KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Bank Mandiri terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat. Hingga 31 Agustus 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri di Jawa Barat mencapai Rp4,45 triliun dan telah menjangkau 31.987 pelaku UMKM.
Penyaluran KUR tersebut difokuskan pada sektor-sektor produktif yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat, seperti pertanian, jasa produksi, dan industri pengolahan.
Regional CEO Bank Mandiri Region VI/Jawa Barat Adityo Wicaksono mengatakan, pembiayaan KUR diarahkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas, memperkuat kapasitas bisnis, sekaligus berkembang bersama ekosistem usaha di sekitarnya.
“Bank Mandiri melihat bahwa pertumbuhan usaha pada sektor produksi berperan penting terhadap aktivitas perekonomian nasional. Ketika UMKM khususnya pada sektor produksi bertumbuh, maka terdapat peluang bagi pemerataan tingkat kesempatan kerja, peningkatan rasio nilai tambah, serta keberlangsungan ketahanan pangan sebagai bagian dari program strategis nasional,” kata Adityo.
Menurut dia, karena itu Bank Mandiri mengarahkan penyaluran KUR untuk mendukung sektor produksi agar manfaat pembiayaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Secara nasional, realisasi penyaluran KUR Bank Mandiri hingga delapan bulan pertama 2026 mencapai Rp29,53 triliun. Angka tersebut setara 72,03 persen dari target penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp41 triliun.
Penyaluran tersebut telah menjangkau 223.284 debitur UMKM di berbagai wilayah Indonesia. Dari total realisasi tersebut, sebanyak 64,48 persen atau Rp19,04 triliun disalurkan ke sektor produksi, sedangkan 35,52 persen atau Rp10,48 triliun mengalir ke sektor nonproduksi.
Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan realisasi Rp9,84 triliun atau 33,32 persen. Berikutnya sektor jasa produksi sebesar Rp6,47 triliun atau 21,92 persen dan industri pengolahan sebesar Rp2,28 triliun atau 7,75 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan fokus Bank Mandiri dalam memperbesar pembiayaan kepada sektor produksi yang dinilai memiliki peran dalam penyerapan tenaga kerja, penciptaan nilai tambah, serta mendukung berbagai program strategis nasional.
Di sisi kualitas kredit, hingga 31 Agustus 2026, non-performing loan (NPL) KUR Bank Mandiri tercatat tetap di bawah 1 persen. Bank Mandiri juga terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum memperoleh fasilitas KUR.
Secara historis, sejak pertama kali menyalurkan KUR pada 2008 hingga 31 Agustus 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan KUR sebesar Rp332,77 triliun kepada 3,81 juta debitur.
Khusus sepanjang 2026, penyaluran KUR kepada debitur baru telah mencapai 157.839 debitur atau 71,75 persen dari target tahun ini sebanyak 220.000 debitur.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri menjalankan mandat pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil sekaligus mendorong inklusi keuangan.
Memasuki usia ke-28 tahun, Bank Mandiri menempatkan penguatan pembiayaan UMKM sebagai bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan yang memberikan manfaat lebih luas. Melalui tema “Tumbuh Bersama Majukan Indonesia”, perseroan ingin memastikan pertumbuhan bisnis berjalan beriringan dengan perkembangan nasabah, UMKM, pelaku usaha, dan masyarakat di berbagai daerah.
“Bagi Bank Mandiri, pertumbuhan memiliki makna ketika dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk berkembang. Kami ingin hadir Melayani Sepenuh Hati, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga dengan membangun sinergi ekosistem agar pelaku usaha memiliki ruang untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian,” tutur Adityo.
Ke depan, Bank Mandiri akan memperkuat sinergi dengan pemerintah, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai pelaku dalam ekosistem usaha untuk memperluas akses pembiayaan produktif.
Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung sektor-sektor strategis, memperkuat rantai pasok, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sejalan dengan semangat “Tumbuh Bersama, Majukan Indonesia”.***







Komentar