Persaingan Balap Sepeda Terbesar Dimulai di Tengah Gegap Gempita Piala Dunia
BAGI penggemar balap sepeda, musim panas bulan Juli adalah momen yang pasti tak akan dilewatkan, ya…Tour de France (TdF) 2026 balap sepeda terpopuler sejagat raya dimulai Sabtu, 4 Juli 2026 di kota ikonik, Barcelona-Spanyol, menempuh jarak 3.325 km terbagi 21 etape hingga finis akhir di ibukota Prancis, Paris pada Minggu, 26 Juli 2026.
Lupakan sejenak waktu di tengah hingar bingar pesta sepakbola empat tahunan World Cup 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang menyita waktu setiap hari, karena arena jalanan dari Spanyol hingga Prancis akan dipadati penonton yang tengah berlibur di musim panas (summer holiday) sambil menyaksikan Tour de France yang akan berlangsung selama 21 hari menempuh rute datar, perbukitan dan tanjakan ikonik di pegunungan Pyrenees dan Alpen.
Para jago tanjakan terkemuka, dengan unggulan teratas Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG/Slovenia) juara 4 kali TdF, Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike/Denmark) juara TdF 2 kali dan remaja idola baru harapan publik Prancis berusia 19 tahun Paul Seixas (Decathlon CMA CGM) akan bersaing memperebutkan kaus kuning lambang juara TdF.
Bukan hanya melihat para pembalap yang melintas di depan kita yang melesat begitu cepat hanya hitungan detik setelah kita menunggu ber jam-jam. Bukan hanya menonton para pembalap dan iringan mobil tim yang melintas serta motor pengawal dan juri, media fotographer dan lainnya, tapi juga menarik adalah parade iringan caravan publikasi warna warni yang melintas 1 jam sebelum “peloton” pembalap melintas.
Hiasan mobil caravan yang unik sangat menarik perhatian semua penonton dan tentunya anak anak yang biasanya menunggu caravan mobil publikasi lewat, dan berhenti di lokasi-lokasi tertentu membagikan cenderamata dan “samples” produk, seperti permen, coklat dan berbagai pernak pernik TdF. Malam harinya di Lokasi finis dan start setiap kota selalu ada pasar malam dan hiburan gelaran kesenian, menambah meriah suasana libur musim panas.
Atmosfer TdF adalah pesta rakyat, hiburan rakyat di musim panas saat sekolah libur, hiburan gratis yang murah meriah bagi semua lapisan masyarakat. Momen hiburan TdF selalu dinanti di Prancis bahkan penggemar dari berbagai negara Eropa dan bagian dunia lainnya juga berdatangan untuk menyaksikan TdF sambil berlibur.
Memberi suport mengelukan pembalap di rute yang dilalui, terlebih di rute tanjakan “ikonik” yang dipadati penonton mengular sepanjang jalan mendekati finis.
Itulah sebabnya selama sebulan penuh bulan Juli, Tour de France adalah pesta rakyat yang selalu dinanti karena atmosfer nya sangat meriah dan menyatukan keluarga berlibur, semua hotel dipastikan penuh dan tidur di tenda pun tak kalah serunya. (Bambang Kunthady)***











Komentar