Pemkot Bandung Targetkan PJU Jalan Gempol Diperbaiki Pekan Ini, Keluhan Banjir Ditindaklanjuti

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Pemerintah Kota Bandung menindaklanjuti keluhan warga terkait genangan banjir, penerangan jalan umum (PJU), dan administrasi prasarana permukiman dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Selasa (27/10/2026).

Dalam dialog bersama warga, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta perangkat daerah terkait segera memeriksa sejumlah titik genangan, terutama di Jalan Gempol, RT 03 RW 06, yang diduga berkaitan dengan saluran drainase yang belum berfungsi optimal.

“Coba disurvei hari ini. Kalau memang sudah pernah dikerjakan baru separuh jalan, kita lihat lagi bagaimana tindak lanjutnya,” ujar Farhan.

Selain Jalan Gempol, warga melaporkan genangan di kawasan Patra Asri dan Jalan Soekarno-Hatta. Di sejumlah titik, ketinggian air dilaporkan mencapai lutut dan genangan bertahan lebih dari lima jam, bahkan hingga malam hari.

Farhan meminta kondisi di lokasi tersebut ditinjau secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab genangan, baik yang berkaitan dengan kapasitas drainase, aliran air, maupun faktor lain. Hasil pemeriksaan diharapkan menjadi dasar penentuan langkah penanganan yang tepat.

Persoalan penerangan jalan juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Warga menyampaikan bahwa dari tujuh tiang lampu di Jalan Gempol, hanya satu lampu yang berfungsi. Kondisi itu dinilai perlu segera diperbaiki untuk mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat pada malam hari.

Farhan menargetkan perbaikan PJU dapat diselesaikan dalam pekan ini. Ia juga berencana kembali mengunjungi lokasi pada Jumat untuk memantau hasil tindak lanjut.

“Kalau untuk PJU sudah pasti minggu ini selesai. Jadi hari Jumat kita datang ke sini, kita sudah lihat hasilnya,” kata Farhan.

Dalam kesempatan yang sama, warga menyampaikan aspirasi mengenai penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) di Kompleks Patra Asri. Farhan meminta proses verifikasi dan penyelesaian administrasi ditindaklanjuti, termasuk pemeriksaan kesesuaian site plan dan fasilitas yang menjadi bagian dari kawasan permukiman tersebut.

Aspirasi lain berkaitan dengan akses pendidikan tingkat SMP dan SMA negeri. Warga mengungkapkan bahwa jarak sekolah dan penerapan sistem zonasi masih menjadi tantangan bagi sebagian keluarga yang mengharapkan akses pendidikan lebih dekat dari tempat tinggal.

Di sisi lain, Farhan mengapresiasi upaya warga dalam mengelola sampah melalui pemilahan sampah, budidaya maggot, dan pengembangan bank sampah. Edukasi pengelolaan sampah juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk dalam kegiatan kewilayahan dan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa.

Partisipasi masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik dinilai penting untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya. Kolaborasi antara warga dan berbagai pihak diharapkan dapat mendorong sistem pengelolaan yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan.

Melalui kegiatan Siskamling Siaga Bencana, Pemkot Bandung berupaya menyerap aspirasi warga sekaligus mengidentifikasi persoalan di tingkat kewilayahan. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan koordinasi dengan perangkat daerah terkait agar kebutuhan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kondisi di lapangan.***

 

Komentar