KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Sabtu, 16 Mei 2026 menjadi hari yang bersejarah bagi ribuan alumni SMAN 2 Bandung. Pohon karet raksasa yang menjadi ikon legendaris di Jalan Cihampelas No. 173 kembali menjadi saksi bisu berkumpulnya para alumni lintas generasi dalam perhelatan akbar Reuni Besar (RB) VII SMAN 2 Bandung.
Mengusung tajuk “Karetna Dua, Reuni Lada: Kembali ke Masa Lalu, Berbagi untuk Masa Depan”, puncak acara yang berlangsung dua sesi, sejak pagi hingga malam hari ini sukses menghadirkan atmosfer emosional sekaligus megah. Tidak sekadar ajang bernostalgia, reuni kali ini menggebrak dengan konsep yang matang, dinamis, dan tajam.
Keseruan acara dimulai sejak pukul 07.00 WIB, saat gerbang sekolah dibuka (Open Gate) menyambut tiga ribuan alumni yang melakukan registrasi digital.
Dipandu oleh duo MC Ari Lingua dan Asti Mariana, sesi pertama yang mengusung konsep “Ulin” langsung dibuka lewat penampilan musik DUA Project. Atmosfer pagi semakin membakar semangat saat seluruh alumni diajak melakukan olahraga pagi bersama tim Charets Dance. Ribuan peserta larut dalam gerakan ritmis menari bersama lewat “Joget Karetna Dua” yang memecah kekakuan antar-angkatan.

Setelah suasana mencair, acara dilanjutkan dengan rangkaian sambutan formal, mulai dari Ketua Panitia RB VII Hendra Jaya, Ketua Umum IKA SMAN 2 Bandung Rudi Hudaya, hingga Kepala Sekolah SMAN 2 Bandung Sucipta, yang kemudian ditutup dengan pembacaan doa khidmat oleh Deni Agam.
Peresmian Amphitheater: Kado Abadi untuk Almamater
Sebagai simbol kontribusi nyata alumni, kejutan terbesar reuni besar tahun ini adalah peresmian Amphitheater baru di lingkungan sekolah yang dibangun secara swadaya sebagai legacy nyata dari para alumni untuk menunjang kreativitas siswa saat kini. Fasilitas ruang terbuka itu diharapkan menjadi ruang kreatif bagi siswa untuk mengembangkan seni, organisasi, dan aktivitas positif lainnya.
Prosesi peresmian ini dirancang sangat teatrikal, melibatkan tim penari tradisional dalam prosesi “JARAMBAH” (Jaipongan Rame-Rame Bahagia). Peresmian dilakukan secara modern dan digital. Profil Amphitheater ditayangkan megah di videotron utama, sementara prosesi penandatanganan prasasti langsung terintegrasi secara digital dalam motion LED.
Penyerahan simbolis fasilitas ini kepada siswa diserahkan langsung kepada Ketua OSIS SMAN 2 Bandung. Suasana haru dan bangga semakin memuncak saat tim Paduan Suara SMAN 2 menggemakan Hymne SMA 2 dari atas Tribun A, diiringi kolase foto sejarah sekolah.
Panggung LOGIN: Dialog Inspiratif Tokoh-Tokoh Alumni
Sekira pukul 10.45 WIB, panggung utama berubah menjadi ruang diskusi berbobot melalui sesi LOGIN (Dialog Inspiratif) Talkshow. Sesi yang dipandu oleh moderator Dewi Laila ini menjadi magnet utama karena berhasil menghadirkan alumni-alumni SMAN 2 Bandung yang telah sukses menjadi tokoh nasional di berbagai bidang.
Panggung talkshow diisi oleh Letjen TNI Djon Afriandi (Panglima Kopassus), Dewi “Dee” Lestari (Penulis & Komposer), Trie Utami (Musisi & Budayawan), Tina Talisa (Staf Khusus Wakil Presiden RI), dan Arif Kurnia Risdianto (Direktur Utama PGN). Melalui tema “Menjunjung Prestasi, Meluaskan Hati: Dari SMAN 2 Bandung untuk Semua”, para tokoh bangsa ini membedah bagaimana nilai-nilai integritas, karakter, dan mentalitas yang mereka dapatkan di Cihampelas menjadi modal utama dalam menapaki karier di tingkat nasional.

