Paul Seixas Remaja Harapan Prancis Penerus Bernard Hinault

TAHUN 1985 terakhir kali Prancis sebagai tuan rumah penyelenggara balap sepeda paling bergengsi Tour de France (TdF) menjadi juara oleh Bernard Hinault setelah itu hingga 40 tahun kemudian belum ada lagi pembalap sepeda Prancis yanag mampu menjadi juara TdF di rumah sendiri.

Namun harapan untuk mengorbitkan sosok pengganti Bernard Hinault kini semakin cerah, penampilan bintang remaja Prancis berusia 19 tahun, Paul Seixas yang sangat meyakinkan di awal musim 2026 sebagai pembalap new pro di tim yang merekrutnya Decathlon CMA CGM (Prancis) sungguh fenomenal. Seixas tampil hebat bisa finis sebagai “runner up” pada classical race Strade Bianche di Italia (7/3/2026) hanya kalah oleh juara atlet rangking 1 dunia, Tadej Pogacar (UAE Emirates XRG/Slovenia).

Prestasi Seixas sudah mengejutkan ketika dia menjadi atlet termuda 18 tahun sepanjang sejarah ketika menjadi juara Tour de l’Avenier 2025 (Tour calon juara masa depan) di Prancis. Tadej  Pogacar juga meniti karirnya dengan menjadii juara Tour d’Avenier 2019. Tahun lalu pada kejuaraan “ Road Race” balap sepeda Eropa 2025, Paul Seixas juga tampil prima bisa finis ketiga, sedangkan juara oleh Tadej Pogacar (Slovenia) dan “runner up” Remco Evenepoel (Belgia).

Penampilan Seixas semakin menjadi pusat perhatian publik Prancis dan para jurnalis karena di awal April 2026 ini pada lomba cukup terkemuka, Itzulia Basque Country ke-65/2026 di Spanyol bisa mendominasi dua etape awal yaitu Etape I nomor ITT 13,8 km di Bilbao (6/4/2026) dan Etape II rute tanjakan di Cuevas 164 km (7/4/2026). Dengan merebut kemenangan di dua etape awal, Paul Seixas kini kokoh menguasai kaus kuning (pimpinan umum), denghan keunggulan 1 menit 59 detik atas atlet kawakan terkemuka Primoz Roglic (Red Bull Bora/Slovenia) di posisi “runner up”.

Itzulia Basque Country ke-65/2026 di Spanyol menempuh jarak total 809 km terbagi 6 etape (6-11/4/2026). (Bambang Kunthady)***

 

Komentar