BRI RO Bandung Bidik 500 Lelang Lewat Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office (RO) 09 Bandung membidik 500 frekuensi lelang melalui program Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026 yang berlangsung 1 Oktober hingga 30 November 2026.

Program tersebut resmi dibuka di Menara Bank BRI Bandung, Selasa (6/10/2026), dengan melibatkan sejumlah instansi mitra strategis, khususnya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Regional CEO BRI Region 9 Bandung, Dewi Hestiningrum, mengatakan sinergi dengan DJKN dan BPN menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas pemulihan aset sekaligus menjaga kualitas portofolio keuangan BRI tetap sehat.

“Kerja sama dan sinergi yang solid antara BRI, DJKN, dan BPN adalah kunci utama dalam membangun ekosistem keuangan yang sehat, transparan, dan terpercaya,” ujar Dewi.

Menurutnya, efektivitas lelang sebagai instrumen pemulihan aset juga tidak terlepas dari dukungan KPKNL dan BPN dalam mengawal setiap tahapan agar berlangsung tertib, kredibel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sinergi tersebut sebelumnya telah menghasilkan capaian positif. Sepanjang 1 Januari hingga 30 September 2026, BRI RO Bandung bersama KPKNL dan BPN di Jawa Barat mencatat 1.522 frekuensi pelaksanaan lelang dengan nilai hampir Rp200 miliar.

Melalui Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026, BRI RO Bandung menargetkan tambahan 500 frekuensi lelang. Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui penguatan kolaborasi antarlembaga sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian Jawa Barat.

“Kami percaya bahwa target ini dapat kita upayakan dan capai bersama-sama. Harapan kami, sinergi dan kolaborasi antara BRI, DJKN, dan BPN akan terus tumbuh semakin solid, produktif, serta memberikan manfaat luas bagi institusi, masyarakat, dan perekonomian di Jawa Barat,” kata Dewi.

Secara nasional, Gebyar Lelang Serentak Nusantara BRI 2026 menawarkan lebih dari 5.000 aset pilihan yang terdiri atas rumah, tanah, ruko hingga gudang. Aset-aset tersebut tersebar di 74 lokasi di seluruh Indonesia.***

Komentar