PERSAINGAN pada Etape X nomor ITT 42 km Giro d’Italia 2026 Rabu (20/5/2026) dinihari WIB sesuai prediksi didominasi atlet tuan rumah Filippo Ganna (Netcompany Ineos/Italia) juara dunia ITT 2 kali yang tampil perkasa mencatat waktu tercepat45 menit 43 detik, kecepatan rata-rata 45,905 km/jam di kota Massa menjadi rekor nomor ITT tercepat pada Giro d’Italia sepanjang masa, bahkan juga lebih cepat dari nomor ITT diatas 40 km pada dua grand tour lannya Tour de France dan Vuelta a Espana (Spanyol).
Posisi kedua ditempati rekan setimnya Ganna asal Belanda Thymen Arensman (Netcompany Ineos) yang mencatat waktu 1 menit 53 detik lebih lambat, dan posisi ketiga Remi Cavagna (Groupama FDJ/Prancis) + 1 menit 59 detik.
Sementara favorit juara Giro 2026 asal Belanda, Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike) tampil tak sesuai harapan publik, hanya mampu menempati urutan ke-13 dengan defisit waktu 2 menit 59 detik dari Ganna juara ITT Italia 2025.
Sedangkan pemegang Maglia rosa (kaus pink) Afinso Eulalio (Bahrain Victorious) tampil mengejutkan berada di urutan ke-41 (+ 4 menit 56 detik) bisa menahan keunggulan waktu Jonas yang tak bisa menumbangkannya sebagai pimpinan klasemen karena hanya unggul 1 menit 57 detik atas Eulalio sehingga kaus pink belum tergoyahkan di tangan atlet Portugal berusia 24 tahun yang untuk hari keenam masih menguasai kaus pink dengan keunggulan semakin tipis hanya 27 detik atas Jonas Vingegaard di posisi runner up klasemen.

“Saya tampil tanpa beban karena bukan ‘siapa-siapa’ sebelum Giro 2026 dimulai tapi saya mendapat berkah pada Etape V bisa lolos ‘break away’ cukup jauh dan kaus pink ini memberi tenaga extra pada diri saya dan menjadi ‘adrenaline’ special sehingga di nomor ITT ini saya membalikan prediksi, bisa menahan Jonas untuk tidak mengambil alih kaus kebanggaan ini,” ungkap Afonso dengan wajah ceria pada Eurosport.
Sementara Jonas Vingegaard yang mendapat banyak kritik dari publik dan penggemarnya serta media karena tampil tidak sesuai harapan di nomor ITT sebagai favorit juara Giro menanggapi dingin semua kritik itu. Bahkan ada kritik pedas menyebutkan dengan kemampuan ITT seperti pada Etape X itu, tak akan mungkin Jonas bisa mengalahkan Tadej Pogacar pada Tour de France 2026 Juli nanti.
“Saya berlomba sesuai kapasitas saya, kritik itu saya terima tapi saya tidak mau komentar apakah saya tampil buruk atau baik, silahkan publik menilai. Tentu saya ingin mencapai hasil baik pada ITT kemarin namun itulah hasil terbaik pada posisi ke-13 yang bisa diraih. Evaluasi akan dilakukan agar pada nomor ITT Tour de France bisa lebih baik sesuai harapan saya dan tim Visma,” ujar Jonas.
“Target utama adalah menjadi juara Giro d’Italia 2026, masih ada 11 etape lagi dan bukan mencari kemenangan etape semata, semoga semua berjalan sesuai rencana dan pada akhir Giro d’Italia di Roma 31 Mei nanti kaus pink itu bisa saya kuasai sebagai juara,” tegas Jonas.
Hasil Etape X (ITT 42 km):
- Filippo Ganna (Netcompany Inenos) 45 menit 43 dtk.
- Thymen Arensman (Netcompany Ineos) + 1 menit 53 dtk.
- Remi Cavagna (Groupama FDJ) + 1 menit 59 dtk.
…..13. Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike) + 2 menit 59 dtk.
……41. Afonso Eulalio (Bahrain – Victorious) + 4 menit 56 dtk.
Klasemen s.d. Etape X:
- Afonso Eulalio (Bahrain Victorious) 39:40:34
- Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike) + 27 dtk.
- Thymen Arensman (Netcompany Ineos)+ 1 menit 57 dtk.
- Felix Gall (Decathlon CMA CGM) + 2 menit 24 dtk.
- Ben O’Connor (Jayco Alula/Australia) + 2 ment 48 dtk. (Bambang Kunthady)***







Komentar