Tina Talisa menilai keberadaan ruang kreatif seperti amphitheater penting untuk membantu remaja menyalurkan energi ke arah yang lebih produktif.
“Kesuksesan itu memang dibentuk oleh pribadi, tetapi ekosistem bertumbuh itu sangat menentukan. Ruang-ruang bertumbuh ini sangat penting di usia remaja agar anak-anak belajar bertoleransi, berempati, dan memiliki creative thinking,” kata Tina.
Dalam sesi dialog inspiratif, Tina juga mengingatkan bahwa bullying kini menjadi ancaman serius yang dampaknya bisa setara dengan bahaya narkoba karena meninggalkan trauma psikologis jangka panjang.
Ia menyoroti perubahan pola perundungan yang kini tidak hanya terjadi secara fisik dan verbal, tetapi juga merambah ke media sosial dan ruang digital.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendirian. Menekan angka perundungan ini adalah kerja bersama antara pendidik, sekolah, orang tua, hingga lingkungan media sosial yang kini menjadi rumah baru bagi anak-anak,” tegasnya.
Usai talkshow, musisi legendaris Trie Utami bersama Vocal Group (VG) Angkatan 86 langsung menghentak panggung diiringi DUA Project. Penampilan lagu hits “Gemilang” dan “Galih & Ratna” yang dipadukan dengan tayangan video masa lalu VG 86 di layar raksasa sukses memicu nostalgia massal sebelum jeda istirahat siang.
Filosofi Lotek, Line Dance, Polonaise, hingga Dua Project
Menginjak pukul 13.00 WIB, keseruan beralih ke konsep “Joget”. Dipandu MC Deni Agam dan Kartini, ribuan alumni disuguhkan penampilan Line Dance yang dilanjutkan dengan aksi Polonaise (parade berjalan beriringan) mengelilingi stan-stan bazaar. Di area kuliner inilah panitia menggaungkan Filosofi Lotek sebagai lambang kesetaraan reuni. Seperti lotek, ribuan alumni dari berbagai status, jabatan, dan angkatan melebur menjadi satu kesatuan yang utuh tanpa sekat di bawah bumbu kebersamaan.
Kemeriahan berlanjut dengan pemberian penghargaan olahraga Porisman serta penyerahan Piala Juara Umum dari Ketua Paguyuban Porisman Bandung Djanaka A.D. kepada Sani Salura selaku Ketua Kontingen Alumni SMAN 2 Bandung bersama perwakilan atlet alumni lainnya.
Tak kalah memukau, panggung juga diisi oleh kolaborasi apik antara Kepala Sekolah dengan DUA Project, unjuk bakat tim Gamelan Karawitan siswa SMAN 2 Bandung, dan sesi sore ditutup dengan penampilan enerjik dari perwakilan talenta 6 angkatan serta guncangan musik dari DUA Project POPROCK & POPDISCO, tampil diantaranya Candil Seurieus, Ully TimeBomb, dan Dewi “Dee” Lestari. Sebelum istirahat sore, panitia membagikan kebahagiaan lewat pengundian satu Grand Prize utama berupa dua unit sepeda motor listrik.

Kehangatan Intim di Sesi “Cafe Night”
Usai Maghrib serta proses transformasi venue oleh kru produksi, atmosfer Reuni Besar VII berubah wujud menjadi lebih hangat, santai, dan intim. Mulai pukul 19.00 WIB, sesi Cafe Night digelar di bawah pohon karet yang kini menjadi Amphitheater.
Para alumni menikmati makan malam bersama (Dinner) sembari ditemani alunan Live Music syahdu. Momen ini dimanfaatkan untuk mengobrol lebih dekat, berfoto, dan mempererat jejaring antar-alumni lintas angkatan. Acara diisi musisi, penyanyi, dan seniman alumni SMAN 2 Bandung lintas angkatan yang tergabung dalam DUA Project. Tampil diantaranya Ari Lingua dan Erlan Efendi. Tepat pukul 22.00 WIB, rangkaian mega-acara ini resmi ditutup dengan sukses dan meninggalkan kesan mendalam.
Ketua Umum IKA SMAN 2 Bandung, Rudi Hudaya, menegaskan bahwa esensi dari RB VII ini membuktikan modal sosial alumni Charets tetap solid. “Kekuatan alumni SMAN 2 Bandung bukan sekadar romantisasi masa sekolah, melainkan kekuatan sosial nyata yang terus bergerak untuk pendidikan, kebudayaan, dan masa depan Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Reuni Besar VII, Hendra Jaya, menekankan bahwa reuni kali ini tidak hanya menjadi ajang bernostalgia, tetapi juga wadah untuk membangun budaya sekolah yang lebih terbuka dan inklusif tanpa adanya sekat senioritas.
“Kami ingin menghadirkan ruang dan sarana agar para siswa dapat bebas berkreasi tanpa lagi memandang batas senior maupun junior dalam lingkungan pendidikan di SMA,” kata Hendra.
Sejatinya, reuni besar lintas angkatan SMAN 2 Bandung ini menjadi bukti bahwa solidaritas alumni tidak hanya berhenti pada kenangan masa sekolah, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan sosial dalam mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih sehat, inklusif, dan manusiawi. (NA)***







Komentar