KAB. GARUT (TUGUBANDUNG.ID) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Komunikasi Sosial bagi Santri dalam Membangun Interaksi Sosial yang Positif di Lingkungan Pondok Pesantren Darul Arqom Kabupaten Garut”, Desember 2025 lalu.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui skema Program Kemitraan Masyarakat bekerja sama dengan Pondok Pesantren Darul Arqom yang berlokasi di Jalan Raya Garut–Tasikmalaya, Kampung Sawah Lega, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut.
Program ini diketuai oleh Yanti Susila Tresnawati, S.Ag., M.Si., dengan anggota dosen Dr Erwin Kustiman, S.S., S.Sos., M.Ikom., serta melibatkan dua mahasiswa Ilmu Komunikasi, Farah Nadda Indrawati dan Annisa Zahrah Indahshanty Pratiwi. Kegiatan dirancang sebagai bentuk kontribusi akademik perguruan tinggi dalam memperkuat kapasitas komunikasi sosial santri berbasis nilai keislaman.
Ketua tim pelaksana menjelaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis tidak hanya dalam membentuk kecerdasan spiritual dan intelektual, tetapi juga dalam membangun kecakapan sosial santri. Oleh karena itu, penguatan komunikasi sosial menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter.
“Kemampuan komunikasi sosial yang baik akan mendorong terciptanya interaksi yang harmonis, mengurangi konflik akibat miskomunikasi, serta menumbuhkan budaya dialog yang santun dan terbuka di lingkungan pesantren,” ujarnya.
Program ini diikuti oleh 20 santri yang dipilih secara representatif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama delapan minggu melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut.
Materi yang diberikan meliputi:
-
Konsep komunikasi sosial berbasis nilai keislaman
-
Pelatihan komunikasi interpersonal dan public speaking
-
Literasi dan etika komunikasi digital
-
Simulasi resolusi konflik dan kerja kelompok
Metode yang digunakan bersifat edukatif, partisipatif, dan aplikatif, dengan pendekatan experiential learning melalui role play, diskusi kelompok, serta praktik komunikasi langsung dalam aktivitas keseharian santri.
Untuk mengukur efektivitas program, tim melaksanakan pre-test dan post-test guna mengetahui peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi:
-
Peningkatan pemahaman komunikasi sosial santri secara signifikan
-
Meningkatnya kepercayaan diri berbicara di forum
-
Meningkatnya literasi dan etika komunikasi digital
-
Menurunnya konflik akibat miskomunikasi
-
Terbangunnya budaya komunikasi santun dan kolaboratif
Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembinaan karakter dan kecakapan sosial generasi muda. Santri diharapkan tidak hanya unggul dalam aspek keagamaan, tetapi juga matang secara sosial dan emosional dalam berinteraksi di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen FISIP Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan dalam mengimplementasikan keilmuan komunikasi secara aplikatif, kontekstual, dan berdampak langsung bagi masyarakat. ***










Komentar