16 Pelari Rumah Amal Salman Tempuh 180 Kilometer untuk Dukung Pendidikan Mahasiswa ITB
KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Sebanyak 16 pelari dalam tim estafet Rumah Amal Salman menempuh total jarak 180 kilometer dalam ajang ITB Ultra Marathon melalui kampanye #RunForGajahDidik. Kampanye ini mengajak masyarakat berkontribusi dalam mendukung Program Zakat dan Infak Gajah, yang membantu mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menghadapi kendala biaya pendidikan, khususnya pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Biaya pendidikan tinggi masih menjadi persoalan bagi sebagian mahasiswa yang mengalami keterbatasan ekonomi. Ketika kemampuan finansial keluarga belum mencukupi, dukungan biaya pendidikan menjadi penting agar mahasiswa dapat terus menjalani perkuliahan dan menyelesaikan studinya.

Melalui #RunForGajahDidik, Rumah Amal Salman menghubungkan pelari, alumni, donatur, dan komunitas dalam gerakan solidaritas pendidikan. Acara ini diharapkan dapat menggerakkan lebih banyak pihak, mulai dari alumni hingga masyarakat luas, untuk ikut mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa.
Dukungan tersebut disalurkan melalui Program Zakat dan Infak Gajah. Pada tahun 2024, program ini menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp2,3 miliar kepada 400 mahasiswa dari berbagai latar belakang agama.
Pelaksanaan program tersebut melibatkan Direktorat Kemahasiswaan ITB, Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari ITB, Ikatan Alumni ITB, serta komunitas alumni dalam mempertemukan kebutuhan mahasiswa dengan dukungan para donatur.
Melalui kampanye ini, masyarakat diajak turut mendukung bantuan UKT bagi mahasiswa yang membutuhkan, termasuk melalui pengembangan skema Orang Tua Asuh yang menyediakan dukungan dana pendidikan secara rutin dan pendampingan bagi mahasiswa yang terpilih dalam menerima bantuan.
Kampanye ini mengintegrasikan olahraga, pendidikan, dan filantropi dalam satu gerakan kolaboratif. Upaya memperluas akses pendidikan tinggi sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Sementara itu, keterlibatan pelari, alumni, donatur, dan komunitas mencerminkan pentingnya kemitraan dalam mencapai tujuan bersama, sebagaimana tercantum dalam SDGs 17.
Bagi Muhay, kapten tim Rumah Amal Salman dalam ITB Ultra Marathon, partisipasi dalam ajang ini bukanlah akhir upaya mendukung pendidikan mahasiswa. “ITB Ultra Marathon itu bukan sebuah akhir, justru ini adalah awal dari kampanye berlari untuk pendidikan. Oleh karena itu, perjalanan kami belum selesai,” ujar Muhay.

Dukungan terhadap pendidikan tidak berhenti ketika para pelari mencapai garis finish. Masyarakat dapat mengambil bagian dengan berdonasi dan menyebarluaskan kampanye
#RunForGajahDidik agar semakin banyak pihak terlibat dalam menjaga keberlanjutan studi bagi mahasiswa ITB.
Mari jadikan setiap langkah sebagai bagian dari upaya menjaga kesempatan mahasiswa untuk terus belajar dan meraih masa depan melalui kampanye #RunForGajahDidik. (Pun)***







Komentar