KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) -Pemerintah Kota Bandung terus menata kabel udara secara bertahap dengan mendorong komitmen dari para penyedia utilitas untuk melakukan koneksi jaringan bawah tanah secara terencana dan bertanggung jawab.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, proses penataan diawali dari kesediaan masing-masing perusahaan utilitas untuk ikut serta, dilanjutkan dengan pernyataan komitmen terkait waktu pelaksanaan koneksi kabel.
“Prosesnya dimulai dari kesediaan dulu. Setelah bersedia ikut, setiap perusahaan harus menyatakan kapan mereka akan melakukan koneksi. Itu harus jelas,” ujar Farhan.
Ia menegaskan, apabila tingkat kepatuhan dinilai kurang, Pemerintah Kota Bandung tidak segan mengeluarkan surat perintah lanjutan disertai sanksi administratif, termasuk terkait perizinan.
Menurut Farhan, kolaborasi penataan kabel udara telah berjalan di sejumlah kawasan, salah satunya di wilayah Buahbatu.
Di kawasan tersebut, kabel yang masih tersisa di atas permukaan saat ini hanya kabel listrik.
Namun demikian, ia menyebut penataan tidak bisa dilakukan secara serampangan tanpa mempertimbangkan dampak lanjutan.
Sebavai contoh, ruas jalan Buahbatu sepanjang 2,8 kilometer menghasilkan sekitar 14 ton limbah kabel yang perlu ditangani secara serius.
“Saya tidak mungkin melakukan penataan secara sembrono tanpa memikirkan dampaknya ke belakang,” katanya.
Farhan menyebut, penataan kabel udara harus disertai komitmen tiga tahapan, yakni persiapan, pelaksanaan, dan pascapelaksanaan.
Tahap pascapelaksanaan mencakup penanganan galian serta pemulihan kondisi jalan dan trotoar.
Ia menambahkan, secara keseluruhan penataan kabel udara ditargetkan rampung 100 persen pada tahun ini. Dalam enam bulan pertama, capaian penataan ditargetkan mencapai sekitar 50 persen, dan diselesaikan sepenuhnya pada triwulan keempat.
Farhan menjelaskan, penataan dilakukan baik di ruas jalan protokol maupun kewilayahan.
Untuk ruas protokol, penataan ditargetkan selesai sepenuhnya, sementara di kawasan kewilayahan pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur.
“Kita bereskan satu per satu sesuai perencanaan,” tuturnya.***










Komentar