SECARA historis Pura atau Istana Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah sudah berusia dua setengah abad lebih. Namun, seiring dengan perkembangan zaman yang terus berubah, generasi penerusnya rela untuk menyesuaikan diri. Terutama untuk kepentingan sebagai obyek atau destinasi wisata sejarah dan budaya.
Potensi yang dimiliki Pura Mangkunegaran sangat memadai bagi kemajuan pariwisata di Tanah Air. Letaknya sangat strategis dan sangat luas, berada di jantung Kota Solo (Jalan Ronggowarsito), kota terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Semarang sebagai ibu kota provinsi. Destinasi wisata di sekitarnya juga sangat dekat sehingga sangat membantu para wisatawan untuk segera lebih mengenal kekayaan sejarah dan budaya Kota Bengawan ini.
Pemerintah Kota Surakarta menilai Pura Mangkunegaran merupakan destinasi wisata yang mampu menjadi magnet event seni dan budaya yang terus berkembang. Pamedan (lapangan hijau) Pura Mangkunegaran terlihat begitu indah dengan gemerlap lampu-lampu yang dibentangkan.
Malam itu, Pura Mangkunegaran menjadi magnet anak muda dan keluarga yang ingin bersantai menghabiskan malam. Sekelompok anak muda dengan santai lesehan di lapangan hijau sembari berbagi cerita-cerita seru.
Kehadiran mereka tak lain ingin menyaksikan keseruan Festival Musik dan Kuliner Laras Hati Mangkunegaran yang digelar 11-12 Maret 2023. Kegiatan itu digelar dalam rangka Adeging Puro Mangkunegaran atau Hari Jadi (Ulang Tahun) Pura Mangkunegaran ke-266. Pura Mangkunegaran didirikan pada 17 Maret 1757 dan tahun 2023 ini genap berusia 266 tahun. (Agnia Primasasti, Surakarta.go.id, 17/3/2023)
Pura Mangkunegaran memang sedang bersolek dan aktif menggelar berbagai event. Usai revitalisasi Taman Pracima, Mangkunegaran seperti tidak pernah berhenti mengundang warga untuk lebih dekat dan akrab dengan kawasan sejarah tersebut.
Saat ini, apa pun yang digelar Pura Mangkunegaran menjadi agenda yang sangat ditunggu-tunggu warga Solo. Seperti destinasi budaya lainnya, Pura Mangkunegaran juga menjadi representasi dari kekayaan budaya yang memiliki nilai sejarah penting di Kota Solo.
Kota Solo sendiri, yang kini berusia 278 tahun, juga sedang bergerak dan bangga sebagai kota budaya. Tahun 2023 Solo ini mempunyai tagline atau slogan Metamorfosa Kota Budaya. Semangat Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta ini selaras dengan gencarnya Pura Mangkunegaran yang menggelar berbagai event budaya.
Masih muda dan energinya luar biasa
Pura Mangkunegaran dibangun pada 1757 oleh Raden Mas Said atau lebih terkenal dengan nama Pangeran Samber Nyawa, yang kemudian menjadi Pangeran Mangkunegoro I. Dengan arsitektur Jawa kuno, Joglo, yang seluruh bangunannya dibuat dengan kayu jati, Pura Mangkunegaran mempunyai banyak koleksi yang memiliki nilai seni tinggi dan sejarah.
Koleksi dimaksud antara lain topeng tradisional, perhiasan, wayang, alat musik, dan buku-buku lama dari era Majapahit dan Mataram yang disimpan di perpustakaan Rekso Pustoko. Untuk menjelaskan semua itu, kini Istana Mangkunegaran mempunyai 30 orang abdi dalem yang diberi tugas sebagai pemandu wisata.
Dengan gaya bicara mereka masing-masing yang komunikatif disertai humor, campuran bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, mereka memandu ratusan wisatawan secara kelompok. Tingkat kunjungan wisatawan ke sini mulai meningkat pesat setelah Pendopo Pura Mangkunegaran dipakai untuk resepsi ngunduh mantu pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dan Erina S. Gudono, medio Desember 2022 lalu.
Kini Penguasa Pura Mangkunegaran adalah Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo bergelar Sri Paduka KGPAA (Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya) Mangkunegoro X yang masih berusia muda, 26 tahun (kelahiran 29 Maret 1997).
Komisaris PT KAI (Kereta Api Indonesia) sejak 15 Agustus 2022 itu memiliki energi yang luar biasa untuk mengembangkan Pura Mangkunegaran menjadi destinasi wisata budaya dan sejarah. Lulusan Sarjana Hukum Universitas Indonesia pada 2019 itu aktif melakukan pembenahan berbagai fasilitas Pura Mangkunegaran. (Widodo A, TuguBandung.id)***