Menu

Mode Gelap

Berita · 27 Mei 2022 20:47 WIB ·

Sprinter Peringkat Atas “Gigit Jari” di Etape XVIII

 David de Bondt (Alpecin – Fenix/Belgia) merayakan sukses memenangi etape XVIII Giro d’Italia 2022, finis di Trevisom Italia melalui adu sprint empat pembalap “break away” sejak start di Borga Valsugana, Kamis (26/5/2022). (Foto:Paolone/La Presse).* Perbesar

David de Bondt (Alpecin – Fenix/Belgia) merayakan sukses memenangi etape XVIII Giro d’Italia 2022, finis di Trevisom Italia melalui adu sprint empat pembalap “break away” sejak start di Borga Valsugana, Kamis (26/5/2022). (Foto:Paolone/La Presse).*

TREVISO, ITALIA (TUGUBANDUNG.ID) – Nasib para sprinter dan peloton utama pada etape XVIII lomba balap sepeda grand tour Giro D’Italia Edisi ke-105/2022 sungguh merana, mereka harus gigit jari dipermalukan “break away” empat atlet rangking bawah sejak start dan sukses hingga finis di Treviso unggul 14 dari para spinter dan peloton. Etape XVIII menyelesaikan rute perbukitan/datar 156 km dari Borgo Valsugana Kamis (26/5/2022). Ini ibarat kisah David vs Goliath.

Tampil sebagai pemenang adu sprint empat “breaker” ini, Drier de Bondt (Alpecin-Fenix/Belgia), kedua Edoardo Affini (Jumbo Visma/Italia), selanjutnya Magnus Cort (EF Education/Denmark) dan Davide Gabburo (Bardiani CSF/Italia). Keempat sekawan ini finis dengan waktu sama 3 jam 21 menit 21 detik.

Peloton utama berisi semua rangking atas klasemen dan sprinter terkemuka finis 14 detik kemudian.

Dengan demikian tak ada perubahan klasemen. Richard Carapaz (Ineos/Ekuador) masih menguasai Maglia Rosa (kaus pink), “runner up” Jai Hindley (Bora/Australia) terpaut 3 detik, ketiga Mikel Landa (Bahrain Victorius/Spanyol) + 1 menit 5 detik dan keempat Vincenzo Nibali (Astana/Italia) +5 menit 40 detik.

Break Away

Cuaca panas yang melanda Eropa meski masih di bulan Mei berlangsung sejak etape I dan hampir tidak pernah ada hujan sama sekali dengan temperature mencapai 28 hingga 30 derajat Celcius menyebabkan banyak peserta mengeluh kepanasan sehingga harus memakai es di pundaknya dan beberapa di antaranya sakit.

Dari 176 peserta (22 team) sejak start etape I, kini menyisakan 152 atlet pada etape XVIII, yang terhenti 24.

Pada etape XVIII, selepas start Magnus Cort (EF Education/Denmark) yang amat berpengalaman memimpin break away bersama tiga atlet dari tim yang berbeda. Peloton memandang sebelah mata dan membiarkan mereka terus berada di depan karena keunggulannya tidak lebih dari 3 menit.

Lebih jauh, keempat pembalap ternyata sangat serius bekerja sama layaknya satu tim, bergantian menarik di depan dalam formasi TTT (team time trial) dengan kecepatan tinggi antara 45 hingga 55 km/jam.

Peloton semakin panik karena setelah 120 km berjalan melewati perbukitan dan tanjakan, Magnus Cort dan kawan-kawan tak juga tertangkap, keunggulan masih bertahan sekitar 2,5 menit. Dengan sisa 15 km menuju finis di Treviso, peloton belum juga bisa menyusul, bahkan peloton pun pecah menjadi 2 rombongan karena panik.

Memasuki 5 km terakhir keunggulan “break away” masih sekitar 1,5 menit. Kerja keras keempatnya sungguh fantastis, memasuki 1 km terakhir masih unggul 20 detik dan tidak mungkin lagi tersusul.

Keempat pembalap terdepan inipun bebas melakukan adu sprint finis siapa yang menjadi tercepat di antara mereka. David de Bondt (Alpiecin/Belgia) menjadi pemenang etape XVIII, diikuti tiga pembalap lain yang menjadi rekan “breaker” nya.

Mundur

Pada etape XVIII, dua pembalap papan atas harus mundur dari lomba. Paling nahas rangking keempat klasemen yang juga pemegang kaus putih (U25) Joao Almeida (UAE Team Emirates/Portugal) karena di tes positif Covid-19 setelah dia mengeluh kurang enak badan pada etape XVII. Satu pembalap lainnya favorit juara Giro 2022, Simon Yates (BikeExchange/Inggris) yang sudah tertinggal jauh lebih dari 20 menit akhirnya menyerah di etape XVII tak menyelesaikan lomba karena kondisinya terus menurun.

Jumat (27/5/2022), etape XIX menempuh rute tanjakan cukup berat sejauh 178 km, Marano Lagunare – Santuario di Castelmonte, melewati perbatasan negara Lithuania dan kembali ke Italia. Etape ini akan menjadi ujian berat bagi pemegang kaus pink Carapaz dan pesaing beratnya Jai Hindley yang hanya terpaut 3 detik.

Pada etape XIX, salah sedikit atau kondisi kurang baik bisa mengubah pimpinan klasemen. (Bambang Kunthady)***

Artikel ini telah dibaca 172 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mobil Tak Bisa Lewat Akibat Jalan Longsor Di Desa Depok Garut, Aktivitas Warga Terganggu

4 Maret 2024 - 19:04 WIB

Lima Tahun Berturut-Turut, Telkomsel Raih Best Mobile Network dari Ookla® Speedtest Award™

4 Maret 2024 - 18:03 WIB

Tingkatkan Minat Olahraga, Prawira Harum Bandung Ajak Ratusan Pelajar Nonton Langsung

4 Maret 2024 - 17:57 WIB

Presiden Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN, Menteri BUMN: Akan Jadi Hub Telekomunikasi Nusantara

4 Maret 2024 - 17:48 WIB

Kawanan Pelajar SMP di Tasikmalaya Maling Motor dan Kotak Amal Masjid

4 Maret 2024 - 16:51 WIB

Dari Pulau Sumatera, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Singgah di Kota Sampit Sampaikan Sharing Komunikasi dan Ditpolairud Polda Kalteng

4 Maret 2024 - 15:45 WIB

Trending di Berita