namun tidak mempunyai lorong panjang mirip goa seperti di Pantai Goa Cemara. Berkat keberadaan pohon cemara yang begitu banyak maka Pantai Baru ini terasa sejuk di siang hari. Udara sejuk itu tentu saja berkat angin laut dan juga berkat “sumbangan” deburan ombak pantai yang berulang-ulang.

Menyaksikan laut dari balik rimbunnya pohon-pohon cemara terasa indah. Para wisatawan dapat bersantai di mana saja. Duduk secara berkelompok dengan menyewa tikar, atau di meja-meja yang tersedia di depan beberapa warung makan. Mereka bisa memakan bekal yang mereka bawa sendiri atau memesan makanan dan minuman dari warung-warung di sana. Tentu tersedia juga minuman kelapa muda.

Para pelancong bisa juga mengisi waktunya dengan mewarnai gambar-gambar hitam-putih yang memang sudah disediakan oleh penyedianya untuk diberi warna. Biayanya cukup murah, sepuluh ribu rupiah untuk setiap satu gambar. Kebanyakan peminatnya para wisatawan yang membawa anak-anak.

Wisatawan sedang bersantai menikmati salah-satu sudut pemandangan Pantai Baru, Kabupaten Bantul, DIY. (Foto: Widodo A.).*

Para wisatawan dewasa lain lagi pilihannya untuk bersantai dan bercanda ria. Mereka bisa naik kendaraan ATV (All-terrain Vechile) dengan cara menyewa. Tarifnya Rp 40.000,00 untuk setengah jam pemakaian. Boleh sendirian, boleh berdua. Waktu setengah jam itu untuk melakukan perjalanan dengan rute yang sudah tersedia di tepi pantai.

Para pengunjung tidak boleh sembarangan berenang di pantai, karena ada palung yang dalam. Untuk itu pihak pengelola telah memasang papan peringatan, khusus di dekat lokasi palung. Kabarnya pernah ada turis muda yang tidak peduli dengan peringatan. Dia nekad berenang tetapi berujung dengan meninggal dunia.

Hari Minggu itu banyak sekali pengunjung. Mereka naik sepeda motor, mobil, atau bus rombongan. Tempat parkir yang tersedia membuktikan banyaknya deretan kendaraan bermotor yang sedang parkir. Menurut keterangan, Pantai Goa Cemara didomiasi para pelancong yang menggunakan bus-bus besar, sedangkan Pantai Baru lebih banyak dikunjungi turis yang menggunakan mobil pribadi atau sepeda motor.

Salah-satu sudut pemandangan Pantai Baru, Kabupaten Batul, DIY. (Foto: Widodo A.).*

Jumlah turis terbanyak biasanya pada hari-hari libur Idul Fitri atau Lebaran. Kemudian Natal dan Tahun Baru serta liburan akhir pekan. Sejauh ini para pengunjung tidak dikenakan biaya masuk. Namun mereka harus membayar biaya parkir dan pemakaian toilet.***

*Penulis Dewan Redaksi TuguBandung.id

Artikel ini telah dibaca 417 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Novelet Religi “Sang Tokoh”: Debat di KPK (17)

31 Maret 2024 - 06:11 WIB

Novelet Religi “Sang Tokoh”: Panggilan dari KPK (16)

31 Maret 2024 - 05:51 WIB

Novelet Religi “Sang Tokoh”: Laporan Pengemar (15)

29 Maret 2024 - 04:39 WIB

PERLUKAH TEMPO MEMINTA MAAF?

26 Maret 2024 - 21:14 WIB

Novelet Religi “Sang Tokoh”: Bukti Menohok (14)

26 Maret 2024 - 15:34 WIB

Novelet Religi “Sang Tokoh”: Tas Hermes dan Paket Misterius (13)

25 Maret 2024 - 21:04 WIB

Trending di Feature