KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Sebanyak 19 siswa SD1 Darul Hikam baru saja menyelesaikan perjalanan edukatif internasional dalam program Student Attachment Program (SAP) yang berlangsung selama delapan hari, mulai 6 hingga 13 April 2026. Melalui kunjungan ke Malaysia dan Singapura, para siswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga mengasah kemandirian serta menjadi duta budaya Indonesia di kancah internasional.
Selama enam hari di Malaysia dan dua hari di Singapura, para peserta mengikuti serangkaian aktivitas intensif, mulai dari studi banding di sekolah mitra hingga kunjungan edukasi sejarah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD 1 Darul Hikam, Fitri Wulandari, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai jembatan bagi siswa menuju dunia global.
“Tujuan utama dari Student Attachment Program ini adalah memberikan pengalaman belajar langsung di dunia internasional. Kami ingin melihat bagaimana mereka melatih kemandirian, serta mengenal budaya dan lingkungan di luar negeri secara nyata,” ujar Fitri saat ditemui di SD1 Darul Hikam, Kota Bandung, pada Senin (20/04/2026).
Pemilihan Malaysia dan Singapura sebagai destinasi bukan tanpa alasan. Menurut Fitri, kedua negara tersebut memiliki standar pendidikan yang sangat baik namun tetap memiliki akar budaya yang dekat dengan Indonesia, sehingga cocok sebagai langkah awal pembelajaran internasional bagi siswa sekolah dasar.
Selama di sana, antusiasme siswa terlihat sangat tinggi, terutama saat mereka berinteraksi langsung dengan teman-teman sebaya di sekolah tujuan.
“Alhamdulillah, tahun ini kami mengunjungi tiga sekolah di Malaysia, lebih banyak dari biasanya. Siswa sangat aktif bertanya dan berkomunikasi dengan teman-teman serumpunnya menggunakan bahasa Inggris maupun Melayu,” tambahnya.
Salah satu sorotan utama dari program SAP ini adalah transformasi karakter siswa. Jauh dari orang tua, para siswa dituntut untuk mengelola kebutuhan pribadi mereka sendiri, mulai dari disiplin waktu hingga menjaga kebersihan.
“Anak-anak ini subhanallah ya, mereka belajar kemandirian. Bagaimana mereka menjaga satu sama lain, belajar bangun sendiri, mencoba membangunkan temannya, hingga melakukan packing perlengkapan sendiri. Kami fokus menjaga agar mereka tetap disiplin, mulai dari bangun pagi, sholat, hingga sarapan agar kondisi fisik tetap prima,” jelas Fitri.
Tidak hanya menyerap ilmu, siswa SD 1 Darul Hikam juga membawa misi kebudayaan. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika para siswa menampilkan pertunjukan seni di hadapan audiens internasional.
Fitri menceritakan, “Kami melakukan pertukaran budaya di mana anak-anak menampilkan Tari Saman khas Aceh. Alhamdulillah, mereka mendapatkan antusiasme yang luar biasa meriah dari teman-teman di sekolah Malaysia.”
Melalui program dua tahunan ini, pihak sekolah berharap ada peningkatan signifikan pada kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi siswa. Fitri menekankan bahwa interaksi sosial dan pertumbuhan karakter yang terbentuk selama SAP akan menjadi bekal berharga bagi masa depan anak-anak.
“Harapannya semoga program ini terus berlanjut. Ini sangat penting bagi pertumbuhan karakter mereka. Semoga anak-anak yang belum bisa ikut tahun ini, bisa bergabung di kesempatan mendatang,” pungkasnya.***













Komentar