Talenta Musik Muda Bersinar di Battle of The Band Vol 2 PCMS

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Panggung semifinal Battle of The Band Vol 2 Purwa Caraka Music Studio (PCMS) wilayah Jawa Barat di Festival Citylink Kota Bandung, Minggu (24/5/2026), dipenuhi energi anak-anak muda yang membawa mimpi mereka lewat musik.

Suara vokal para peserta berpadu dengan dentuman musik, menciptakan suasana meriah yang terus menghidupkan area acara sejak siang hingga malam.

Band-band muda dari berbagai cabang PCMS wilayah Jabar tampil bergantian di hadapan juri, orang tua, guru, dan para pengunjung yang memenuhi lokasi.

Ada peserta yang tampak percaya diri sejak awal naik ke panggung, namun ada pula yang terlihat gugup sebelum akhirnya larut dalam lagu yang mereka bawakan.

Di balik kompetisi tersebut, PCMS ingin menghadirkan ruang belajar bagi para siswa musik untuk mengenal arti kerja sama dan keberanian tampil di depan publik.

Hal itu disampaikan Chief Operating Officer (COO) Purwa Caraka Music Studio, Aditya Purwa Putra, saat memberikan sambutan kepada seluruh peserta.

“Selamat untuk semua yang sudah tampil hari ini. Kalian semua keren, kalian semua hebat. Dan apapun hasilnya nanti, kalian harus berbangga hati karena sudah tampil hebat pada hari ini,” ujar Aditya.

Menurutnya, pengalaman tampil di atas panggung merupakan bagian penting dari proses perkembangan anak-anak dalam dunia musik. Karena itu, ajang Battle of The Band tidak hanya berbicara soal kemenangan, tetapi juga proses belajar yang dijalani setiap peserta.

Suasana hangat terasa ketika Aditya meminta seluruh peserta memberikan tepuk tangan kepada para orang tua dan guru yang hadir mendampingi.

Dia menyebut dukungan keluarga dan pengajar menjadi bagian penting yang membuat anak-anak berani tampil di atas panggung.

“Kalau kita lihat, kalian semua di sini tidak akan bisa tampil tanpa dukungan bapak-ibu, papa-mama, dan para guru,” katanya.

Bagi PCMS, sebuah band tidak hanya dibangun dari kemampuan individu memainkan alat musik. Ada proses saling mendengar, menjaga ritme, dan memahami satu sama lain yang harus tumbuh di dalamnya.

“Tujuan utama acara ini adalah supaya kita sama-sama berkembang, sama-sama belajar. Karena dalam band, yang paling penting adalah bisa saling mendengarkan dan menjaga satu sama lain,” ucap Aditya.

Dia juga menegaskan, nilai kolaborasi menjadi hal utama yang terus ditanamkan kepada para siswa musik di PCMS. “Kita mengajarkan, kolaborasi itu jauh lebih penting daripada kompetisi,” tegasnya.

Selain berbicara kepada peserta, Aditya turut mengingatkan para orang tua agar mendukung anak-anak tanpa memberikan tekanan berlebihan selama proses belajar musik berlangsung.

“Semua anak bisa didukung, tapi tidak semua anak bisa di-push,” ujarnya.

Menjelang akhir acara, suasana semakin tegang ketika panitia mulai mengumumkan nama-nama peserta yang lolos ke babak final. Sorak gembira terdengar dari sudut ruangan saat nama band dipanggil satu per satu.

Untuk kategori A, finalis yang berhasil melaju yakni Alphaz (Tasikmalaya), Varen (PCMS Cabang Mangga Bandung), dan Hinoki (PCMS Sukabumi).

Sedangkan pada kategori B, tiket final diraih Water Enough (PCMS Kota Cimahi), Romansa (PCMS Cabang Sukup Bandung), dan Raise Up (PCMS Cabang MIM Bandung). (NA)***

Komentar