Disampaikan dalam Diskusi Kebangsaan BAPPISUS
JAKARTA (TUGUBANDUNG.ID) — Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menjadi salah satu pembicara pada Diskusi Kebangsaan Chapter 1 yang diselenggarakan Badan Pengendalian Pembangunan dan Investasi Khusus (Bappisus) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Prof. Tata mendorong penguatan otonomi yang disertai skema pendanaan publik memadai dan akuntabel bagi perguruan tinggi negeri (PTN). Penguatan tersebut diperlukan agar PTN mampu meningkatkan kualitas pendidikan, menghasilkan riset kelas dunia, mengembangkan talenta unggul, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penyelesaian persoalan bangsa.
“Otonomi Perguruan Tinggi bukan berarti harus mandiri finansial sepenuhnya, peran negara dalam pembiayaan pendidikan tinggi tetap diperlukan secara signifikan,” ujarnya.
Belajar dari negara-negara yang berhasil menjadi negara maju, terlihat jelas peran perguruan tinggi yang tidak hanya mencetak SDM unggul, tetapi juga memproduksi pengetahuan, teknologi dan inovasi yang dapat berkontribusi pada percepatan pertumbuhan ekonomi.
Untuk dapat menjadi motor pembangunan, diperlukan otonomi akademik serta tata kelola sumber daya, namun tetap diiringi pendanaan negara berbentuk block grant berbasis keluaran, dana riset yang signifikan, penguatan dana abadi, penyediaan beasiswa dan dana BOPTN yang sesuai dengan Biaya Kuliah Tunggal yang wajar, disertai akuntabilitas publik yang transparan.
Untuk menuju universitas riset kelas dunia, diusulkan desain ulang skema LPDP untuk mendukung pendidikan doktoral dan riset dalam negeri melalui kemitraan global, serta pengembangan jejaring perguruan tinggi dalam negeri.
Dalam diskusi itu juga dibicarakan kemungkinan PTN menjadi penerima manfaat dari berbagai hasil usaha pertambangan, pertanian, dan perkebunan. Akan dirumuskan bersama bagaimana skema mekanisme terbaik terkait hal ini, agar perguruan tinggi dapat tumbuh dan berkembang, serta tetap menjaga marwah perguruan tinggi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi.
Kegiatan ini dihadiri 19 rektor perguruan tinggi negeri dan membahas berbagai gagasan dan masukan dari perguruan tinggi untuk mendukung pelaksanaan program-program strategis nasional. (Pun)***







Komentar