Pogacar Ambil Alih Kaus Kuning Dominasi Etape VI Pegunungan Pyrenees

Jonas Tertinggal Jauh

TOUR de France (TdF) 2026 baru menyelesaikan enam etape, jauh dari finis di Paris 26 Juli mendatang masih 16 etape lagi, namun juara 4 kali TdF Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG) sudah menunjukan keperkasaannya solo break pada Etape VI pegunungan Pyrenees meninggalkan sermua lawannya termasuk juara TdF 2 kali Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike) finis kedua tertinggal cukup jauh 2 menit 38 detik di garis finis Etape VI Gavarnie Gedre, Jumat (10/7/2026) dinihari WIB.

Sementara pemegang kaus kuning Torstein Traeen (Uno X Mobility/Norwegia) mengalami kecelakaan di tikungan menabrak atlet di depanya pada rute menurun Col du Tourmalet. Meski bisa melanjutkan lomba hingga finis, Traeen tertinggal jauh dan akibat cederanya harus mundur dari etape selanjutnya TdF.

Dengan penampilanya yang amat dominan pada rute tanjakan berat pertama Etape VI, Pogacar melancarkan akselerasi mematikan pertengahan tanjakan Col du Tourmalet (2.107 m dpl) kategori hors, 43 km dari finis dan terus melaju sendirian melalui tanjakan berikutnya finis di Gavernie Gedre (1.370 m dpl). Pogacar (UAE Emirates) mencapai finis sebagai pemenang Etape VI sekaligus merebut kaus kuning (pimpinan klasemen) dengan keunggulan meyakinkan atas rangking kedua Jonas Vingegaard (Visma) tertinggal 2 menit 42 detik.

Pogacar Tanpa Lawan Seimbang

Melihat penampilan Pogacar yang amat dominan pada rute tanjakan berat Etape VI didukung tim UAE Emirates XRF yang solid, khususnya Isaac Del Toro (Meksiko), gelar juara TdF 2026 yang kelima bagi Pogacar hanya menunggu waktu meskipun masih ada 15 etape lagi menanti termasuk rute pegunungan Alpen yang akan jadi penentu setelah rute pegunungan Pyrenees (di perbatasan Spanyol – Prancis) diselesaikan.

Tim UAE Emirates bekerja keras “pacing” tinggi untuk melepaskan para atlet tim lain yang membuntutinya pada Etape VI Tour de France. (Foto: Getty Images).*

Dengan kondisi ini harapan untuk menyaksikan duel seru pada TdF 2026 antara Tadej Pogacar dan Jonas Vingegaard dua penguasa TdF dalam kurun waktu enam tahun terakhir tak akan menjadi kenyataan.

“Pogacar masih terlalu kuat bagi pesaing terdekatnya Jonas yang semula dengan penampilanya yang dominan menjuarai Giro d’Italia 2026 diperhitungkan bisa tampil lebih kuat dibanding pada TdF 2025. Namun melihat duel keduanya pada rute pegunungan Col du Tourmalet Etape VI, Pogacar lebih superior, akselerasinya sangat cepat dan mampu mempertahankan ritme kecepatan setelah Jonas tertinggaal dan konsisten sehingga Jonas semakin tertinggal ketika tanjakan berakhir dan jalan menurun terjal dilaalui sebelum menanjak lagi, Jonas dari semula tertinggal 20 detik akhirnya terus semakin jauh tertinggal hingga finis menjadi sekitar 2,5 menit,” ungkap Alberto Contador mantan juara TdF asal Spanyol yang kini menjadi komentator Eurosport.

Sementara Pogacar usai sukses memenangi Etape VI dan merebut kaus kuning menyatakan, Etape VI berjalan sesuai rencana, kami tidak memikirkan akan berhasil atau tidak melakukaan break away jarak jauh.

“Saya pikir, kekuatan ada harus dicoba melepaskan diri jarak jauh. Bila di lomba klasik sehari bisa sukses, di Tour de France meski bukan balapan sehari harus dicoba, dan ini berhasil baik. Saya yakin akan kekuatan diri sendiri dan tim juga solid, ada Del Toro yang amat tangguh di tanjakan, kami buktikan solo break jarak jauh dengan tanjakan masih ada lagi bisa dicapai dengan baik, kami semakin yakin menghadapi etape-etape selanjutnya,” jelas Pogacar pada Eurosport.                 

Sedangkan Jonas Vingegaard yang ditanya media setelah gagal menahan laju Pogacar, mengatakan dirinya sudah tampil maksimal pada Etape VI, tapi Pogacar harus diakui punya kekuatan lebih besar dan berani melakukan break away jarak jauh.

Peloton melintasi Etape VI Tour de France di pegunungan Pyrenees, Prancis. (Foto: Getty Images).*

“Kekuatan saya pada beberapa etape kedepan harusnya meningkat, sehingga saya bisa memberi perlawanan lebih ketat pada Pogacar. Tim Visma Lease a Bike harus bekerja keras karena tim UAE Emirates sangat kuat dalam mendukung Pogacar. Masih ada 16 etape, kami tidak akan menyerah, segala upaya akan kami coba meskipun amat berat.

Pada Jumat (10/7/2026) Etape VII akan menempuh rute datar Hagetmau – Bordeaux 175 km yang akan menjadi porsi para sprinter.

Hasil Etape VI Tanjakan (186 km):

  1. Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG/Slovenia) 4:32:07
  2. Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike/Denmark) + 2 menit 38 dtk.
  3. Isaac Del Toro (UAE Emirates XRG/Meksiko) + 2 menit 57 dtk.
  4. Remco Evenepoel (Red Bull Bora/Belgia)                  “
  5. Paul Seixas (Decathlon CMA CGM/Prancis)

Klasemen s.d. Etape VI:

  1. Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG) 21:11:57
  2. Jonas Vingegaard (Visma/Denmark) + 2 menit 42 dtk.
  3. Isaac del Toro (UAE Emirates/Meksiko) + 3 menit 27 dtk.
  4. Remco Evenepoel (Red Bull Bora/Belgia) + 3 menit 30 dtk.
  5. Juan Ayuso (LiDL Trek/Belgia) + 3 menit 34 dtk.
  6. Paul Seixas (Decathlon /Prancis) + 3 menit 35 dtk. (Bambang Kunthady)***

 

Komentar