KABUPATEN BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) — Pembelajaran tidak selalu berlangsung di dalam kelas. Melalui kegiatan Bina Desa, Darul Hikam Integrated School (DHIS) Lodaya mengajak siswa jenjang SMP dan SMA untuk terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat sekaligus mengembangkan kepedulian sosial, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan berkolaborasi. Kegiatan yang berlangsung pada 14–16 Oktober 2026 ini dipusatkan di Kampung Lebak Siyu, Ciburial, Kabupaten Bandung, dengan rangkaian kegiatan yang juga dilaksanakan di Kampung Pasanggrahan.
Mengusung tema “Memberdayakan Komunitas melalui Kewirausahaan dan Kesadaran Sosial”, program ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi siswa kelas 8 dan kelas 11. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, siswa didorong untuk memahami persoalan di lingkungan sekitar sekaligus mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dalam kehidupan nyata.
Penanggung Jawab Program Bina Desa, Muhammad Hilwan Faruq, menjelaskan bahwa program ini dirancang melalui sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Program tersebut mencakup pendidikan kesehatan, kepedulian lingkungan, kewirausahaan, hingga kegiatan literasi bagi anak-anak.
“Baik, kita mengadakan beberapa kegiatan di sini di bawah tema memberdayakan komunitas melalui kewirausahaan dan kesadaran sosial. Program ini melibatkan siswa dari kelas 8 dan kelas 11 dalam berbagai kegiatan, termasuk pendidikan kesehatan, kepedulian lingkungan, kewirausahaan, dan program literasi untuk anak-anak,” jelas Hilwan saat ditemui di Kampung Lebak Siyu, Ciburial, Kabupaten Bandung, pada Kamis, (15/10/2026).
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru di luar lingkungan sekolah, tetapi juga berkesempatan mengembangkan keterampilan sosial dan memahami pentingnya kontribusi nyata bagi masyarakat. Pengalaman ini menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang menghubungkan pengetahuan, sikap, dan tindakan.
Hilwan berharap, keterlibatan siswa dalam program Bina Desa dapat memperkuat kemampuan mereka dalam bekerja sama serta menumbuhkan kepekaan terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat belajar untuk berkolaborasi, mengembangkan kesadaran sosial, dan menerapkan pengetahuan mereka pada situasi di kehidupan nyata, sambil memberikan kontribusi secara positif kepada komunitas lokal,” tuturnya.
Lebih dari sekadar kegiatan di luar sekolah, Bina Desa menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenali peran mereka sebagai bagian dari masyarakat. Interaksi dengan lingkungan dan warga setempat diharapkan dapat membangun pemahaman bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga dengan kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain.
“Kami juga berharap program ini dapat menginspirasi para siswa untuk menjadi anggota masyarakat yang bertanggung jawab, peduli, dan aktif,” ungkap Hilwan.
Melalui Bina Desa, DHIS Lodaya menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan pendidikan dengan kehidupan sosial. Program ini diharapkan dapat membantu membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kepedulian, tanggung jawab, dan kemauan untuk mengambil peran positif di tengah masyarakat.***













Komentar