SETELAH peserta balap sepeda grand tour Vuelta a Espana 2026 menjalani istirahat sehari pada Senin (31/8/2026), lomba dilanjutkan Selasa (1/9/2026) Etape X (Alcarez – Elche de la Sierra 185 km) melewati rute perbukitan tiga tanjakan kategori 3 relatif ringan yang lebih ideal bagi para “breaker” melepaskan diri dari peloton.
Dengan tersingkirnya Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG) pemegang kaus merah (pimpinan klasemen) akibat kecelakaan pada Etape VIII, peta persaingan kandidat juara Vuelta 2026 menjadi sangat terbuka dan lebih seru dikarenakan kekuataan unggulan lainnya sangat merata dan sulit memastikan siapa yang akan menjadi juara.
Selain lomba menjadi seru, tanpa hadirnya atlet terkemuka sekelas Tadej Pogacar pada lomba setingkat grand tour yang belum pernah terjadi pada kurun waktu 8 tahun terakhir, tidak ada lagi sosok “leader” di peloton yang disegani dan jadi “bos”, sehingga semua atlet tak lagi takut pada sosok “leader” yang saat ini kosong. Lomba menjadi sangat sulit diprediksi dan bisa menciptakan “chaos” karena semua merasa sebagai “leader”.
Diantara peserta Vuelta 2026 ada dua mantan juara Vuelta, yaitu atlet senior kawakan berusia 36 tahun Primoz Roglic (Red Bull Bora/Slovenia) juara 4 kali Vuelta dan Sepp Kuss (Visma Lease a Bike/AS) juara Vuelta 2023. Sementara atlet-atlet tangguh jago tanjakan lainnya juga punya peluang menjadi juara diantaranya atlet tuan rumah Enric Mas (31) tm Movistar-Spanyol sekaligus mengakhiri puasa gelar juara Vuelta atlet tuan rumah yang sudah 12 tahun tidak bisa menjadi juara di grand tour rumah sendiri. Terakhir atlet Spanyol menjadi juara Vielta 2014 Alberto Contador.
Peluang juara juga diincar Richard Carapaz (33) tim EF Education/Ekuador juara Olimpiade Tokyo 2021 dan Giro d’Italia 2019, harapan menjadi juara juga bisa dicapai Felix Gall (Decathlon/Austria) dan atlet muda potensial asal Inggris Oscar Onley (23) tim Netcompany Ineos.
Pada Etape X ini, favorit untuk bisa menjadi pemenang etape ada pada dua atlet tim Visma Lease a Bike, Wout Van Aert asal Belgia yang tangguh dalam “break away” dengan kemampuan “finishing” yang baik. Bila “break away” gagal, tim Visma Lease a Bike punya sprinter muda Matthew Brennan (21) yang amat tangguh asal Inggris, telah memenangkan dua etape pada Vuelta 2026.
Vuelta 2026 masih menyisakan 12 etape lagi hingga finis akhir di Granada, Spanyol 13 September mendatang. Semuabnua bisa terjadi, tanpa “bos” Vuelta, Pogacar yang sudah terhenti. Siapa yang akan menjadi juara Vuelta 2026 masih sangat terbuka. (Bambang Kunthady)***












Komentar