KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Pelajar tidak cukup hanya menguasai teori di ruang kelas. Mereka juga dituntut mampu membaca persoalan di lingkungan sekitar, melakukan penelitian, hingga menghadirkan solusi nyata. Semangat inilah yang ditunjukkan siswa-siswi dalam Darul Hikam Student Conference (DHSC) 2026 yang diselenggarakan SMA Unggulan Darul Hikam.
Mengusung tema Sustainable Development Goals (SDGs) dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), konferensi tahun keempat ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan riset sekaligus menunjukkan kontribusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
Sebanyak 60 peserta mengikuti rangkaian riset dan lomba karya tulis ilmiah. Dari jumlah tersebut, 10 kelompok terbaik terpilih untuk memamerkan hasil penelitian mereka melalui exhibition.
Direktur Majelis Pendidikan Darul Hikam, Lukman Amin, mengapresiasi kemampuan para pelajar dalam mengidentifikasi persoalan di masyarakat, mengembangkannya menjadi penelitian, hingga merumuskan solusi.
Menurutnya, kemampuan siswa tingkat SMP dan SMA dalam memahami persoalan serta mengolahnya menjadi sebuah penelitian menunjukkan potensi besar lahirnya saintis muda yang dapat berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.
“Secara umum luar biasa. Anak-anak usia SMP dan SMA mampu menangkap masalah dengan baik, kemudian merumuskannya menjadi sebuah penelitian dan mendapatkan hasilnya. Mudah-mudahan mereka menjadi saintis-saintis muda yang memberikan kontribusi untuk pembangunan bangsa Indonesia di kemudian hari,” ujar Lukman.
Ia juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sebagai salah satu bekal generasi muda dalam membangun masa depan bangsa.
Menurut Lukman, berbagai persoalan lingkungan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, hingga kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia, perlu menjadi perhatian generasi muda. Persoalan tersebut dapat diamati, diteliti, dan dicarikan solusinya melalui pendekatan ilmiah.
Sementara itu, Kepala SMA Unggulan Darul Hikam, Ami Rahmawati, mengatakan DHSC 2026 merupakan bagian dari upaya sekolah membangun budaya riset sekaligus membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan pada abad ke-21.
Pada penyelenggaraan tahun ini, jangkauan kegiatan seminar diperluas dengan melibatkan seluruh siswa kelas 10 dan 11 SMA Darul Hikam. Sebelumnya, keterlibatan seluruh siswa belum dapat dilakukan karena keterbatasan kapasitas tempat.
“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan keterampilan yang dibutuhkan pada abad ke-21 dan masa mendatang, mulai dari critical thinking, analytical thinking, kreativitas, kolaborasi, hingga komunikasi. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, pelajar sebagai generasi muda dapat memberikan dampak nyata bagi perubahan dunia yang lebih baik,” kata Ami.
Ia menjelaskan, penguatan budaya riset menjadi salah satu program unggulan SMA Darul Hikam. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil melalui berbagai prestasi siswa dalam kompetisi penelitian yang diselenggarakan sejumlah perguruan tinggi terkemuka.
Budaya riset tersebut juga memberikan dampak terhadap keberlanjutan pendidikan siswa. Prestasi di bidang penelitian turut mengantarkan sejumlah alumni SMA Darul Hikam diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Melalui DHSC 2026, SMA Unggulan Darul Hikam berharap kemampuan penelitian, kreativitas, dan kepedulian sosial siswa terus berkembang. Dengan demikian, pelajar tidak hanya menjadi generasi yang unggul secara akademis, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi bagi tantangan masyarakat serta pembangunan berkelanjutan.***







Komentar