KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) — Anak-anak PGTK 2 Darul Hikam menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri saat tampil dalam school performance di Festival Kuliner Bandung yang digelar di kawasan Summarecon Bandung.
Meski baru sekitar tiga bulan mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah, para siswa mampu tampil di hadapan publik dengan percaya diri. Penampilan mereka meliputi tadarus, marching band, hafalan, hingga angklung.
Kepala Sekolah PGTK 2 Darul Hikam, Rinna Komalasari, S.Pd., mengatakan penampilan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak sekaligus buah dari dukungan berbagai pihak.
“Anak-anak PGTK 2 Darul Hikam telah menampilkan performance yang sungguh luar biasa. Mereka baru tiga bulan bersekolah, dan alhamdulillah anak-anak bisa tampil dengan percaya diri,” ujar Rinna.
Menurutnya, keberanian anak-anak untuk tampil tidak terlepas dari kerja sama antara sekolah dan orang tua. Selain guru, para pelatih kegiatan ekstrakurikuler juga turut berperan dalam mempersiapkan penampilan para siswa.
Rinna menilai momen tersebut bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga dapat menjadi pengalaman yang melekat dalam ingatan anak-anak.
“Dukungan ini tentunya dari kerja sama Ayah dan Bunda di rumah, pelatih-pelatih ekskul, dan juga guru-guru kami di PGTK 2 Darul Hikam,” katanya.
Ia berharap pengalaman tampil di depan banyak orang dapat menjadi memori positif bagi para siswa sekaligus menumbuhkan keberanian dan rasa percaya diri sejak usia dini.
“Semoga kelak ini menjadi memori yang sangat luar biasa untuk anak-anak hebat PGTK 2 Darul Hikam,” ucapnya.
Kebanggaan juga dirasakan orang tua siswa. Triyani Aprilia dan Apipudin Abdul Qodir, orang tua Muhammad Arfan, mengaku terharu melihat keberanian putranya tampil di hadapan banyak orang.
Bagi keduanya, penampilan tersebut menjadi pengalaman pertama menyaksikan anak mereka tampil dalam kegiatan sekolah di hadapan publik.
“Kami sebagai orang tua sangat bangga terhadap anak-anak yang sangat hebat dan luar biasa. Kami bangga melihat anak bisa tampil dan berani di depan banyak orang,” ujar Triyani.
Menurutnya, pendidikan yang diberikan di Darul Hikam mulai terlihat dalam keseharian Arfan. Salah satu perubahan yang dirasakan adalah kebiasaan anak mengucapkan salam dan menyapa orang yang lebih tua.
“Perubahannya dari awal sangat terasa. Tadinya kalau masuk rumah langsung saja, sekarang sudah bisa mengucapkan ‘Assalamualaikum’, kemudian mengulurkan tangan untuk mengucap salam kepada orang yang lebih tua,” katanya.
Apipudin menambahkan, perubahan tersebut membuat dirinya sebagai ayah merasa bangga. Selain keberanian tampil, Arfan juga mulai memahami kebiasaan dan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Sekarang sudah bisa mengucapkan ‘Assalamualaikum’, menyapa, tahu mana yang baik dan mana yang salah. Itu sudah berubah banget,” ujarnya.
Sebelum tampil, Arfan juga rutin berlatih sepulang sekolah. Dalam kegiatan tersebut, ia tampil dalam marching band, angklung, serta hafalan Rukun Iman bersama teman-temannya.
Bagi Triyani, pengalaman tersebut juga menjadi momen yang mendebarkan bagi orang tua. Kekhawatiran apakah anak mampu tampil dengan baik akhirnya terbayar setelah melihat Arfan dan teman-temannya menyelesaikan penampilan dengan percaya diri.
“Bukan cuma anaknya yang deg-degan, saya sebagai emaknya juga ikut deg-degan. Alhamdulillah, Arfan sudah menunjukkan yang terbaik. Hebat juga buat anak-anak lainnya,” katanya.
Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa proses pendidikan anak usia dini tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang mendorong anak berani tampil, bekerja sama, dan membangun kepercayaan diri.***











Komentar