KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Politeknik Negeri Bandung (Polban) bekerja sama dengan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kota Bandung melaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus pada peningkatan keterampilan pemasaran digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), belum lama ini. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM Kota Bandung yang tergabung dalam jaringan SUMU, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka dalam mengoptimalkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk.
Ketua Program PKM, Endang Hatma Juniwati, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai jawaban atas tantangan yang dihadapi UMKM di era digital. “Melalui program ini, kami berharap UMKM di Kota Bandung dapat naik kelas dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama pemasaran produk mereka. Pemahaman tentang algoritma media sosial, pembuatan konten yang menarik, dan pemanfaatan fitur digital akan menjadi bekal penting bagi mereka untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” ujarnya.
Pelatihan Hybrid
Program ini dilaksanakan dengan metode hybrid, yaitu dua kali pertemuan tatap muka (offline) dan satu kali sesi daring (online). Pelatihan intensif ini mencakup pemahaman algoritma media sosial, teknik segmentasi pasar, strategi pembuatan konten kreatif, serta pemanfaatan fitur iklan berbayar untuk meningkatkan efektivitas promosi.
Sebagai pemateri utama, Wahyu Rafdinal, pakar digital marketing dari Polban, dihadirkan untuk memberikan materi secara komprehensif. “Pelaku UMKM perlu memahami bagaimana cara kerja platform media sosial dan memanfaatkannya untuk membangun identitas merek, menjangkau pasar baru, dan meningkatkan penjualan,” ungkap Wahyu.
Pelaku UMKM dan Perwakilan SUMU Kota Bandung, Paojan Zaman, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. “Kami menyambut baik kegiatan ini. Program ini menjawab kebutuhan kami selaku pengusaha UMKM yang selama ini kesulitan dalam mengoptimalkan pemasaran digital. Harapan kami, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi usaha yang lebih luas,” kata Paojan.
Selain pelatihan, kegiatan ini juga menghadirkan program pendampingan intensif dan pembentukan komunitas digital yang memungkinkan peserta saling bertukar informasi, berbagi pengalaman, dan terus mendapatkan pembaruan strategi pemasaran.
Keberlanjutan Program
PKM ini menargetkan 80% peserta mampu mengimplementasikan strategi pemasaran digital secara efektif dalam tiga bulan setelah pelatihan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan omzet usaha, memperluas jangkauan pasar, serta memperkuat branding produk UMKM Kota Bandung.
Peserta kegiatan juga berharap keberlanjutan program ini dapat diwujudkan melalui pengembangan komunitas belajar digital yang aktif, kolaborasi rutin dengan Polban sebagai pendamping akademik, serta program lanjutan seperti klinik digital marketing dan pelatihan e-commerce. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin ada pendampingan jangka panjang dan forum berbagi strategi yang terus berjalan,” ujar Gilang, salah satu peserta pelatihan.
Selain itu, hasil kegiatan ini akan dipublikasikan melalui video dokumentasi, artikel di media massa, dan artikel ilmiah sebagai bentuk pertanggungjawaban serta sarana diseminasi pengetahuan kepada masyarakat luas.
PKM ini menjadi bagian dari komitmen Polban dalam mendukung pemberdayaan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan kolaborasi berkelanjutan bersama SUMU, ekosistem UMKM di Kota Bandung diharapkan semakin siap menghadapi persaingan di era ekonomi digital. ***










Komentar