Menu

Mode Gelap

Berita · 21 Feb 2024 15:16 WIB ·

Harga Beras Di Sejumlah Pasar Tradisional Mahal Di Beberapa Swalayan Stok Tidak Ada

 Satgas Pangan Kabupaten Tasikmalaya Sidak Beras di Pasar Tradisional Singaparna dan Swalayan. (Nalendra Sukarya/TUGU BANDUNG.ID).*** Perbesar

Satgas Pangan Kabupaten Tasikmalaya Sidak Beras di Pasar Tradisional Singaparna dan Swalayan. (Nalendra Sukarya/TUGU BANDUNG.ID).***

KABUPATEN TASIKMALAYA, (TUGU BANDUNG.ID).- Harga beras yang terus melambung hampir di semua daerah termasuk di Kabupaten Tasikmalaya, membuat resah warga. Terlebih keberadaan beras di pasar seolah menghilang sehingga harga semakin tak terkendali.

Salah satu pedagang beras di Pasar Tradisional Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya Kokom (49) mengaku kenaikan harga beras terjadi sejak tiga hari menejelang pencoblosan Pemilu Pilpres 2024. Harga terus naik seiring dengan pasokan beras menurun.

“Imbas pasokan dari petani berkurang. Disisi lain, beras dari bulog tidak masuk pasar. Sehingga harga beras sulit diturunkan pedagang,” katanya.

“Susah pasokan, stok beras di lapak saya juga hanya sedikit karena petani belum panen,” sambung dia.

Masyarakat berharap agar harga beras segera stabil. Terlebih, bulan suci Ramadan tinggal tiga pekan kedepan.

Mengetahui semakin tingginya harga beras du pasaran Satgas Pangan Kabupaten Tasikmalaya, melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (21/2/2024). Tim gabungan Kepolisian, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya dan perwakilan Bulog mendatangi Pasar Tradisional Singaparna, toko swalayan hingga gudang bulog.

“Menyikapi kenaikan harga beras dalam sepekan ini, kami Satgas Pangan Kabupaten Tasikmalaya melakukan pengecekan ke pasar tradisional, Swalayan sampai gudang bulog,” kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, Rabu (21/2/2024).

Dalam pengecekan dilapangan terutama di Pasar Tradisional Singaparna, Satgas menemukan harga beras mayoritas alami kenaikan. Harga beras medium dan premium tembus harga Rp16 ribu sampai Rp17 ribu perkilogram. Meski ketersediaan beras di pasar tradisional masih memadai, tapi harga jual beras mahal.

“Kami pastikan stok beras aman, sehingga bisa menekan harga agar tidak melonjak,” katanya.

Sementara itu kondisi berbeda terjadi di sejumlah toko swalayan. Dimana beras tidak lagi tersedia akibat minim pasokan. Hal ini harus segera diantisipasi. “Memang dibeberapa swalayan tidak tersedia beras. Tapi dibeberapa swalayan ada meski stoknya tidak banyak,” ucapnya.

Meski panen baru dimulai maret, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengklaim stok beras masih mencukupi. Namun data pemerintah beras justru alami surplus. Demi menekan harga beras, oprasi pasar akan digelar di sejumlah kecamatan mulai Kamis 22 Februari.

“Jadi harga memang naik tapi kami pastikan ketersediaan beras aman. Bulan puasa aman. Kita akan operasi pasar murah dibeberapa kecamatan mulai Kamis (22/2/2024),” kata Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan, UMKM dan Perindusreian Kabupaten Tasikmalaya, Nina Rohmawati.***

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Baca Lainnya

Realisasi Penjualan Operasi Pasar Bersubsidi Selama Ramadan Capai 90,14 Persen

12 April 2024 - 09:21 WIB

Sampah Bandung Raya di TPK Sarimukti Terkelola Baik Selama Ramadan

12 April 2024 - 09:13 WIB

Tour de Thailand Putri 2024: Jutatip Juara Umum, Secara Dramatis Kalahkan Nguyen

11 April 2024 - 19:31 WIB

Memasuki H+1 Arus Meningkat Drastis, Polres Garut Berlakukan Sistem One Way 

11 April 2024 - 13:56 WIB

HARI RAYA IDULFITRI Bey Machmudin: Jaga Kerukunan untuk Jawa Barat yang Damai dan Nyaman

10 April 2024 - 11:11 WIB

Malam Takbiran Lebaran 2024 di Bandung Kondusif

10 April 2024 - 10:51 WIB

Trending di Berita