BALAP sepda grand tour pertama tahun ini Giro d’Italia edisi ke-109/2026 mulai memasuki persaingan sesungguhnya untuk perebutan gelar juara umum pada rute tanjakan berat Etape VII menempuh rute tanjakan heavy weight (Formia – Blockhaus 244 km), finis di puncak pendakian tanjakan kategori 1, Blockhaus (1.658 dpl), Jumat (15/5/2026).
Rute Etape VII bukan hanya finis di tanjakan kategori 1 tapi juga melewati tiga tanjakan lainya kategori 2 serta jarak amat jauh 244 km. Biasanya pada rute tanjakan berat jarak tempuh selalu di bawah 200 km, namun pada Giro 2026 Etape VII dipilih rute yang amat jauh dan finis di tanjakan berat. Dipastian akan menjadi perjuangan “ekstra” berat bagi jago tanjakan.
Unggulan teratas Jonas Vingeggard (Visma Lease a bike/Denmark) juara Tour de France 2 kali akan mulai menunjukan kemampuannya di tanjakan berat yang akan dilalui pada Etape VII. Dukungan tim Visma yang cukup solid dari Sepp Kuss, Victor Campenaerts, Tim Rex dan Davide Piganzoli akan memperkuat posisi Jonas sebagai kapten tim Visma untuk penyelesaian akhir menuju finis yang biasanya dilakukan pada tanjakan 5 -10 km terakhir.
Pesaing bagi Jonas akan datang dari beberapa jago tanjakan tim lain meskipun tidak ada yag sekelas kemampuannya dengan Jonas Vingegaard karena dua pesaing utama yang sekelas yaitu ranking 1 dunia Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG) dan juara Olimpiade Paris 2024 Remco Evenepoel (Red Bull Bora Hansgrohe) serta remaja Prancis sensasional Paul Seixas (Decathlon) tidak ikut serta.
Diantara yang diharapkan mampu memberi persaingan “seadanya”: Enric Mas (Movistar/Spanyol), Egan Bernal (Nertcompany Ineos/Kolombia), Giulio Pellizzari (Red Bull Bora/Italia), Ben O’ Conor (Jayco Alula/Australia), Damiano Caruso (Bahrain Victorious/Italia), Giulio Ciccone (LiDL Trek/Italia), Christian Scaroni (XDS Astana/Italia) dan Jan Christen (UAE Emirates/Swiss).
Kita nantikan mampukah para jago tanjakan unggulan tim lainnya menahan laju Jonas Vingegaard yang pasti akan mulai unjuk “gigi” pada Etape VII, kemungkinan kaus pink dikuasai Jonas sangat mungkin meskipun pemegang kaus pink hingga Etape VI Afonso Eulalio (Bahrain victorious) unggul 6 menit 22 detik dari Jonas. Kita tunggu ketangguhan sebenarnya Eulalio di tanjakan Blockhaus.

Ballerini Arasi ‘Chaos “ Etape VI
Sementara pada Etape VI rute datar (Paestum – Naples 142 km) Kamis (14/5/2026) yang juga terganggu hujan di awal dan mendekati finis menciptakan “chaos” khususnya jelang finis sehingga para sprinter unggulan terjatuh di tikungan jelang finis dengan rute bebatuan (cobble stones) yang basah sehingga amat licin. Beberapa sprinter terkemuka Dylan Groenewen, Jonathjan Milan, Toibias Andresen dan Paul Magnier terjatuh.
Situasi ”chaos” ini dimanfaatkan oleh Davide Ballerini (XDS Astana/Italia) beruntung lolos dari “chaos” untuk melesat menuju finis menjadi pemenang diikuti Jasper Stuyven (Soudal Quick Step/Belgia) dan rekan setimnya pemegang kaus jingga (“king of sprint”) Paul Magnier (Soudal Quick Step/Prancis) finis kedua dan tiga.
Bagi tim XDS Astana, yang merebnut Etape VI oleh Ballerini merupakan sukses memenangi etape untuk kedua kalinya pada Giro 2026 setelah Thomas Silva memenangi sprint Etape II.
Semua unggulaan lainnya finis bersamaan dengan waktu sama termasuk pemegang kaus pink Igor Arrieta (UAE Emirates/Spanyol) sehingga tak merubah klasemen.
Pada Etape VII ini empat pembalap sempat lolos “break away” namun tersusul peloton yang terus mengawasi agar tidak unggul terlalu jauh. Keempat “breaker: ini tertangkap peloton 35 km sebelum finis, sehingga adu sprint masal tak terhindarkan yang berakhir “chaos” lagi karena hujan.

Klasemen s.d. Etape VI:
- Afonso Eulalio (Bahrain Victorious/Portugal)
- Igor Arrieta (UAE Emirates XRG/Spanyol) + 2 menit 51 dtk.
- Christian Scaroni (XDS Astana/Italia) + 3 menit 34 dtk.
…..6. Giulio Ciccone (LiDL Trek/Italia)+ 6 menit 12 dtk.
….12. Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike/Denmark) + 2 menit 22 dtk. (Bambang Kunthady)***












Komentar