Menu

Mode Gelap

Berita · 5 Jul 2022 02:30 WIB ·

Kota Bandung Berhasil Turunkan Angka Kasus Stunting

 Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanegara mengatakan, dalam setahun tersebut angka kasus turun sebesar 1.3% atau sekitar 1.900an dari prevalensi balita di Kota Bandung pada saat diskusi dengan Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB) di Gelanggan Generasi Muda (GGM)  Kota Bandung, Senin (4/7/2022). (Foto: Diskominfo Kota Bandung).* Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanegara mengatakan, dalam setahun tersebut angka kasus turun sebesar 1.3% atau sekitar 1.900an dari prevalensi balita di Kota Bandung pada saat diskusi dengan Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB) di Gelanggan Generasi Muda (GGM) Kota Bandung, Senin (4/7/2022). (Foto: Diskominfo Kota Bandung).*

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Kota Bandung berhasil turunkan angka kasus stunting periode 2020 – 2021. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanegara, dalam setahun tersebut angka kasus turun sebesar 1.3% atau sekitar 1.900an dari prevalensi balita di Kota Bandung.

“1,3 persen itu yang berhasil keluar dari status stunting ya,” ujarnya saat diskusi dengan Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB) di Gelanggan Generasi Muda (GGM) Kota Bandung, Senin (4/7/2022).

Keberhahasilan itu menurut Ahyani berkat kerja bersama semua pihak yang tergabung dalam Satgas Pencegahan Stunting Kota Bandung. Diharapkan angka stunting di Kota Bandung terus mengalami penurunan atau tidak lagi ditemukan kasus baru.

“Kalau untuk kasus baru  kita targetkan zero, tidak ada lagi kasus. Ini kita upayakan di antaranya dengan pemantauan dan edukasi ibu hamil terutama di masa seribu hari pertama masa kehamilan,” jelasnya.

Salah satu penyebab stunting menurut pakar kesehatan masyarakat dr. Elvine Gunawan adalah tingkat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan yang masih kurang.

“Dari mulai pra nikah, usia nikah dan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi harus terus ditingkatkan. Misalnya kesadaran untuk memeriksa rutin kehamilan, asupan gizi dan lain sebagainya harus ditngkatkan,” terang Elvine

Menurut Elvine, peran tokoh masyarakat, aparat wilayah dan tentunya tenaga medis harus memiliki kebersamaan dan pandangan yang sama untuk mencegah stunting.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi D DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memandang  asal terlihat sehat dan terpenuhi kenutuhan sehari  sudah cukup.

“Padahal kan semestinya tidak cukup begitu. Orang tua harus memiliki kepedulian tentang gizi terutama untuk ibu hamil. Ada peran suami di situ, anggota keluarga lainnya dan juga tetangga di lingkungan sekitar,” tukasnya.

Dengan berbagai upaya edukasi yang gencar dilakukan pemerintah Kota Bandung saat ini, Rendiana berharap target zero kasus baru stunting di Kota Bandung bisa tercapai.***

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Mobil Tak Bisa Lewat Akibat Jalan Longsor Di Desa Depok Garut, Aktivitas Warga Terganggu

4 Maret 2024 - 19:04 WIB

Lima Tahun Berturut-Turut, Telkomsel Raih Best Mobile Network dari Ookla® Speedtest Award™

4 Maret 2024 - 18:03 WIB

Tingkatkan Minat Olahraga, Prawira Harum Bandung Ajak Ratusan Pelajar Nonton Langsung

4 Maret 2024 - 17:57 WIB

Presiden Groundbreaking Telkom Smart Office di IKN, Menteri BUMN: Akan Jadi Hub Telekomunikasi Nusantara

4 Maret 2024 - 17:48 WIB

Kawanan Pelajar SMP di Tasikmalaya Maling Motor dan Kotak Amal Masjid

4 Maret 2024 - 16:51 WIB

Dari Pulau Sumatera, Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana Singgah di Kota Sampit Sampaikan Sharing Komunikasi dan Ditpolairud Polda Kalteng

4 Maret 2024 - 15:45 WIB

Trending di Berita