KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 dimaknai PT PLN (Persero) tidak hanya dengan menjaga kualitas pelayanan dan keandalan kelistrikan, tetapi juga dengan menghadirkan manfaat yang tumbuh bersama masyarakat.
Melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bandung, PLN mendorong penguatan pendidikan vokasi di SMK Cendekia Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis pengembangan kompetensi dan ekosistem kendaraan listrik.
Program ini berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi industri kendaraan listrik. Pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Melalui program TJSL tersebut, PLN UPT Bandung mendorong peningkatan kapasitas siswa dan tenaga pendidik melalui pelatihan, praktik konversi kendaraan listrik, penguatan sarana pembelajaran, hingga pengembangan keterampilan yang dapat diarahkan menjadi aktivitas produktif. Intervensi tersebut dirancang agar manfaat program tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, melainkan berkembang menjadi kompetensi, kesempatan kerja, dan peluang usaha.
Dampaknya mulai terlihat. Pengetahuan yang sebelumnya diperoleh di ruang kelas kini berkembang menjadi keterampilan teknis yang dapat diterapkan secara langsung. Siswa mendapatkan pengalaman dalam mengenal komponen, sistem penggerak, instalasi kelistrikan, proses konversi, hingga pemeliharaan kendaraan listrik. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mereka untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Program juga telah mendorong lahirnya aktivitas produktif melalui pengembangan layanan bengkel servis sepeda dan motor listrik. Hingga saat ini, sebanyak lima kendaraan telah berhasil dikonversi, sementara aktivitas layanan yang dikembangkan mampu menghasilkan omzet rata-rata sekitar Rp18 juta per bulan. Capaian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi vokasi dapat berkembang menjadi nilai ekonomi ketika didukung dengan keterampilan, fasilitas, dan ruang praktik yang memadai.
Dampak program juga mulai terlihat pada akses lulusan menuju dunia kerja. Sebanyak empat lulusan telah terserap di sektor otomotif dan ketenagalistrikan. Capaian ini menjadi salah satu indikator bahwa pembelajaran berbasis kebutuhan industri mampu memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan peluang kerja yang tersedia.
Manager PLN UPT Bandung, Rudi Wahono, mengatakan bahwa momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bagi PLN bahwa pelayanan kepada masyarakat memiliki makna yang lebih luas. Selain menghadirkan listrik yang andal, PLN juga berupaya menciptakan nilai tambah yang dapat mendorong masyarakat semakin berdaya dan mandiri.
“Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan sekaligus memperluas manfaat kehadiran PLN di tengah masyarakat. Melalui program ini, kami ingin keterampilan yang diperoleh siswa tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja, menciptakan peluang usaha, dan membangun kemandirian. Bagi kami, keberhasilan TJSL adalah ketika manfaat program dapat terus tumbuh bahkan setelah intervensi PLN selesai,” ujar Rudi.
Lebih dari capaian ekonomi dan ketenagakerjaan, program ini juga mulai membangun perubahan pada ekosistem pendidikan di SMK Cendekia Batujajar. Sekolah memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan pembelajaran kendaraan listrik secara berkelanjutan, sementara kompetensi yang telah dimiliki tenaga pendidik memungkinkan pengetahuan tersebut diteruskan kepada angkatan siswa berikutnya.
Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh peserta yang terlibat pada tahap awal. Kompetensi guru menciptakan transfer pengetahuan yang berkelanjutan, fasilitas praktik dapat dimanfaatkan oleh siswa berikutnya, sedangkan aktivitas bengkel memberikan ruang bagi keterampilan siswa untuk diuji sekaligus dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi produktif.
Kepala SMK Cendekia Batujajar, Nurjaman Hidayatulloh, mengapresiasi kolaborasi bersama PLN yang telah memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
“Program ini sangat bermanfaat bagi sekolah dan anak-anak kami karena memberikan pengalaman dan kompetensi yang dapat menjadi bekal bagi mereka. Kehadiran pelatihan dan fasilitas kendaraan listrik membuat siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga memiliki kesempatan untuk praktik secara langsung. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal mereka setelah lulus, baik untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Nurjaman.
Manfaat program turut menjangkau aspek lingkungan. Pengenalan teknologi kendaraan listrik menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap penggunaan energi yang lebih bersih. Berdasarkan capaian program, pemanfaatan kendaraan hasil konversi memiliki potensi berkontribusi terhadap pengurangan emisi sekitar 0,27 ton CO₂e per tahun.
Rangkaian perubahan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah program TJSL dapat menghasilkan efek berganda. Peningkatan keterampilan memperkuat kesiapan kerja, kompetensi teknis membuka peluang kewirausahaan, aktivitas bengkel menciptakan nilai ekonomi, sementara pengenalan teknologi kendaraan listrik membangun kesadaran terhadap transisi energi dan penggunaan teknologi rendah emisi.
Ke depan, keberlanjutan menjadi bagian penting dari pengembangan program. Sekolah didorong untuk semakin mandiri dalam mengelola fasilitas, mengembangkan kompetensi tenaga pendidik, meneruskan pengetahuan kepada siswa baru, serta memperkuat layanan kendaraan listrik sebagai ruang praktik sekaligus unit produktif sekolah. Dengan pendekatan tersebut, peran PLN secara bertahap diarahkan dari inisiator dan fasilitator menjadi mitra pengembangan, sementara sekolah menjadi penggerak utama keberlanjutan program.
“Kami ingin manfaat yang dibangun hari ini terus berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ketika guru mampu meneruskan pengetahuan, siswa memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri, lulusan memperoleh kesempatan kerja, dan kompetensi tersebut mampu menciptakan kegiatan ekonomi baru, maka program ini telah menghasilkan dampak yang berkelanjutan. Inilah semangat pelayanan yang ingin kami hadirkan pada Hari Pelanggan Nasional,” tambah Rudi.
Melalui program TJSL ini, PLN UPT Bandung berupaya membangun hubungan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi pada proses pemberdayaan yang menghasilkan perubahan. Dari ruang kelas, keterampilan berkembang menjadi kompetensi. Dari kompetensi, terbuka kesempatan kerja dan usaha. Dari satu kelompok penerima manfaat, pengetahuan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Momentum Hari Pelanggan Nasional 2026 pun menjadi refleksi bahwa pelayanan PLN tidak hanya diwujudkan melalui listrik yang andal, tetapi juga melalui manfaat sosial yang dapat dirasakan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.***







Komentar