KABUPATEN BANDUNG BARAT (TUGUBANDUNG.ID) – Memperingati Hari Kesehatan Dunia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mempertegas komitmennya dalam menciptakan lingkungan inklusif melalui Program Peduli Disabilitas Indonesia.
Bekerja sama dengan Baitulmaal Muamalat (BMM), Telkom salurkan 25 Paket Alat Bantu Gerak dan Dengar Disabilitas berupa Kursi Roda, Tongkat/Walker, Sepatu AFO dan Alat Bantu Dengar kepada 25 penyandang disabilitas dan lansia di Bandung Raya.
Program ini secara simbolik diluncurkan pada Hari Kesehatan Dunia 7 April di Kantor Kecamatan Cipatat ditandai dengan penyerahan kursi roda secara simbolis ke 10 Penerima Manfaat yang dihadiri juga oleh Kepala Regional BMM Jawa Barat, Lina, PLN Kasi PMD Kecamatan Cipatat, Bapak Irpan Firiana, S.IP., M.I.P dan Ketua Karang Taruna Cipatat Kang Junjun
Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari pilar sosial program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Telkom Indonesia, yang dirancang untuk menyentuh langsung aspek kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di berbagai pelosok daerah.
Mendorong Mobilitas dan Harapan, Kepala Regional Baitulmaal Muamalat Jawa Barat, Lina, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah perpanjangan tangan dari visi sosial perusahaan untuk memastikan kelompok rentan mendapatkan akses yang lebih baik terhadap alat bantu kesehatan.
“Program Peduli Disabilitas Indonesia adalah manifestasi nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan yang kami fasilitasi. Meski program serupa telah berjalan di berbagai titik secara nasional, kehadiran kami di Cipatat hari ini menjadi tonggak perdana untuk wilayah tersebut,” ujar Lina.
Lina menambahkan bahwa pemilihan bantuan kursi roda didasari atas kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mobilitas fisik penerima manfaat. Dengan adanya alat bantu yang layak, diharapkan para penyandang disabilitas memiliki semangat baru untuk menjalankan aktivitas harian secara lebih mandiri.
Sinergi Demi Inklusivitas, Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Kecamatan Cipatat, Junjun Rohendi. Ia menekankan bahwa bantuan ini memiliki dampak psikologis yang signifikan bagi warga setempat.
“Ini bukan sekadar bantuan fisik berupa kursi roda. Bagi para penerima manfaat, ini adalah bentuk pengakuan dan dukungan moral yang sangat berharga. Kami melihat ada harapan baru yang tumbuh,” ungkap Junjun.
Ia juga berharap sinergi antara sektor korporasi seperti PT Telkom, lembaga sosial seperti BMM, dan unsur masyarakat dapat terus berlanjut. “Langkah ini adalah fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang inklusif, mandiri, dan sejahtera di masa depan,” pungkasnya.
Program ini merupakan inisiatif berkelanjutan dari PT Telkom Indonesia melalui sinergi dengan Baitulmaal Muamalat (BMM). Fokus utama program adalah pemberian alat bantu kesehatan serta pendampingan sosial bagi penyandang disabilitas guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar kehidupan sehat dan sejahtera serta pengurangan kesenjangan.***







Komentar