KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Siapa sangka di balik dentuman drum band industrial rock ternama Koil, tersimpan hasrat lain dari sang penggebuk drum, Leon Ray Legoh. Setelah lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia musik dan kuliner, Leon resmi meluncurkan karya bukunya yang bertajuk “Dapur Rock N’ Roll: Di Antara Musik dan Masak”.
Diterbitkan oleh Media Cendekia Muslim (MCM), buku ini merupakan kolaborasi harmonis antara dua gairah hidup Leon: musik cadas dan aroma dapur yang menggoda. Sebuah memoar puitik sekaligus penuh bumbu kehidupan yang dijahit dari potongan blog, cuitan, hingga cerita dapur restoran legendaris RM Legoh, yang ia bangun bersama Otong Koil.
“Gue senang baca dari kecil, sempat mimpi jadi penulis, tapi kayaknya gak jago nulis. Akhirnya cuma nulis buat promosi resto aja,” kata Leon dengan gaya khasnya. Namun dari tulisan-tulisan “formalitas” promosi itulah, benih cerita mulai tumbuh. Tak disangka, banyak pembaca yang menikmati tulisannya dan mendorongnya untuk mengumpulkan catatan itu menjadi buku.
Didorong oleh sahabatnya, Wengky Wiradi, Leon pun menerima tantangan: membukukan tulisan-tulisan yang awalnya tercecer. “Rock n’ Roll aja lah, gue sikat!” tambahnya sambil tertawa.
“Dapur Rock N’ Roll” terdiri dari 19 bab, yang membentangkan kisah tentang perjalanannya bersama Koil, serta perjuangannya di dunia bisnis kuliner. Leon tidak hanya membagikan nostalgia dan petualangan musikalnya, tapi juga menyingkap kisah-kisah di balik dapur RM Legoh, mulai dari ide awal, resep legendaris seperti Nasi Goreng Hitam, hingga strategi bertahan hidup dalam dunia kuliner yang keras.
“Buku ini gak cuma soal resep. Ini kisah jatuh bangunnya bisnis, bagaimana lo harus mikir kreatif biar dapur lo beneran ‘ngebul’. Gue pengin orang yang baca buku ini bisa terinspirasi buat mulai sesuatu, walau dari nol,” ujar Leon.
Sebagai pelengkap peluncuran buku, Leon juga merilis lagu berjudul “Bumbu Ajaib” dari proyek musikal eksperimentalnya Leon and the Sous Chef Hats yang sudah bisa dinikmati di platform streaming seperti Spotify.
Tak hanya itu, buku ini turut dibubuhi kata pengantar dari sahabat dekat Leon, Ade Putri Paramadita (@misshotrodqueen), seorang culinary storyteller yang juga dikenal sebagai mantan road manager band Seringai.
Dengan gaya bahasa yang ringan, jenaka, dan otentik, buku ini hadir sebagai bacaan yang menghibur dan inspiratif. Kisah-kisah Leon menyajikan pengalaman hidup yang mengajak pembaca untuk tidak takut mengejar mimpi — bahkan jika itu berasal dari balik drum set atau dapur berasap.
“Memasak butuh kesabaran, konsentrasi, dan kegembiraan. Sama seperti hidup,” tutup Leon, menandaskan filosofi hidup yang ia racik sendiri.***













Komentar