PENANTIAN lama Wout Van Aert (31) untuk menjadi juara lomba klasik terkemuka Paris – Roubaix akhirnya tercapai juga setelah berjuang 9 kali sejak pertama kali tampil 2018.
Pembalap asal Belgia andalan tim Visma Lease a Bike ini menang duel sprint mengalahkan juara dunia 2025 Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG/Slovenia) yang harus puas finis kedua Classical Race Paris – Roubaix Edisi ke-23/2026 menempuh jarak 258 km di Prancis, Minggu (12/4/2026). Keduanya lepas dari kelompok kecil atlet unggulan lainnya dan bersaing ketat pada 20 km terahir dan keduanya tak terpisahkan hingga mencapai finis di velodrome Roubaix.
Upaya Pogacar untuk mengalahkan Van Aert dengan insiatif membuka sprint lebih dahulu tak berhasil karena asklerasi sprint Van Aert pada 200 meter terakhir di velodrome bisa melewatinya dengan mantap sehingga Pogacar harus puas finis kedua.
Bagi Van Aert sukses menjadi juara Paris – Roubaix pertama kali ini didedikasikan pada rekan setimnya Michael Goolaerts yang secara tragis meninggal karena kecelakaan saat lomba bersamanya pada Paris – Roubaix 2018.
“Kemenangan ini saya dedikasilkan pada rekan setim almarhum Michael yang meninggal pada saat mengikuti Paris – Roubaix 2018. Sejak kejadian itu saya bertekad untuk memenangi lomba ini dan mendedikasikanya dengan menunjuk jari saya keangkasa untuk almarhum terutama pada keluarganya,” ungkap Van Aert yang tak kuasa membendung tangis terharu.
“Berbagai kendala saya alami juga kempes ban sehingga harus ganti sepeda, sama seperti Pogacar dan Van Der Poel, saya tidak menyerah dan terus berusaha sehingga bisa menyusul Pogacar dan bersaing berdua hingga finis,” jelas Van Aert.
Balap sepeda klasik Paris – Roubaix adalah lomba yang amat sulit sehingga dijuluki Hell of the North, rutenya yang kombinasi lintasan aspal dan cobbles stone (bebatuan). Rute bebatuan sering kali jadi penentu menang dan kalah.

Pada Paris -Roubaix ke-123/2026, perhatian penonton dan media tertuju pada juara, bertahan 3 kali (2023, 2024, 2025) asal Belanda Mathieu Van Der Poel (Alpecin Premier Tech) dan juara dunia 2025 Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG/Slovenia) yang sangat berambisi untuk bisaa menjuarai lomba klasik ini pertama kali.
Upaya Van Der Poel dan Pogacar untuk bisa memenangi Paris – Roubaix tahun ini menghadapi berbagai hambatan, kempes ban dialami oleh Pogacar 2 kali sehingga harus ganti sepeda tiga kali karena sempat sekali memakai sepeda cadangan dari “netral servis” Shimano agar cepat bisa menyusul, tapi harus ganti lagi dengan sepeda cadangan Colnago timnya yang lebih sesuai.
Mathieu Van Der Poel juga mengalami Nasib serupa, kempes ban, sehinggaa harus Ganti sepeda 2 kali, karena pedal tipe baru Shimano yang dipasang pada sepeda Cadangan bermasalah. Akibatnya Van der Poel minta Ganti sepeda lagi dengan pedal tipe lama yang biasa dipakainya.
“Akibat kempes ban dan pedal baru yang bermasalah, saya semakin ketinggalan dan tidak bisa lagi mengejar Pogacar dan Van Aert yang sudah melesat di depan,” ungkap Van Der Poel yang harus puas finis keempat.
Sementara Pogacar yang finis kedua –sama seperti tahun lalu– mengatakan: “Saya sudah berupaya meninggalkan Van Aert pada 15 km terakhir di rute bebatuan dan jalan aspal namun gagal, dia amat tanggguh. Saya menyadari bila duel sprint finis melawan Van Aert akan sulit,” ungkapnya.
Hasil Paris – Roubaix 2026 (258 km):
- Wout Vsn Aert (Visma Lease a Bike/Belgia) 5: 16: 52
- Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG/Slovenia) “
- Jasper Stuyven (Soudal Quick Step/Belgia) + 13 dtk.
- Mathieu Van Der Poel (Alpecin Prime Tech/Belanda) + 15 dtk.
- Christophe Laporte (Visma Lease a Bike/Prancis) + 15 dtk. (Bambang Kunthady)***










Komentar