GIRO d’Italia 2026 baru menyelesaikan dua etape namun sudah dikejutkan dengan “Chaos” yang langsung menerpa para peserta pada Etape I dan II yang berlangsung di Bulgaria. “Chaos” sudah dikhawatirkan bisa terjadi pada Giro 2026 seperti yang sering terjadi pada edisi Giro sebelumnya, akibat cuaca buruk dan kondisi alam yang tak bersahabat akibat peralihan cuaca (pancaroba) musim semi ke musim panas.
Puluhan pembalap terlibat tabrakan beruntun jelang finis Etape 1 Jumat (8/5/2026) dan pada Etape II Sabtu (9/5/2026) dari Burgas ke Veliko Tarnovo 221 km tabrakan beruntun kembali terjadi pada tikungan yang licin karena hujan pada 30 km terakhir. Akibat tarbrakan masal ini, lomba sempat dinetralisir direktur lomba Giro selama beberapa km menunggu pembalap yang mengalami insiden untuk menyusul peloton.
Insiden tabrakan beruntun pada Etape II ini memakan korban beberapa atlet terkemuka harus terhenti pada Giro 2026 diantaranya dua andalan tim UAE Emirates XRG, Jay Vine dan Marc Soler, demikian juga Adam Yates kapten tim UAE Emirates meski mencapai finis Etape II, tertinggal hampir 14 menit akibat luka-luka yang dideritanya, akhirnya juga mundur tidak start Etape III. Atlet lainnya yang terhenti akibat kecelakaan pada Etape II ini, Adne Holter (Uno X Mobility) dan Santiago Bruitago (Bahrain Victorious).

Jonas Vingegaard Selamat
Unggulan teratas Giro 2026, Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike/Denmark) beruntung selamat pada insiden tabrakan beruntun Etape II ini, mencapai finis dengan selamat.
“Saya berada tepat di belakang grup atlet yang mengalamI musibah di jalan tikungan tajam belok ke kanan, hanya saja saya beruntung berada di bagian paling kanan sedangkan yang tergelincir berada di bagian kiri. Mereka menabrak guard rail pada kecepatan tinggi, sungguh menyedihkan. Dua atlet tim Visma juga ikut terjatuh Wilco Kelderman dan Tim Rex tapi masih bisa melanjutkan lomba. Kami harus extra hati hati seperti yang sudah diperkirakan kecelakaan adalah ‘lawan’ berat yang harus amat diperhitungkan,” ungkap Jonas Vingegaard pada Eurosport.
Pada Etape II ini, setelah netralisaasi berakhir, lomba dilanjutkan untuk 13 km terakhir dimana ada rute menanjak sepanjang 2,7 km. Tanjakan ini dimanfaatkan Jonas untuk coba“break away”, Jonas sempat lepas bersama dua atlet lainnya, namun tersusul peloton kecil sekitar 2 km menuju finis.
Adu sprint peloton kecil yang punya kemampuan di rute tanjakan ini, dimenangi atlet asal Uruguay Thomas Silva (XDS Astana) yang melesat terdepan dan menjadi pemenang menyelesaikan jarak 221 km dengan waktu 5 jam 39 menit 25 detik.
Dengan memenangi Etape II, Thoms Silva (24) — yang bulan lalu sukses menjuarai Tour de Hainan 2026 di Tiongkok – merebut kaus pink dari tangan sprinter Prancis Paul Magnier (Soudak Quick Step) pemenang Etape I yang ketinggalan pada Etape II.
Silva menjadi atlet Uruguay pertama sepanjang sejarah Giro d’Italia selama 109 tahun yang memegang kaus pink.
Minggu (10/5/2026) Etape III (Plovav – Sofia 175 km) rute datar menjadi etape terakhir bagi sprinter yang berlangsung di Bulgaria. Pada Senin (11/5/2026) peserta diterbangkan ke Italia untuk melanjutkan 18 etape lomba, Etape IV hingga Etape XXI finis akhir di Roma.
Klasemen Giro d’Italia s.d. Etape II:
- Thomas Silva (XDS Astana/Uruguay) 9:00:23
- Florian Stork (Tudor Pro Team/Jerman) + 4 dtk.
- Egan Bernal (Netcompany Ineos/Kolombia) + 4 dtk.
…….15. Jonas Vingegaard (Visma Lease a Bike/Denmark) + 10 dtk. (Bambang Kunthady)***










Komentar