Menu

Mode Gelap

Berita · 7 Jul 2022 16:13 WIB ·

Simon Clarke Terdepan, Van Aert Tetap Kuasai Kaus Kuning

 Simon Clarke (Israel Premier Tech/Australia) menang sprint ketat mengalahkan Taco Van Der Hoorn (Intermache Gobert/Belanda) pada etape II Tour de France d Arenberg, Rabu (6/7/2022). (Foto: Sprint Cycling).* Perbesar

Simon Clarke (Israel Premier Tech/Australia) menang sprint ketat mengalahkan Taco Van Der Hoorn (Intermache Gobert/Belanda) pada etape II Tour de France d Arenberg, Rabu (6/7/2022). (Foto: Sprint Cycling).*

Etape V Tour de France 2022

ARENBERG, PRANCIS (TUGUBANDUNG.ID) – Hell of The North julukan rute Cobbles stones (bebatuan) yang sebagian digunakan pada etape V Tour de France (TdF) 2022 di Prancis utara Rabu (6/7/2022) sungguh menjadi bencana bagi beberapa atlet unggulan grand tour paling bergengsi ini.

Primoz Roglic (32) kapten tim Jumbo Visma yang ditargetkan untuk bersaing menjadi juara umum TdF 2022 menjadi korban ganasnya rute “neraka. Atlet asal Slovenia ini akibat kemelut terjatuh sehingga tercecer di grup ketiga dari peloton yang berantakan menjadi beberapa kelompok kecil dan finis urutan ke-61 tertinggal 2 menit 59 detik, sementara pesaing terberatnya juara bertahan TdF Tadej Pogacar (UAE Team Emirates/Slovenia) selamat tidak mengalami kendala dan finis urutan ke-7 tertinggal 51 detik dari pemenang etape V Simon Clarke (Israel Premier Tech/Australia).

Bagi Pogacar yang tangguh di rute tanjakan sebagai spesialisasinya, keunggulan waktu cukup berarti di etape V menjadi modal penting, bahkan sebelum rute tanjakan dimulai, sehingga semakin melicinkan targetnya mempertahankan gelar juara TdF untuk ketiga kalinya.

Tadej Pogacar (UAE Team Emiates/Slovenia) kaus putih bersama sekelompok pembalap melaju di lintasan bebatuan (cobbles stones) “Hell of The North” etape V TdF (Lille –Areenberg) di Prancis utara, Rabu (6/7/2022). (Foto: Getty Images).*

Simon Clarke (35) atlet veteran asal Australia yang membela tim Israel Premier Tech sukses memenangi etape V melalui adu sprint empat pembalap yang selamat break away sejak start hingga finis menempuh jarak 157 km dari Lille ke Arenberg meliwati 11 sektor rute cobbles stones pada 60 km terakhir.

Clarke menang sprint tipis atas Taco Van Der Hoorn (Intermarche Gobert/Belanda) dengan waktu sama 3 jam 13 menit 35 detik, ketiga Edvald Boasson Hagen (TotalEnergies/Norwegia) +2 detik dan keempat Neilson Powless (EF Education/AS) + 4 detik dan kelima Magnus Cort (EF Education/Denmark) +30 detik.

Bagi Clarke yang pindah ke Eropa saat usia 16 tahun untuk mengejar impian menjadi atlet sepeda profesional, sukses yang diraihnya di etape V TdF merupakan pembuktian atas kepercayaan tim Israel Premier Tech yang merekrutnya akhir tahun 2021 saat ia menganggur karena tim tempatnya bergabung Qhubeka NextHash bubar.

“Saya bersyukur masih dipercaya Direktur tim Israel Premier Tech, akhir Desember 2021 menelpon saya menawarkan bergabung saat saya tengah menganggur. Kemenangan ini untuk membayar kepercayaan itu saat tim ini butuh kemenangan dan saya butuh pekerjaan,” ungkap Simon Clarke usai finis.

Menyusul masuk finis 51 detik kemudian grup kecil yang dihuni juara bertahan TdF 2 kali (2020-2021) Tadej Pogacar. Adu sprint kelompok kecil ini, urutan keenam ditempati Jasper Stuyven (Trek Segafredo) dan ketujuh Tadej Pogagar.

Sementara pemegang kaus kuning, Wout Van Aert (Jumbo Visma/Belgia) meski sempat terjatuh tabrakan dengan rekan sendiri tetap masih menguasai kaus kuning (pimpinan umum) setelah bisa meneruskan lomba bahkan bekerja keras menjadi pacer bagi unggulan kedua timnya yaitu Jonas Vingegaard yang mengalami gangguan teknis sehingga harus ganti sepeda tertinggal di belakang.

Berkat kerja keras Van Aert serta beberapa pembalap tim Jumbo Visma lainnya akhirnya bisa mencapai finis tak terlalu jauh tertinggal dari kelompok Pogacar.

Dua atlet tim Jumbo Visma,Van Aert finis ke-16 dan Jonas Vingeggard ke-17, tertinggal tipis 13 detik di belakang Tadej Pogacar untuk membuka peluang tetap bisa bersaing untuk perebutan pimpinan klasemen.

Hanya saja andalan utama tim Jumbo Visma, Primoz Roglic akibat kemelut yang terjadi tertinggal jauh finis ke-61 (+ 2 menit 59 detik) akibat ketiban sial terjatuh dan bergabung bersama grup keempat yang juga berisikan beberapa unggulan di antaranya Alexey Lutsenko (Astana/Kazakstan) juara road race Asian Games Indonesia 2018, finis ke-71 (+ 2 menit 59 detik). Harapan bersaing dengan Tadej Pogacar untuk menjadi juara TdF 2022 semakin tipis.

Hingga etape V, Wout Van Aert masih menguasai kaus kuning dengan keunggulan 13 detik atas rangking kedua klasemen Nelson Powless (EF Education/AS), ketiga Edwald Boasson Hagen (TotalEnergies/Norwegia) + 14 detik dan keempat Tadej Pogacar (UAE Team Emirates/Slovenia) + 19 detik.

Kamis (7/7/2022) etape VI rute perbukitan Binche (Belgia) – Longwy (Prancis) menempuh jarak terjauh 220 km pada TdF 2022. (Bambang Kunthady)***

Artikel ini telah dibaca 48 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Keren, Ada Tempat Nugas dan Nongkrong Ideal untuk Mahasiswa di Bandung Timur

21 Februari 2024 - 10:45 WIB

PT. INTI Catatkan Penghematan Fixed Cost Lebih dari 30 Persen

21 Februari 2024 - 09:18 WIB

Vuelta Andalucia Ke-70/2024: Petugas Sibuk Atasi Aksi Protes Petani, Lomba Hanya Bisa Satu Etape

21 Februari 2024 - 05:47 WIB

Satpol PP Beri Edukasi, Terduga Pembuang Sampah ke Sungai Cipamokolan Beri Klarifikasi

20 Februari 2024 - 22:17 WIB

Pemkot Bandung Pastikan Beras SPHP Sudah Masuk Toko Ritel

20 Februari 2024 - 19:47 WIB

Dua Polisi Aktif di Dua Polres Berbeda Terlibat Pencurian dengan Kekerasan

20 Februari 2024 - 17:53 WIB

Trending di Berita