Menu

Mode Gelap

Diskursus · 16 Mar 2022 16:35 WIB ·

Mempersatukan Air, Tanah, dan Pohon

 Mempersatukan Air, Tanah, dan Pohon Perbesar

Widodo Atmowiyoto | Dewan Redaksi TUGUBANDUNG.ID

ADA dua peristiwa sangat penting berskala nasional dan dunia yang berdekatan. Keduanya menyangkut air, tanah, dan pohon. Ke tiga makhluk hidup ciptaan Tuhan itu sangat menentukan nasib hidup makhluk pemimpin bumi yang bernama manusia. Manusia atau rakyat Indonesia khususnya dan penduduk bumi pada umumnya. Jika salah dalam pengelolaan, nasib manusia bisa sangat menderita. Bahkan nyawa menjadi taruhannya. Jumlahnya pun bisa sangat banyak.

Peristiwa sangat penting pertama merupakan prosesi yang mengandung simbol. Terjadi hari Senin 14 Maret 2022. Yakni, secara simbolis Presiden Joko Widodo menerima sampel air dan tanah dari 34 gubernur seluruh Indonesia.  Lokasinya di Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara. Selama ini lokasi itu masuk Provinsi Kalimantan Timur. Namun sejak upacara pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke IKN Nusantara, maka IKN Nusantara merupakan “daerah khusus” dengan status Badan Otorita. Kepala Badan Otorita yang baru saja dilantik, Bambang Susantono, status jabatannya setingkat dengan jabatan menteri.

Dalam kesempatan acara di IKN Nusantara itu, para gubernur menyerahkan kepada Presiden contoh air dan tanah dari daerahnya masing-masing yang dinilai bersejarah atau sakral. Sedangkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyerahkan air dan tanah dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat menurut kearifan lokalnya (tugubandung.id, 15/3/2022). Sampel air dan tanah dari seluruh Indonesia, termasuk dari Provinsi Jabar itu, dimasukkan dalam satu kendi yang diberi nama Kendi Nusantara. Hal itu dimaksudkan sebagai simbol kebhinekaan dan persatuan yang kuat dalam rangka membangun IKN Nusantara.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Ridwan Kamil juga menanam pohon asli daerah Jawa Barat yakni rasamala (Altingia excelsa). Tentu saja tumbuhnya pohon rasamala itu kelak akan ikut mewarnai pembangunan IKN Nusantara yang menerapkan konsep kota hutan. Seperti dikemukakan oleh Presiden Jokowi, konsep kota hutan itu maksudnya IKN Nusantara dibiarkan tetap hijau.

Saat berada di Penajam Paser Utara, Presiden meninjau Persemaian Mentawir di Desa Mentawir. Di sana Jokowi menjelaskan pembangunan IKN Nusantara diawali dengan rehabilitasi lahan. “Inilah yang sudah sering saya sampaikan bahwa pembangunan IKN akan kita awali dengan merehabilitasi hutan-hutan yang ada,” ujar Jokowi dalam keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (14/3/2022).

“Agar area-area di IKN dan sekitarnya kembali pada fungsi semula, yaitu sebagai hutan tropis dan bukan hutan monokultur yang homogen,” tambah Presiden seperti dikutip detiknews, Senin, 14 Maret 2022.

Persemaian Mentawir dalam 6-7 bulan ke depan diharapkan dapat memproduksi 15-20 juta bibit pohon yang antara lain terdiri atas kayu nyatoh, meranti, kapur, gaharu, hingga jambu-jambuan. Jutaan bibit beragam pepohonan itu pada saatnya nanti dibawa ke IKN untuk ditanam di lahan-lahan kritis dan akhirnya menjadi hutan tropis di wilayah kota. Hewan dan burung-burung pun diharapkan tertarik untuk masuk ke habitat kota hutan itu.

Menyatukan Air, Tanah, dan Pohon

Artikel ini telah dibaca 68 kali

Baca Lainnya

Mengkaji Ulang Pilpres dan Pilkada oleh Legislatif

16 Februari 2024 - 20:04 WIB

Mengungkap Terasi Udang Warisan Kuliner Indonesia

9 Februari 2024 - 11:00 WIB

Pemilu 2024 dan PWI

27 Januari 2024 - 23:52 WIB

Komunikasi Gimik Politik

24 Januari 2024 - 06:23 WIB

Pilpres 2024, Mungkinkah Satu Putaran?

14 Januari 2024 - 09:42 WIB

Lampu Merah Sangat Bahaya Buat Shin Tae-yong

10 Januari 2024 - 20:09 WIB

Trending di Diskursus