Sekolah Tertua di Kota Bandung Berharap Dukungan Pelestarian Bangunan Heritage

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) -;SD Negeri 001 Merdeka masih mempertahankan eksistensinya sebagai sekolah dasar tertua di Kota Bandung. Berdiri sejak tahun 1884, bangunan utama sekolah yang berlokasi di Jalan Merdeka tersebut hingga kini masih digunakan sebagai sarana pendidikan sekaligus menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang menyimpan sejarah panjang perkembangan pendidikan di Kota Bandung.

Humas SDN 001 Merdeka, Firman Mauluddin, mengatakan berdasarkan literatur sejarah yang dimiliki sekolah, gedung tersebut dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Pada saat itu bangunan digunakan sebagai tempat belajar anak-anak Belanda pada pagi hari, sedangkan sore harinya dimanfaatkan sebagai sekolah bagi anak-anak pribumi dari kalangan priyayi.

“Bangunan yang sekarang menjadi SD Negeri 001 Merdeka ini menurut sejarah yang tertulis dibangun tahun 1884. Konon digunakan sebagai tempat bersekolah anak-anak Belanda, sedangkan sore harinya digunakan anak-anak pribumi dari kaum priyayi,” ujar Firman.

Hingga saat ini, bangunan utama masih mempertahankan bentuk arsitektur aslinya. Perbaikan yang dilakukan hanya sebatas pemeliharaan rutin seperti penggantian genting yang lapuk, pengecatan, dan perbaikan plafon. Sementara struktur bangunan, pintu, jendela, serta sebagian besar material kayu jati masih dipertahankan.

Menurut Firman, bangunan peninggalan Belanda tersebut memiliki lima ruang kelas dengan luas sekitar 64 meter persegi setiap ruangan. Seluruh ruangan didesain dengan langit-langit yang tinggi sehingga sirkulasi udara tetap baik dan ruangan terasa sejuk tanpa pendingin udara.

Selain memiliki desain yang kokoh, hampir seluruh kusen, pintu, dan rangka bangunan menggunakan kayu jati asli yang hingga kini masih dalam kondisi baik.
“Bangunan Belanda itu pintunya tinggi, kayunya jati semua dan ini masih asli. Tidak kena rayap. Kalau diganti pasti akan kelihatan jenis kayunya berbeda,” katanya.

Seiring perkembangan kebutuhan sekolah, sebagian ruangan di bangunan utama kini dialihfungsikan menjadi ruang kepala sekolah, ruang tata usaha, ruang guru, dan ruang rapat. Hanya satu ruang yang masih digunakan sebagai ruang kelas.

Firman menjelaskan, sebelum dilakukan penggabungan sekolah pada tahun 2017, kompleks tersebut ditempati enam sekolah dasar, yakni SDN Merdeka 1 hingga SDN Merdeka 6. Setelah kebijakan regrouping, seluruhnya bergabung menjadi SD Negeri 001 Merdeka.

Saat ini sekolah berdiri di atas lahan seluas sekitar 3.500 meter persegi dengan total 36 ruang kelas yang sebagian besar merupakan bangunan baru. Meski demikian, bangunan utama yang dibangun pada tahun 1884 tetap dipertahankan sebagai identitas sekolah sekaligus warisan sejarah pendidikan di Kota Bandung.

Sekolah juga masih menyimpan sejumlah benda bersejarah, seperti papan tulis lipat yang dahulu digunakan dengan kapur serta lonceng sekolah tua. Papan tulis tersebut kini tidak lagi digunakan dan telah ditutupi papan tulis putih untuk menjaga kesehatan siswa.

Menurut Firman, hingga kini bangunan tersebut belum pernah mengalami renovasi besar. Perbaikan hanya dilakukan untuk menjaga kondisi bangunan tanpa mengubah struktur aslinya karena statusnya sebagai bangunan cagar budaya.

“Kalau menurut literatur yang saya baca, gedung ini belum pernah dipugar atau direnovasi besar-besaran. Yang pernah dilakukan hanya mengganti genting karena sudah banyak yang lapuk. Struktur bangunannya tetap, karena memang tidak boleh diubah,” jelasnya.

Pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan dukungan berupa anggaran khusus untuk pemeliharaan bangunan cagar budaya agar keberadaan gedung bersejarah tersebut tetap terjaga.

“Harapan kami ada anggaran khusus untuk pemeliharaan gedung heritage, bukan hanya melalui dana BOS. Gedung ini merupakan bagian dari sejarah pendidikan Kota Bandung sehingga perlu perhatian khusus agar tetap lestari,” ujarnya.

Selain itu, sekolah juga berharap adanya kebijakan yang memberikan fleksibilitas dalam penerimaan peserta didik baru. Menurut Firman, lokasi sekolah yang berada di kawasan pusat kota membuat jumlah calon peserta didik dari lingkungan sekitar relatif terbatas.

“Kami berharap ada kebijakan khusus agar jangkauan penerimaan murid bisa diperluas. Dengan begitu eksistensi SD Negeri 001 Merdeka sebagai sekolah dasar tertua di Kota Bandung tetap terjaga dan terus menjadi bagian penting dari sejarah sekaligus masa depan pendidikan di Kota Bandung,” tutupnya.***

Komentar